
Tidak lama setelah sarapan usai Haidar datang bersama Jasir membawa barang-barangku yang hilang tertinggal di taksi,
aku datang dengan inspektur Jasir syihab” ucap Haidar
“ kemarin malam tuan memintaku mencari barang-barangmu yang tertinggal di taksi, sebenarnya aku sudah mengambilnya dari kemarin, hanya saja aku baru punya waktu sekarang untuk mengantarkannya, secara pribadi aku minta maaf padamu nona” ucap inspektur Jasir
“ Kemarin malam, tapi aku baru memintanya semalam, apa kau tidak salah bicara inspektur” Ucapku dengan heran
“ tidak nona, aku tidak salah bicara, jika kau tidak percaya tanyakan saja pada Haidar” ucap inspektur Jasir
Aku menatap Haidar tapi dia memalingkan wajah, bersikap seolah dia tidak ingin mengatakannya, dia mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan Ghaisan, aku membiarkan mereka dan pergi ke kamarku, aku memeriksa semua barang-barangku, syukurlah semuanya masih lengkap, tidak ada yang hilang, aku hendak menemui mereka namun aku melihat Ghaisan bersama Haidar dan Jasir pergi, tidak lama Hazel juga pergi, aku kembali ke kamarku dan menelpon Alexa dan Nizar, mereka marah padaku karna tidak memberi kabar, tapi setelah aku menjelaskan situasinya mereka menjadi khawatir, aku meyakinkan mereka bahwa semuanya sudah baik-baik saja sekarang, Alexa menyarankanku untuk bersenang-senang selagi berada di sini, aku memutuskan untuk pergi keluar rumah jalan-jalan, melihat-lihat kota karna pasti membosankan jika terus berada di dalam rumah, aku berjalan mengikuti langkah kakiku, tanpa sadar aku terus berjalan hingga ke tempat yang sepi, jauh dari jalan raya, tidak ada orang maupun kendaraan, aku juga melupakan arah jalan aku datang dan aku tidak tau bagaimana cara untuk kembali, kemudian aku melihat seseorang berjalan dengan tergesah-gesah, aku mengikutinya untuk bertanya, tapi dia justru mempercepat langkahnya seperti wanita yang ketakutan tengah di ikuti oleh pria mesum,
“ Astaga.... Kota macam apa ini, pertama G sekarang pria itu, apa aku benar-benar terlihat seperti penjahat, aku hanya ingin bertanya tentang arah jalan, tapi orang itu malah seperti itu” ucapku bicara pada diri sendiri
Aku memanggil pria itu, tapi dia malah lari ketakutan, aku berlari mengikutinya karna dia satu-satunya harapan agar aku bisa pulang, aku mengejarnya hingga masuk ke sebuah gudang, aku bersembunyi saat aku melihat pria yang ku kejar menghampiri beberapa preman, aku mendengar nama Ghaisan disebut-sebut jadi aku mencari tempat sembunyi lain yang akan bisa membuatku mendengar percakapan mereka
“ bodoh... aku sudah katakan jangan sampai si Ghaisan itu tahu, tapi sudahlah, ini sudah terjadi, tidak ada jalan lain lagi selain...” Ucap pria berbaju merah
“ sesungguhnya Ghaisan lebih di cintai Ayah, tapi tidak ada jalan lain selain membunuhnya, kita adalah golongan yang kuat” ucap pria berbaju hijau
Seseorang diantara mereka berkata “ jangan membunuh Ghaisan tanpa memberi tahu ayah, tidakkah kalian berpikir, sebaiknya kita tanyakan pendapat ayah lebih dulu
Setelah mendengar perkataan itu mereka sepakat untuk bicara dan menelpon ayah
“ aku harus pergi dari tempat ini dan memberi tahu Ghaisan kalau dia dalam bahaya, dia sudah menyelamatkan kehormatanku sebagai wanita, jika aku bisa menyelamatkannya aku bisa kembali ke negaraku dengan tenang, tapi siapa yang mereka panggil ayah” ucapku dalam hati
“Hallo ayah, putra kesayanganmu itu terlalu cerdik, dia tau rencana kita malam ini, bagaimana menurutmu... Baiklah ayah aku mengerti” pria itu menutup telponnya
“Apa yang ayah katakan?”
“ Lempar Ghaisan kedalam sumur, kau tau apa artinya kan”
“ ya! Kita akan membuat Ghaisan menghadap sang pencipta namun tetap menjadi orang yang baik”
“hahaha” tawa serentak mereka
“ Tunggu dulu, kecelakaan apa yang akan kita buat, apa kita akan membuat dia benar-benar jatuh ke sumur atau di makan srigala”
“ Hahaha” tawa mereka serentak
“ Ayo, si Ghaisan berencana untuk menangkap kita, tapi saat dia datang dia tidak tau bahwa mautlah yang tengah menunggunya, aku sudah memikirkannya, kebakaran akan menyelesaikan masalah kita, ayo kita pergi dan persiapkan segalanya”
“ hot news hari ini, pemimpin kota Ghaisan tewas dilahap si jago merah”
“ Hahahahhaaa” tawa serentak mereka sambil pergi dari tempat itu,
“ Aku tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan Ghaisan, aku tidak bisa pulang dan menemui Ghaisan, ayo berpikir Ayla, gunakan otakmu ini, astaga... Aku tidak bisa memikirkan solusinya, Ayah,, seandainya kau ada bersamaku saat ini,,tunggu dulu,,, jika ayah ada di situasi seperti ini kira-kira apa yang akan ayah lakukan, aku punya ide cemerlang, terimakasih ayah, meski secara tidak langsung cara berpikir ayah membantiku menemukan jalan keluar,,,”
Aku pergi mengikuti mereka, saat tengah mengikuti mereka aku mengetahui bahwa, bereka adalah komplotan penjual obat-obat terlarang, aku melihat mereka masuk ke sebuah gudang, mereka memasang peledak di beberapa tempat, kemudian mereka menutupi seluruh lantai gudang itu dengan jerami,
“ gudang ini terbuat dari bahan bangunan yang mudah terbakar, dan jerami bisa membuat api membesar dalam sekejap, tapi bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkan hidup G dan membantunya menangkap penjahat” ucapku bicara pada diri sendiri
Tidak lama kemudian mereka semua pergi dari tempat itu, aku menyiramkan air ke sebagian jerami, membuat jalan keluar dan menyiapkan karung basah dan mengganti minyak dalam drum dengan air, baju yang ku kenakan sampai sangat kotor karna mengerjakan pekerjaan yang sangat berat, aku mencari tempat aman untuk bersembunyi, aku berharap rencanaku akan berhasil, aku sangat kelelahan hingga tanpa sadar tertidur, aku terbangun saat mendengar suara tembakan menggema di udara
“ Tempat ini sudag di kepung, segera keluar dan menyerahlah “ Terdengar suara teriakan Ghaisan
Aku melihat para penjahat itu tersenyum
“ lihatlah yang menjemput maut sudah datang” ucap salah satu penjahat
“ Hai Ghaisan, jika kau memang berani, masuklah ke dalam sendirian dan tangkap kami dengan tanganmu sendiri” ucap penjahat yang lain
Selang beberapa waktu aku melihat Ghaisan masuk ke dalam gudang sendirian dan tanpa senjata,
“ G kau benar-benar cari mati, seharusnya dia mengepung penjahat itu dengan anak buahnya, dasar pria bodoh” Ucapku bicara pada diri sendiri
aku pikir semuanya ada di bawah kendali, tapi apa yang dilakukan Ghaisan itu bunuh diri namanya,
“ Aku mohon menyerahlah, aku akan membantu kalian meringankan hukuman dan memberi kalian pekerjaan setelah keluar dari penjara” ucap Ghaisan
“ Kami ingin melakukannya tuan Ghaisan,tapi uang darimu tidak cukup untuk kami” ucap penjahat
“ Pekerjaan kami bisa memberikan kami 10× lipat lebih banyak dari yang kau berikan” ucap penjahat lainya
“Hahhahaha” tawa para penjahat
penjahat itu lebih licik dari dugaan, dia menarik sebuah tali yang membuka pintu ke jalan bawah tanah, kemudian masuk ke dalam sambil mengucapkan selamat tinggal pada Ghaisan, aku segera berlari ke arah Ghaisan untuk memberi tahunya bahwa mereka memasang bahan peledak di mana-mana, namun sebelum aku bicata para penjahat itu menyulut api di dalam lubang, ledakan pertama dari peledak yang mereka pasang menggema dan membuat jerami terbakar, api menyebar dengan cepat ke arah Ghaisan, tapi Ghaisan hanya berdiri diam seperti patung, aku membuat jalan untuk menyelamatkan Gaisan tapi aku tidak memikirkan bagaimana mereka akan menyulut api dan pergi melarikan diri, ditambah lagi sikap Ghaisan yang diluar pikiranku, ledakan kedua, ledakan ketiga terjadi bertubi-tubi hingga membuat jantung berdebar, sebagian gedung kini dipenuhi api, api itu perlahan merambat ke arah Ghaisan berdiri
“ Ghaisan.....