For.get

For.get
GS. Di luar dugaan



Laila mengirim pesan singkat mengingatkanku untuk meminum suplemen yang ia berikan, aku mengambil suplemen itu tapi tidak ada air putih di ruanganku tiba-tiba hazel datang dan memberikan segelas air putih, aku meminum suplemen dengan air yang hazel bawa


“obat apa yang kau minum?”


“Hanya vitamin dari laila, kenapa?”


“aku pikir kau benar-benar sakit karna nyonya laila mengatakan kau adalah pasiennya”


“Laila hanya hawatir berlebihan, kau tau bagaimana dia kan”


“ya! dan aku juga tau bagaimana dirimu” ucapnya kemudian pergi dari ruanganku.


“hallo kakak cantik” terdengar suara haidar dari luar ruang kerjaku


Tidak lama kemudian haidar dan jasir masuk ke ruang kerjaku


“pimpinan kau sudah siap?” ucap jasir


“ Mm, kak apa kau membawa barang ayla” tanyaku


“ Sudah ada di tangannya g, kak jasir mengerjakan perintahmu dengan sedikit kesalahan” ucap haidar


Aku tersenyum menanggapi ucapan haidar karna tidak mengerti apa maksud dari sedikit kesalahan itu


“ tidak g, hanya terjadi sedikit ketegangan antara aku dan adik ipar saat aku masuk, aku tidak tau kalau dia baru memintamu mengambil barangnya semalam, aku malah mengatakan padanya kemarin malam”


“ Sudah tidak apa-apa, ayo berangkat atau kita akan terlambat” ucapku megajak mereka pergi


Aku mengetuk kamar hazel


“G aku masih belum siap, kalian pergi duluan saja” ucap hazel dari balik pintu


Kami pun bergegas pergi.


Setibanya di NC paman menyambutku dengan karangan bunga


“ selamat datang di NC keponakanku tersayang” ucap paman sambil mempersilahkan kami masuk, aku tidak menyangka banyak orang yang sudah menungguku, aku menyapa mereka dan mereka membalas sapaanku


“ Paman aku sudah belajar mengenai bisnismu tapi aku masih tidak mengerti apapun” ucapku


“ kau akan mengerti seiring berjalannya waktu, g dia havis, dia adalah wakilku, dia juga yang akan membantumu mengurus bisnis, jika kau membutuhkan informasi apapun kau bisa datang padanya” ucap paman sambil


“ hallo tuan ghaisan, namaku havis, aku hanya ingin kau tau, aku mendirikan perusahaan jasa detektif dan memiliki lebih dari 1000 anak buah yang handal yang tersebar di seluruh dunia, aku siap melayani dan mengabdi padamu”


“ Rivan” ucap paman memperkenalkan seseorang yang berada di samping havis


“ Hallo tuan ghaisan, namaku Rivan, aku mendirikan perusahaan jasa keamanan, aku ingin kau tau anda memiliki lebih dari 3000rb anak buah yang tersebar di seluruh dunia, aku juga ingin memberitahumu, para pengawal presiden dan beberapa orang penting di beberapa negara adalah orang-orang kita, orang-orang kita yang ada di bawah pimpinanku 50% ada di negara kita ini, kau tau 65% tentara negara kita dan 50% polisi negara kita ada dalam kendalimu, jadi jika kau ingin jadi presiden katakan saja, kami siap membantu dan mengabdi padamu” ucap rivan


“ Dan yang terakhir kau pasti sudah mengenalnya, kau yang merekomendasikan dia padaku” ucap paman


“ Khritik, apa kabar” ucapku


“ Aku baik tuan, aku dipercaya untuk menjadi CEO dari 150 pabrik senjata yang tersebar di dunia, jumlah keseluruhan pekerjaku kurang lebih ada 5000 orang, kami siap melayani dan mengabdi padamu”


“ Paman aku jadi sedikit ragu, semua ini di luar dugaanku” ucapku


“ aku tau kau terkejut, tapi kau tidak perlu khawatir, karna kau tidak perlu melakukan apapun, kau hanya tinggal duduk manis di rumahmu dan memberikan perintah seperti seorang raja” ucap paman sambil tersenyum


“ Paman bagaimana caramu untuk menghidupi mereka semua hingga mereka bisa hidup sejahtera di tanganmu?” tanyaku


“ semua orang mengumpulkan uang yang mereka dapatkan, entah itu dari gajih pemerintah atau dari penjualan senjata, semua uang yang terkumpul kemudian akan di bagi rata untuk semua anggota termasuk kau, jika kau dapat uang 10jt maka semua orang juga akan mendapatkan 10jt karna dalam NC kita tidak bekerja sendiri-sendiri, semua orang saling membantu, jika yang satu lelah maka yang lain juga demikian, karna itulah aku mendapatkan kesetiaan yang besar dari mereka, tugas seorang pemimpin itu sebenarnya tidak terlalu penting, kau hanya harus memastikan mereka semua sejahtera dan mendapatkan kehidupan yang nyaman.”


Paman melantiku jadi pimpinan NC dengan penuh kebanggan tapi aku justru merasa tertekan dengan tanggung jawab ini, aku takut tidak bisa menjalankannya dengan baik. Setelah acara selesai pelantikan kami makan siang bersama, kemudian semua orang kembali pada aktifitas mereka masing-masing, aku mengantar hazel ke salah satu rumah sakit dan merekomendasikannya agar ia bisa bekerja di sana, setelah itu aku dan haidar kembali ke kantor, sementar inspektur jasir pulang ke rumah untuk istirahat


Sore harinya tepat jam 16:00 aku sudah siap untuk melakukan rencana tangkap tangan kelompok gerbong narkoba republic tiba-tiba inspektur jasir berlari ke arahku,


“ pimpinan... Kau tidak akan melakukan penyergapan ini” ucapnya dengan nafas terengah-engah


“ada masalah apa inspektur jasir?” Tanyaku


“ bersiaplah untuk melakukan penyergapan, aku akan menunggu di luar” ucapku


“Tapi pimpinan bagaimana dengan dahir” ucap jasir


“dhahir akan mendapat gilirannya nanti, inspektur jasir penyergapan ini lebih penting dari dhahir tamam, jika hari ini kita tidak melakukannya kita tidak akan bisa mencegah kehancuran kota di masa depan” ucapku sambil memegang pundak inspektur jasir


Aku dan inspektur jasir pergi bersama 50 orang anggota polisi lainnya untuk melakukan penyergapan, aku dan inspektur jasir sampai lebih dulu, selang beberapa waktu semua pasukan datang ,


“Kepung tempat ini tanpa menimbulkan suara” ucap inspetur jasir memerintah


aku mencium bau bahan peledak, aku pun memutuskan memeriksa keadaan sekitar sendirian, aku menemukan beberapa tangki bensin di dekat tempat penampungan air yang kosong, aku kembali ke tempat inspektur jasir berdiri


“ pimpinan semuanya sudah siap kami menunggu perintahmu”


“ Tahan inspektur jasir, panggil satu unit pemadam kebakaran, aku mencium bau jebakan di sini” ucapku


Inspektur jasir menelpon pemadam kebakaran dan meminta mereka datang tanpa menimbulkan suara,


“ada masalah apa pimpinan”


“jika dugaanku benar mereka sudah tau kita akan mengepung tempat ini”


“ tapi kenapa mereka tidak melarikan diri atau mengubah tempat transaksi” ucap inspektur jasir


“ mereka menyiapkan jebakan untuk kita di sini, sepertinya mereka ingin bermain-main denganku” ucapku


Aku memanggil beberapa anggota polisi untuk mendekatiku


“ dengar ada beberapa tangki bensin dekat penampungan air, amankan itu, dan kalian periksa keadaan 1 meter dari tkp laporkan apapun yang kalian lihat, mengerti” ucapku memerintah beberapa anggota polisi


Semua anggota polisi yang ku perintah menganggukan kepala kemudian pergi, tidak lama kemudian mobil pemadam kebakaran tiba,


“ Siap pimpinan kami sudah di sini”


“ Isi penuh tangki penampunggan air dan pastikan airnya mengalir ke alat pemadam kebakaran dalam gudang” ucapku memerintah


“ siap laksanakan” ucap petugas lebakaran kemudian mereka pergi


Selang beberapa lama beberapa anggota polisi yang ku beri tugas kembali


“ Lapor pimpinan, aku sudah mengamankan tangi-tangki bensin itu”


“ lapor pimpinan tidak ada hal mencurigakan di dekat tkp hanya ada 1 sumur kosong di sebrang jalan”


“ apa ada tali yang menggantung di sumur itu?” tanyaku


“ siap! Ada pimpinan”


“ Kepung sumur itu juga” Ucapku memerintah


Beberapa anggota polisi pergi untuk mengepung sumur itu, mereka terlihat binggung tapi takut untuk bertanya, aku memberi kode kepada inspektur jasir untuk ikut berjaga di sumur kosong itu,


“ Pimpinan perintah sudah di laksanakan, tangi airnya sudah terisi penuh dan sudah terhubung ke alat pemadam kebakaran gudang”


“ baiklah semua siap, berikan aku pengeras suara” ucapku memerintah


Seorang anggota polisi memberikan pengeras suara dan semuanya pun dalam keadaan siap siaga.


“Tempat ini sudah di kepung, segera keluar dan menyerahlah” ucapku menggunakan pengeras suara.


“ Hai Ghaisan, jika kau memang berani, masuklah ke dalam sendirian dan tangkap kami dengan tanganmu sendiri” ucap penjahat dari dalam gudang


Aku memberikan alat pengeras suara pada salah satu polisi, saat aku hendak masuk jasir berlari dan memegang tanganku.


“ aku tidak bisa menahannya lagi, Jelaskan padaku...