
Saat aku melihat jam waktu sudah menunjukan pukul 05:15 pagi, aku membuka kembali jendela yang semalam ku tutup karna tak ingin meninggalkan jejak sebelum pergi,
“ I love you “ Aku mencium kening ayla kemudian aku pergi meninggalkan rumahnya, aku kembali ke negaraku, aku kembali ke kotaku, kembali melakukan kesibukanku mengurus kota, aku kembali ke kantor pusat kota
“ Pagi pimpinan” Ucap para pegawai serentak menyambutku
“ Selamat pagi juga untuk kalian” balasku
“ Pagi tuan g, bagaimana kabarmu hari ini?” Ucap haidar
“ selamat pagi juga untukmu haidar, kabarku baik seperti biasa, jadwalku” ucapku
“ lupakan sejenak soal jadwal, temui dulu tamu pentingmu” Ucap haidar
“ tamu penting? Sepagi ini?” Ucapku
Haidar hanya menganggukan kepala menanggapi pertanyaanku, ia membukakan pintu ruanganku, mempersilahkan aku masuk, sementara ia pergi ke ruangannya, aku melihat seseorang duduk di kursi kerjaku dengan membelakangiku, saat aku berjalan mendekatinya ia memutar kursi menghadapku
“ keponakanku ghaisan” ucap paman lateef sambil berdiri
Aku terkejut melihat paman lateef datang menemuiku seorang diri, hingga aku hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun
“Ada apa kau tidak senang melihatku” ucap paman sambil berjalan mendekat padaku
“ Bukan begitu paman, aku hanya terkejut melihatmu datang seorang diri, silahkan duduk,” ucapku mempersilahkan paman duduk di sofa tamu ruanganku
“Ada keperluan apa paman, apa ada yang bisa ku lakukan untukmu?” tanyaku
“ tentu ghaisan, aku datang untuk meminta bantuanmu, aku dengar masa jabatanmu akan berakhir jadi aku harap kau akan setuju”
“katakan paman, apa yang harus aku lakukan”
“gantikan aku jadi pimpinan grup night changes”
“Apa? Aku! Jadi pimpinan grup NC?, maafkan aku paman tapi aku tidak bisa melakukannya”
“ghaisan aku mohon padamu, aku tidak punya keponakan lain selain kau yang bisa ku percaya, pikirkanlah ghaisan, jika kau menjadi pimpinan NC kau akan punya ribuan anak buah di penjuru dunia, kau bisa dengan mudah menemukan dan menangkap dhahir”
“ tapi kenapa harus aku paman?”
“Aku bisa bilang apa g, bibimu melarang diana menjadi pimpinan, dia membuat diana menjadi seorang desainer pakayan, coba kau bayangkan, putriku satu-satunya tidak bisa menjadi pewaris dari usahaku, aku tahu duniaku penuh dengan kegelapan, tapi menjual senjata bukanlah hal yang salah, dan kau tidak perlu hawatir, usahaku sudah mendapat ijin dan pengakuan dunia, bukan hanya penjahat tapi aku juga menjual senjata pada kepolisian, dan pemerintah” ucap paman
“Pikirkanlah” ucapnya lagi sambil memegang pundaku kemudian pergi
Paman pergi dari ruangnku setelah membuatku berfikir keras,
“apa kau sedang sibuk sayangku” ucap laila yang muncul dari balik pintu
“ Masuklah laila, ada apa?” tanyaku
“ kau pergi tanpa pamit, apa aku tidak bisa datang tanpa ada masalah” jawabnya sambil berjalan mendekatiku
Laila mengalungkan tangannya di leherku yang tengah duduk di ujung sofa, bersandar di punggungku memeluku dari belakang kemudian mencium pipi kananku,
“ Apa arti pelukan dan ciuman ini laila” tanyaku sambil memegang tangannya yang menggantung di dadaku
“ ini ucapan terimakasih ku untukmu, aku sangat menyukai hadiah yang kau kirimkan”
“ Hanya itu saja ? atau ada yang lain” ucapku sambil melepaskan diri dari pelukannya, aku menarik tangannya dan membuatnya duduk di sampingku
“ Apa lagi yang ku inginkan g, kau sudah membuat hidupku sempurna, kau mewujudkan cita-titaku, membuatku berbaikan dengan ayahku, aku juga mempunyai suami yang kaya, cerdas, baik hati dan memberiku cinta yang luar biasa, kau sudah memberi lebih dari yang aku harapkan, hanya ada satu hal yang sangat ku inginkan sejak dulu”
“Seorang anak?”
“ aku akan mendapatkan itu nanti”
“ apa itu katakan?”
“apa?”
“ keinginanmu yang belum terwujud?”
“ sudahlah kau tidak akan bisa memenuhinya”
“ aku akan mewujudkannya, apa kau lupa siapa aku, aku adalah ghaisan, cepat katakan!”
“aku ingin kau bercerai dengan ayla”
“ aku sudah bilang, kau tidak akan bisa mewujudkannya”
Aku melihat ke arah jam, waktu menunjukan pukul 08:30 pagi, aku menarik tangan laila, membuatnya berdiri
“ aku akan mempertimbangkannya, sekarang keluarlah” ucapku sambil mendorongnya agar keluar dari ruanganku
“ apa kau bilang” ucapnya sambil menahan diri
“ Ini sudah siang, kau harus segera pergi, pasienmu pasti sudah menunggu” ucapku sambil terus mendorongnya hingga ke luar ruangan, aku menutup pintu ruanganku, Ia terus memanggil namaku dan meminta penjelasan, tapi aku mengabaikannya, aku memberinya kode untuk memintanya pergi sambil tersenyum,
“ Yah baiklah, aku akan pergi” ucapnya kemudian ia pun pergi
Aku menghela nafas, dan kembali duduk di kursiku, aku memanggil haidar melalui telpon kantor, tidak lama kemudian haidar pun mengetuk pintu, kemudian masuk, ku lihat ia membawa beberapa berkas
“ Istri tuamu sudah pergi” ucapnya mengolokku sambil meletakan dokumen di hadapanku
“ apa jadwalku?” tanyaku dengan lemas
“ Kau bisa istirahat jika kau lelah, sebenarnya aku sudah mengosongkan jadwalmu hari ini, tapi karna kau datang, kau tanda tangani berkas-berkas yang tertunda saja” jawabnya
Aku menandatangani berkas-berkas itu setelah membacanya dengan seksama, aku mengembalikan berkas-berkas yang sudah ku tanda tangani ke tangan haidar kemudian aku pergi meninggalkan ruanganku, meninggalkan kantor dan kembali ke rumah,
Setelah sampai di rumah aku melihat bibi chanai berdiri di depan rumah dengan memegang koper di tangannya
“ bichan kau di sini? Kenapa? Apa paman lateef mengusirmu, atau bibi yang melakukannya” ucapku sambil tersenyum
Dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku, aku membuka pintu rumah dan mempersilahkannya masuk, aku mempersilahkan dia duduk setelah masuk rumah
“ Ada apa bichan, kau sudah mengurus bibi sejak lama, tidak mungkin dia mengusirmu kan!” ucapku
“ tuan muda, tuan lateef memintaku datang kemari untuk membantumu mengurus rumah, aku tahu kau tidak nyaman berada di tempat yang kotor dan berdebu, jadi aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik” jawabnya
“ Rumah ini kecil, aku tidak membutuhkan bantuan untuk mengurusnya, selama ini aku bisa mengurusnya sendiri”
“ aku tahu tuan muda, tapi setelah tuan di lantik menjadi pimpinan NC tuan tidak akan punya waktu untuk mengurus rumah, tuan akan sibuk mengurus kota dan bisnis juga, jadi karna itulah aku di kirim ke sini”
“ baiklah, karna kau suadah jauh-jauh datang dari luar negri aku akan mengijinkanmu mengurus rumah, tapi maafkan aku bichan Sebenarnya...
“aku tau tuan muda, tuan tidak suka barangmu di sentuh orang lain tapi maafkan aku, aku akan menyentuhnya saat membersihkan rumah, tapi aku akan pastikan, barang-barang tuan tidak akan berpindah satu senti pun tanpa ijin darimu, meski tidak lama tapi aku pernah mengurusmu, jadi aku tau apa yang kau sukai dan tidak” ucapnya memotong ucapanku
“ bichan kau memang yang terbaik, bichan kau dan kha hazel tidak pernah terpisahkan, apa dia juga akan datang”
“Iya tuan dia akan datang setelah menyelesaikan urusannya, dia akan membantu mengurusmu”
“ mengurusku?” tanyaku heran
“ iya, tuan besar mengutus putriku untuk menjadi ahli gizimu, dia akan memastikan kau olah raga dan makan dengan benar agar kau tetap bugar di tengah kesibukanmu”
“ Sekarang aku baru menyadari bahwa paman tidak memintaku tapi memaksaku untuk jadi pimpinan” ucapku sambil menarik nafas panjang
Aku memberikan kunci rumah pada bichan dan memintanya untuk istirahat, aku pergi ke ruang baca dan mempelajari cara kerja perusahaan senjata paman melalui berkas-berkas tuan aziz yang ada di perpustakaan rumah, tidak lama kemudian bichan membawakan teh dan sedikit kue, aku membaca sambil duduk, entah sudah berapa lama aku membaca, tanpa ku sadari teh ku sudah habis
“tuan muda” terdengar suara bichan memanggilku
Aku menutup buku yang ku baca dan melihat bichan tengah berdiri dengan haidar di pintu
“ ghaisan ayo makan siang” ucap haidar
Aku menaruh buku yang ku pegang di atas meja di samping gelas teh yang sudah kosong, aku pun meninggalkan perpustakaan dan makan siang bersama haidar
“ haidar sepertinya aku akan membuatmu lebih sibuk”
“aku tau, ayah sudah memberitahuku, aku sudah menyiapkan diri, setelah pelantikan kau akan benar-benar resmi jadi pimpinan, tapi kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyusun jadwalmu, kita hanya akan sibuk selama 2 sampai 3hari setelah itu kita akan punya banyak waktu luang”
“wah... Kau memang luar biasa haidar”
“aku luar biasa karna bersama orang hebat sepertimu”
Setelah menghabiskan makanan dan mengobrol, aku dan haidar mempelajari bisnis paman bersama, haidar menyarankan agar aku mengikuti apa yang paman lakukan agar aku bisa seperinya, hanya duduk manis seperti pengangguran namun uang datang mengalir ke sakuku, waktu berlalu tanpa ku sadari, ponsel yang hening sejak pagi berdering, aku mendapatkan sebuah mms dari nomor tak di kenal, saat aku membuka mms itu aku melihat dhahir tengah bicara di sebuah kamar
“ Hallo ghaisan! Bagaimana kabarmu? Apa kau tau aku mengirimkan vidio ini untuk menunjukan sesuatu padamu, malam ini aku sangat bahagia, aku ingin kau tau itu, hahahaha” ucapnya dalam vidio itu
Aku berpikir apa yang dia rencanakan kali ini, aku memutar vidio itu berkali-kali, aku membuka vidio itu dari leptop dan melihatnya berkali-kali, setelah beberapa kali memutar vidio itu aku baru menyadari ada sesuatu di vidio itu, saat dhahir bicara aku menekan tombol pause
“ ayla...