For.get

For.get
Benci aku



Ayla menarik ghaisan naik ke atas tempat tidur, ia melompat-lompat di atas tempat tidur sambil melempar kelopak bunga ke udara membuat dirinya dihujani kelopak bunga mawar, saat ayla hendak jatuh ghaisan bergegas menangkapnya, naasnya ghaisan malah terjatuh hingga terluka, tangan ghaisan terkena api menahan tangan ayla yang hampir menimpa lilin yang menyala, tubuh ayla jatuh tepat di atas tubuh ghisan, ghaisan pun bergegas merubah posisi, dengan cepat ia membaringkan ayla di atas tempat tidur, ghaisan yang kelelaha duduk bersandar pada bed heard board di samping ayla yang tengah berbaring, ayla berbalik menghadap ke kaki ghaisan, tangannya membuka kancing dan resleting celana ghaisan, ia mengeluarkan burung dari sangkar, menikmatinya hingga membuat ghaisan tak bisa menahan hasratnya, ghaisan pun mengangkat tubuh ayla dan membuatnya duduk di atas burungnya, ghaisan memasukan burungnya pada sangkar ayla dan merekapun bercinta sedang panas, ayla di buat lelah tak berdaya setelah bermain dengan berbagai gaya, serelah puas berhubungan dengan istrinya ghaisan pun memakai kembali semua pakayan yang di lepas oleh istrinya, sementara ayla langsung tertidur bahkan tanpa memakai pakayannya sehelaipun, ghaisan berusaha memakaikan pakayan pada istrinya namun ia terus memberontak hingga ghaisan merasa lelah, ia pun menyerah dan memasang selimut menutupi tubuh ayla karna khawatir ayla akan jatuh sakit,


‘Maaf kan aku sayang, aku harus pergi sekarang, maaf karna aku harus meninggalkanmu sendiri di hotel’


Pesan yang ghaisan tulis dengan tangannya sendiri, pesan itu ia taruh di atas meja di samping tempat tidur bersama ponsel ayla, saat ghaisan keluar dari kamar hotel nizar sudah menunggu di depan pintu, ghaisan dan nizar pun pergi dari hotel menuju bandara, ia pergi ke luar negri dengan bahagia, namun tanpa ghaisan ketahui haidar yang melihat ghaisan keluar kamar hotel memanfaatkan kesempatan yang ada, diam-diam haidar mengambil kunci kamar yang ghaisan berikan pada resepsionis hotel kemudian masuk ke kamar, saat melihat ayla tertidur lelap dengan baju yang tersimpan rapih di atas kursi haidar pun mengetahui bahwa ayla tidur tanpa busana, pikiran jahatnya tidak membiarkannya melewatkan kesempatan untuk bisa menghancurkan ghaisan, ia mengambil surat yang ghaisan tinggalkan untuk ayla, kemudian pergi ke rumah ghaisan, haidar masuk dan menaruh surat itu di meja rias dalam kamar setelah merubahnya, setelah itu ia kembali ke hotel, kembali ke kamar ayla, ia mengambil baju ayla dan melemparkannya ke lantai ia juga membuka seluruh pakayannya dan membuatnya berserakan di lantai bersama baju ayla, ia berbaring di samping ayla hanya dengan menggunakan boxer saja, ayla yang masih setengah sadar menyasar tubuh ghaisan dengan mata tertutup, ayla memegang pistol haidar dengan mengira itu adalah ghaisan, ayla memeluk kaki haidar membuatnya terjaga semalaman.


Pagi harinya saat ayla membuka mata ia menjerit melihat haidar yang baru mau tidur saat itu


“ Aaaaa.... Haidar” teriak ayla sambil mengambil selimut menutupi tubuhnya yang tidak memakai baju


Ayla bangun dari tempat tidur dengan menutupi dirinya menggunakan selimut, ia pergi ke kamar mandi merenungi apa yang telah terjadi, ia tidak ingat apa yang terjadi semalam, seingatnya semalam ia makan malam dengan ghaisan namun ghaisan pergi ke toilet dan meninggalkannya, setelah itu dia tidak mengingat apa pun lagi, ia pun memakai pakayannya sambil menangis, ia membenci dirinya karna berpikir bahwa ia telah menghianati ghaisan, setelah memakai pakayan lengkap ayla mengambil ponselnya yang tergeletak di meja, ia pergi meninggalkan haidar sendiri di kamar hotel dan kembali ke rumah, ia masuk ke kamar dan melihat selembar kertas di atas meja rias


‘ Maaf kan aku sayang, aku harus pergi sekarang, maaf karna aku harus meninggalkanmu sendiri di hotel di tengah makan malam romantis kita’


Itulah tulisan yang ayla baca, ayla memeluk surat itu sambil menangis, ia membenci dirinya karna tidak mengingat apa yang telah terjadi, tangisannya semakin keras saat ponsel ayla berdering layar ponsel itu menyala nama ghaisanku terlihat jelas, ayla ragu untuk mengangkat telponnya, ia merasa tidak sanggup bicara dengan ghaisan jika memikirkan apa yang sudah ia lakukan, ayla begitu takut akan kehilangan ghaisan untuk selamanya, penghianatan itu tidak hanya akan melukai ghaisan tapi juga menghancurkan pernikahannya, itu lah yang ayla pikirkan.