
Aku melihat ghaisan tersenyum dan meminta bantuan orang itu untuk berdiri, tapi bukannya berdiri ghaisan malah menarik orang itu jatuh, dia tertawa dengan senangnya sambil meminta maaf, dia bangun dan menarik tangan wanita itu, merekapun tertawa bersama, senang rasanya melihat pemandangan itu, melihat ghaisan tertawa lepas dan bermain dengan gadis kecil itu seperti melihat seorang ayah yang bermain dengan putrinya sendiri, aku melirik ke arah haidar, dia tengah memegang ponselnya
“ haidar kau merekam kejadian tadi? Kenapa?”
“ Selama aku mengenal ghaisan, aku belum pernah melihatnya sebahagia ini”
“kenapa?”
“ kau tahu elsa ratu frozzen, ghaisan adalah raja frozzen, elsa dikenal sebagai ratu frozzen karna dia memiliki kekuatan es, tapi ghaisan dikenal sebagai raja frozzen karna dia hampir tidak pernah tertawa, dia selalu tersenyum tapi dia tidak pernah tertawa bahkan saat kami menonton film komedi, tidak pernah sekalipun bahkan dengan orang asing ter lebih lagi dengan wanita, pernah satu ketika kami bertaruh hanya untuk membuatnya tertawa, ada seorang wanita yang mencoba menggelitiknya, kau tau apa yang ghaisan lakukan, dia diam seperti patung dan berkata ‘ apa kau baik-baik saja? Apa yang sedang kau lakukan?’ dua pertanyaan ghaisan itu justru membuat kami yang melihat tertawa terbahak-bahak”
“ Ayla, kemarilah “ teriak ghaisan
“ Biarkan aku istirahat sebentar lagi g” teriakku
“ haidar siapa wanita yang menggelitik ghaisan?” tanyaku penasaran
“hazel”
“ Telpon dia dan minta dia kemari, dia juga harus melihat g tertawa bahagia”
“ kau yakin?”
Aku menganggukan kepala
“ Aku yakin, sangat yakin untuk membuatnya cemburu, dia harus melihat kami, jika dia mencintai g maka dia harus mengatakannya, kecemburuannya akan membuatnya semakin agresif pada g, dan sikap agresifnya akan membuat g mengetahui perasaannya, sebelum aku pergi aku harap g bisa merasakan cinta, anggap saja ini hadiah perpisahan dariku untuknya” gumamku dalam hati
Haidarpun menelpon hazel
“ Hallo hazel, kau di mana?, cepat datang ke mall kota, g dan aku sedang bersenang-senang di tempat ice skating, cepat ya! “ ucap haidar bicara pada hazel di telpon
“ Haidar aku akan menghampiri g dulu, pastikan dia datang untuku, ini sangat penting”
“ aku tidak tau apa rencanamu, tapi aku harap ini tidak akan menjadi masalah” ucap haidar dengan cemas
Aku menepuk pundak haidar sambil tersenyum sebagai kode seolah aku mengatakan ‘tenang saja!’
Aku berbalik dan hendak menghampiri ghaisan
“Kucing liar” ghaisan tiba-tiba muncul di hadapanku membuatku terkejut, aku mencoba mengejar ghaisan, tanpa ku sadari aku mengejarnya, kami bermain kejar-kejaran bersama gadis kecil itu juga, tidak lama kemudian aku melihat hazel ada di belakang kaca menatap tajam ke arah kami,
“ Ayla, hati-hati kau memakai sepatu ice skating” ucap ghaisan
Aku terjatuh saat mendengar perkataannya, aku bisa bermain dengan baik karna aku tidak menyadari aku memakai sepatu ice skating, aku memasang muka masam, ghaisan dan gadis kecil itu menghampiriku dan mengulurkan tangan mereka sambil meminta maaf, aku memegang tangan mereka dan membuat mereka jatuh bersamaku,
“kau terkena trik isengmu sendiri g” ucapku sambil tertawa
Kami duduk dan tertawa bersama, aku menggelitik pinggang ghaisan hingga dia tertawa menggeliat kegelian
“ hentikan ayla, hahaha...ini geli...hahaha”
Aku terus menggelitiknya hingga dia berbaring di lantai,
“Hahaha ayla hentikan hahaha aku minta maaf hahaha aku tidak akan mengulanginya” ucapnya sambil menarik tanganku hingga aku terjatuh di atas tubuhnya,
“Maaf” ucap ghaisan dengan lembut sambil menatapku,
Sejenak aku terpana dengan tatapan matanya, aku baru menyadari wajah ghaisan sangat sempurna, matanya yang bulat dengan bola mata coklat gelap, halisnya yang cukup tebal, kumis tipisnya, lesung pipinya, kulit wajah yang halus, hidungnya yang mancung dan juga tanda hitam di bawah sudut mata kanannya membuat dia terlihat lebih tampan dari aktris korea meski warna kulitnya tidak terlalu putih,
Hazel tiba-tiba menarik tanganku dan memaksaku untuk bangun segera, aku terhanyut dengan pesona ghaisan hingga tidak menyadari segalanya, dia juga mengulurkan tangannya pada ghaisan, namun ghaisan menolak dan memilih untuk berdiri sendiri
“tuan ghai apa semua ini, kenapa kau memakai baju jelek seperti ini, kau bermain bersama anak kecil dan gadis ini, di tempat umum, apa kau lupa dengan statusmu” ucap hazel dengan nada marah
Gadis kecil itu langsung lari ke pelukanku karna ketakutan melihat hazel marah
“ada apa dengan statusnya hazel, apa pemimpin kota tidak boleh bersenang-senang, baju yang g pakai ini tidak jelek, karna baju ini dibuat dengan kerja keras yang kau sendiri belum tentu bisa melakukannya, apa masalahnya jika g bermain dengan kami rakyatnya, seorang pemimpin tidak bisa berdiri sendiri, seorang pemimpin membutuhkan rakyat untuk jadi pemimpin, kau pikir apa atinya g tanpa mereka semua, tanpa rakyat seperti kami g hanyalah g, dia tidak akan jadi pemimpin tanpa ada rakyat yang di pimpin, dan untuk menjadi pemimpin yang baik bukan hanya membawa kemajuan dan kemakmuran pemimpin juga harus bisa berbaur dengan rakyatnya, agar dia bisa mengerti keadaan mereka” ucapku dengan tegas
“ Kau mencoba mengajariku arti seorang pemimpin kota, lihatlah dirimu sendiri kau itu...”ucap hazel sambil menunjukan jari ke arahku ghaisan menurunkan tangan hazel yang menunjuk ke arahku hingga membuat hazel berhenti bicara
“ Sudah cukup, hentikan, kenapa kalian berdebat seperti ini, apa kalian tidak merasa malu, lihatlah ke sekeliling kalian, semua orang memperhatikan kita,” ucap ghaisan dengan tenang
“ bagaimana kau bisa setenang ini g, bahkan kau juga bersikap tenang waktu kau dikelilingi api” gumamku dalam hati
Ghaisan memegang tanganku dan hazel dan meminta maaf pada semua orang yang merasa terganggu, ghaisan memintaku memberikan gadis kecil itu pada ibunya, dan akupun melakukannya
“ Dasar wanita tidak tau diri, dia marah-marah pada pimpinan kota seakan pimpinan itu suaminya yang tengah selingkuh dengan wanita lain” ucap ibu dari gadis kecil itu
Ghaisan menarik aku dan hazel keluar dari arena bermain kemudian kami duduk di ruang istirahat dan berbicara
“ Ada apa denganmu hazel, kenapa kau datang lalu marah-marah?” tanya ghaisan sambil memegang kedua tangan hazel
“ dia itu cemburu melihat kedekatan kita g, sejak awal dia tidak suka jika aku dekat dwnganmu”
Ghaisan menatapku kemudian mengatakan
“ ayla, aku bertanya pada hazel bukan padamu, biarkan hazel menjawab pertanyaanku”
Ghaisan kembali menatap hazel dan bertanya
“ apa yang ayla katakan itu benar hazel, jawab pertanyaanku? Kenapa kau seperti ini?”
“ aku mencintaimu g” ucapku dengan lentang
Ghaisan kembali menatapku, dia bangkit dari tempat ia duduk kemudian pergi meninggalkan kami di sana
“ ada apa dengan ghaisan?”
Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍