
Zhouyou meradang. Hasil penyelidikan membuktikan bahwa rencana pertunangan Putra Mahkota dengan Hanna memang telah tersebar luas di kalangan pekerja Istana. Seorang pelayan rupanya tanpa sengaja telah mendengar percakapan di antara para menteri saat mereka sedang mendiskusikan persiapan yang perlu mereka lakukan untuk pengumuman pertunangan ini. Pelayan tersebut dengan girang bercerita pada pelayan lainnya dan pelayan ini kemudian bercerita pada pelayan lainnya lagi. Begitulah gosip menyebar dari satu pelayan ke pelayan lainnya hingga akhirnya sampai di telinga pegawai yang bekerja di Biro Kepegawaian Jiuling. Dari sana sudah bisa ditebak bahwa gosip itu menyebar luas dengan kekuatan penuh dan menjadi sensasi di tengah masyarakat Kerajaan Langit. Dengan murka Zhouyou hampir memerintahkan untuk menghukum semua pelayan yang ikut menyebarluaskan gosip tersebut termasuk juga menghukum Chen Jiuling. Namun Sirrian dan Tarli menghentikannya.
"Kau tidak bisa menyalahkan Jiuling karena ada pegawainya yang bermulut ember. Jiuling hanya seorang wanita yang harus berhadapan dengan masyarakat yang penuh rasa ingin tahu. Jiuling sendiri memiliki aturan ketat mengenai pegawai yang membuka rahasia klien dan telah memecat semua yang terlibat. Lagipula pertunangan Putra Mahkota dan Hanna bukanlah aib yang harus disembunyikan, namun berita bahagia yang layak dirayakan." ucap Sirrian mengingatkan.
"Yang perlu kita cari adalah otak di belakang kejadian ini. Kalau benar pertunangan ini adalah alasan yang mendasarinya, berarti besar kemungkinan seseorang sedang mengincar kursi putri mahkota." ucap Tarli. Mendengar hal ini, Zhouyou termangu. Ini adalah dugaan yang sama dengan dugaan yang dibuat Baozhu, namun sulit bagi Zhouyou untuk mempercayainya.
Selama berjuta-juta tahun berdirinya kerajaan langit, intrik politik seperti perebutan tahta tidak pernah terjadi sebelumnya walaupun hal serupa biasa terjadi pada bangsa Tarli dan Sirrian. Zhouyou selalu merasa bangga bahwa bangsanya menjadi suri tauladan yang luar biasa di Sirria karena selalu jauh dari ambisi dan keserakahan duniawi. Namun apabila benar Hanna adalah korban dari upaya perebutan tahta, maka untuk pertama kalinya dalam sejarah, reputasi bangsa langit ternoda. Siapapun pelakunya, begitu ditemukan, kepala mereka akan langsung terpisah dari tubuhnya saat itu juga! Begitu sumpah yang dibuat oleh Zhouyou. Zhouyou hanya berharap Aisha tidak akan mendengar mengenai masalah ini, setidaknya sampai Putra Mahkota dilahirkan.
"Mengincar posisi Putri Mahkota? Aku tak bisa membayangkan anggota keluarga Bao memiliki pemikiran kearah sana." Ucap Zhouyou menyuarakan keraguannya, membuat Sirrian dan Tarli saling berpandangan.
"Tak harus keluarga Bao. Anggota keluarga kita tidak melulu terdiri dari garis keturunan Bao dan klan Naga. Kita juga memiliki relasi melalui pernikahan dengan keluarga Qu lainnya dan di negeri ini ada beberapa keluarga Qu yang sangat terpandang dan berkuasa karena kekayaan mereka." Jawab Tarli dengan tenang.
"Apabila meninjau kembali sejarah Qu, kau tidak bisa memungkiri bahwa hal seperti kekuasaan atas seluruh Sirria mungkin diimpikan oleh salah satu atau lebih dari mereka." Jelas Sirrian. "Aku tidak ingin berprasangka karena aku bukan Tarli yang kejam dan tidak tahu malu..."
"Hei!!!" sergah Tarli, namun Sirrian mengabaikannya.
"Namun kau tidak bisa mengabaikan masalah ini begitu saja." lanjut Sirrian lagi. Zhouyou termangu. Selama berjuta-juta tahun mereka menghindari konflik kekuasaan dengan mengatur agar posisi-posisi penting dalam kerajaan hanya boleh dikuasai oleh para bangsawan dan memastikan bahwa orang yang berhak memiliki gelar bangsawan hanyalah keturunan langsung keluarga Bao dari pihak ayah. Hal ini membuat keluarga Bao menjadi satu-satunya pemegang kekuasaan mutlak atas Kerajaan Langit. Adalah masuk akal apabila kemudian posisi Putri Mahkota menjadi sebuah tujuan untuk dikejar oleh manusia-manusia serakah dan tamak, karena satu-satunya cara orang luar memegang kekuasaan di Negeri Langit adalah dengan menjadi seorang Ratu. Apakah keluarga ibunya memiliki ambisi ini? Bagaimana dengan keluarga neneknya? Semakin dipikir, semakin membuat Zhouyou sakit kepala.
Zhouyou bukannya tidak pernah memikirkan kemungkinan ini namun ia merasa sulit meyakininya. Tetap saja kali ini Zhouyou harus menerima saran Sirrian dan Tarli demi masa depan mereka semua. Zhouyou siap memegang gelar Raja terzalim dalam sejarah Sirria apabila dugaan ini terbukti, karena ia akan membunuh mereka semua beserta seluruh anggota keluarganya agar tak akan ada akar kebencian yang tersisa untuk menghantui mereka!
***
4 hari yang lalu Xuli membawa seorang peramal langganannya menuju Pulau Bunga dan menyamar menjadi pegawai baru di Biro Kepegawaian Jiuling dengan menggunakan informasi yang diperolehnya dari Tang Soo. Awalnya aksinya berjalan lancar. Mereka berhasil memasuki Pulau Bunga dengan mudah dan bertemu langsung dengan Dewi Bunga yang nyaris tidak pernah muncul di hadapan publik.
Xuli sudah banyak mendengar gosip tentang Dewi Bunga. Ada yang bilang bahwa kecantikan Dewi Bunga sangatlah luar biasa sehingga tak ada satu wanita pun yang bisa menandinginya. Namun ada pula yang mengatakan bahwa Dewi Bunga adalah wanita yang sangat tidak menarik sehingga membuat seluruh Pulau Bunga merasa malu, lalu memutuskan untuk menutupi wajahnya dengan cadar dan mengurungnya dalam Pulau Bunga, agar tak seorangpun dapat menghina pulau yang terkenal hanya dihuni oleh wanita-wanita jelita tersebut. Pada umumnya orang lebih mempercayai gosip yang terakhir daripada yang pertama sehingga Xulipun menaruh harapan yang besar pada kebenaran gosip tersebut. Itulah sebabnya ia merasa bagai terhempas dari jurang yang tinggi ketika pertama kali bertemu langsung dengan Dewi Bunga.
Dewi Bunga ternyata memang sangat menawan. Bahkan dengan cadar menutupi wajah, kecantikannya sungguh tidak dapat dipungkiri. Dewi Bunga bertubuh tinggi dan ramping dengan lekukan-lekukan lembut di tempat-tempat yang tepat. Rambut hitamnya yang panjang dan berkilau kebiruan terlihat layaknya sutra dengan kualitas terbaik. Kulitnya yang putih seindah mutiara. Tak ada satu orangpun yang bisa mengabaikan kemolekannya karena sosoknya mengeluarkan aura kecantikan yang luar biasa yang bisa melelehkan hati siapapun yang melihatnya, bahkan Xuli sekalipun! Setiap kali ia berjalan, serumpun bunga akan tumbuh dari jejak tapak kakinya dan tubuhnya menguarkan wangi samar yang membuat orang yang menciumnya tak bisa memalingkan diri. Belum lagi suaranya yang terdengar begitu merdu membelai siapapun yang mendengarnya. Sungguh layak untuk memperoleh sebutan Dewi Bunga.
Namun layak menjadi seorang Dewi bukan berarti ia layak menjadi seorang Ratu! Tak perduli seberapapun cantiknya dia, Dewi Bunga hanyalah seorang wanita yang tak jelas asal-usulnya dan beruntung diangkat anak oleh Baozhu karena kemampuan sihirnya. Dibandingkan dirinya, bahkan bila dibandingkan dengan Putra Mahkota sekalipun, Xuying memiliki derajat yang lebih tinggi karena ia merupakan keturunan Qu yang berdarah murni!
Tak ada seorangpun yang dapat menyangkal bahwa Qu adalah bangsa terhebat di alam semesta. Kalau tidak mana mungkin Qu mampu meningkatkan kualitas hidupnya sehingga menjadi masyarakat immortal yang tak terkalahkan? Kalau tidak mana mungkin Qu bisa menguasai banyak planet rendahan di alam semesta untuk dijadikan sumber pendapatan tambahannya! Kalau bukan karena orang-orang bodoh yang selalu berusaha untuk merubah gaya hidup Qu dengan alasan kemanusiaan, maka peperangan tidak akan terjadi dan Qu masih akan utuh berputar di porosnya dengan aman sentosa. Karena keyakinan inilah Xuli merasa bahwa Xuying lebih pantas menjadi Putri Mahkota dan calon Ratu yang berikutnya.
Selain itu, posisi seorang Ratu hanya pantas bagi seseorang yang terpelajar dan berbudaya seperti Xuying. Bukan seorang wanita yang memakai baju katun yang sudah tua serta sederhana, memanggul keranjang rotan dan menggendong 2 ekor kelinci memasuki hutan, layaknya orang kampung yang hendak pergi berladang. Perempuan itu hanya akan mempermalukan rakyatnya apabila sungguh-sungguh diangkat menjadi ratu! Berdasarkan pemikiran inilah, walaupun sempat terguncang pada penampilan Dewi Bunga, Xuli tetap melanjutkan misinya.
Ia menyuruh peramal yang dibawanya untuk mengikuti Dewi Bunga sementara Xuli mengalihkan perhatian Lady Desember dengan berbagai pertanyaannya. Ia berharap sang peramal akan membawa, paling tidak informasi mengenai takdir sang Dewi dengan membaca garis tangannya. Namun secara mengejutkan, peramal tersebut kembali dengan wajah linglung dan mengatakan bahwa ia tidak dapat melihat apapun pada diri sang putri sehingga pertanyaan Xuli belum juga terjawab.
Mengapa Dewi Bunga hidup terisolasi di Pulau Bunga? Mengapa wajahnya ditutupi dengan cadar? Apa benar seperti gosip lain mengatakan, bahwa ia memiliki luka mengerikan di wajahnya yang membuatnya tampak mengerikan? Tapi apabila itu benar tidak mungkin sang Raja akan menjodohkan Putra Mahkota dengan Dewi Bunga kan? Semua pertanyaan pertanyaan yang tidak terjawab ini dan semua gosip yang beredar itu membuat kepala Xuli sakit karena kesal.
Aku akan melakukan apapun untuk menyingkirkanmu, Dewi Bunga! Janji Xuli dalam hati.
Copyright @FreyaCesare