
Malam telah larut. Hanna sudah tertidur dengan nyenyaknya dalam pelukan Aisha di kamarnya. Tapi anak-anak Baozhu yang lainnya sedang memenuhi kamar ibu mereka. Mereka sedang membahas kejadian siang tadi.
"Sejak kapan Hanna bisa berkomunikasi dengan Chimera?" Tanya Jendral Bao Yi Rang.
"Menurut Hanna, bukan dia yang bisa bicara dengan Chimera, tapi Chimeralah yang berbicara padanya." Adonis mengulang kembali kata-kata Hanna.
"Itu berarti sebenarnya Chimera memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kita namun sebelum ini tidak pernah berusaha melakukannya?" Tanya Bao Chen Yang. Yang lain menganggukan kepala.
"Tidak banyak yang kita ketahui tentang Chimera sejak awal kemunculannya. Keganasan mereka serta perilaku mereka yang selalu menyembunyikan diri membuat para peneliti mengalami kesulitan untuk mempelajarinya." ucap Serrian.
"Ibu, apa benar Chimera tidak terdaftar dalam list hewan yang engkau kembangkan?" Tanya Yi Rang pada Baozhu. Baozhu mengangguk mengiyakan.
"Benar. Chimera bukanlah bagian dari program rekayasa genetik yang aku lakukan. Semua hewan dan tumbuhan yang ada di planet ini, pada suatu masa adalah hewan dan tumbuhan asli planet lain. Setelah melakukan berbagai eksperimen, aku akhirnya mampu membuat mereka tumbuh dan berkembang biak secara mandiri di planet ini. Chimera bukanlah salah satu dari mereka." Baozhu menjelaskan.
"Chimera pertama kali muncul 900.000 tahun yang lalu di Terra. Waktu itu 2 ekor Baqu menculik seorang anak Tarli ketika sedang bermain sendirian di tempat yang jauh dari pemukiman. Awalnya banyak yang menduga bahwa Baqu adalah alien dari planet lain yang menyusup ke dalam Sirria dengan diam-diam. Namun setelah itu diketahui bahwa tingkat kecerdasan mereka hanya berbeda sedikit dengan seekor kera. Kemudian Chimera-chimera dalam bentuk yang berbeda mulai bermunculan. Sayangnya tidak banyak penelitian bisa dilakukan karena tidak banyak Chimera yang bisa ditangkap dan diteliti." Sirrian menambahkan.
"Apabila Chimera bukan hewan hasil rekayasa genetik, lalu mereka itu apa, ibu?" Tanya Yi Rang lagi.
"Kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa Chimera merupakan hewan asli planet ini."
"Apakah itu mungkin?" Tanya Yi Rang lagi.
"Kenapa tidak? Dahulu saat pertama kali kami sampai di Sirria, kami menemukan jejak-jejak peradaban di sana-sini. Sayangnya peradaban tersebut telah musnah. Alam Sirria yang gersang bisa jadi menjadi penyebab utama kehancuran peradaban tersebut. Namun mungkin saja di suatu tempat masih tersimpan jejak-jejak genetik yang kemudian membentuk kehidupan setelah semua yang dibutuhkan untuk hidup tersedia kembali di planet ini."
"Jadi menurut ibu merekalah sebenarnya penghuni asli planet ini?" Tanya Chen Yang.
"Itu adalah sebuah asumsi, ya. Tapi perlu penelitian lebih jauh untuk membuktikannya." Jawab Baozhu.
"Bagaimana denganku, ibu?" Tanya Hazrat.
"Mengapa dengan dirimu?" Tanya Baozhu, sambil tersenyum.
"Ide yang mengatakan bahwa aku, Adonis maupun Hanna terlahir dari ketiadaan adalah sesuatu yang absurd. Bagaimana aku bisa tercipta dari ketiadaan sementara yang lainnya dilahirkan oleh seorang ibu?"
"Ck ck ck. Kakak, itu karena aku adalah Adonis. Aku tidak memerlukan cara biasa untuk bisa ada di dunia ini. Logika tidak bisa kau aplikasikan dalam menilai penyebab keberadaanku." sahut Adonis. Hazrat menggeleng-gelengkan kepalanya, sedangkan yang lainnya tersenyum geli.
"Walau terdengar menggelikan, namun menurutku, kata-kata Adonis ada benarnya." Ucap Baozhu. "Logika yang kita gunakan bahwa untuk menciptakan seorang anak diperlukan 1 set orangtua, adalah berdasarkan logika dan pengetahuan yang diadopsi dari Qu. Aku dan Baotu membawa bukan hanya teknologi, tapi juga adat istiadat dan pola pikir Qu ke Planet ini. Itu bisa dilakukan karena peradaban, pengetahuan dan teknologi yang pernah ada di planet ini sudah musnah. Tapi bagaimana kalau sebenarnya Sirria memiliki cara yang berbeda dalam mengembangkan kehidupan?"
"Jadi maksud ibu, besar kemungkinannya bahwa di Sirria dahulu kala, seorang bayi tidak memerlukan orangtua untuk bisa lahir ke dunia?" Tanya Sirrian memastikan. Baozhu mengangguk.
"Kalau begitu, bukankah itu berarti anak-anak yang terlahir dari ketiadaan adalah ras yang sama sekali berbeda dengan warga negeri langit?" Tanya Bao Chen Yang.
"Aku tidak tahu penyebabnya bagi Hazrat dan Hanna, tapi kalau Adonis sih jawabannya sudah jelas; karena dia memang aneh." Ejek Tarli. Adonis hanya tersenyum dan memberikan ciuman jauhnya sebagai balasan.
"Qu's diberkahi oleh inteligensi yang tinggi. Namun pengetahuanlah yang telah memberi Qu's umur yang panjang dan teknologilah yang telah memberi Qu's kekuatan. Tanpa teknologi, Qu's tidak mungkin bisa hidup dengan baik di Sirria. Karena tanpa teknologi, Qu's hanyalah mahluk yang rapuh dan tidak berdaya. Hal ini sangat berbeda dengan anak-anak yang tercipta dari ketiadaan. Kekuatan yang dimiliki oleh anak-anak ini berasal dari dalam diri mereka sendiri. Kekuatan tersebut tak membutuhkan dukungan teknologi untuk berkembang, dan akan tetap ada, bahkan ketika teknologi menghilang dari Sirria."
"Bagaimana dengan hasil pemeriksaan DNA mereka? Apakah ada perbedaan antara mereka dengan Qu's?" Tanya Sirrian.
"Sedikit. Mereka memilliki beberapa extra kromosom yang tidak ada dalam DNA Qu's. Bukan hanya itu, Hasil Brain Scan menunjukan bahwa mereka memiliki 1 bagian ekstra di daerah frontal Lobe yang tidak dimiliki Qu's."
"Bukankah itu berarti sudah dapat dipastikan bahwa Hazrat, Adonis, Hanna dan anak-anak lainnya yang tercipta dari ketiadaan bukanlah Qu's?" Tanya Xiao Bao.
"Benar. Mereka bukan Qu's." Jawab Baozhu. "Mereka adalah Sirria."
"Kalau begitu berarti mereka adalah dewa dan dewi Sirria yang sesungguhnya." Cetus Tarli.
"Apakah kami perlu memasang altar pemujaan bagimu, kak?" Tanya Xiao Bao, menggoda Adonis.
"Kalau begitu aku mau yang dibuat dari emas dan berlian dengan karat terbaik ya." Jawab Adonis.
"Sejak kapan Ibu tahu semua ini?"
"Sejak Hazrat ditemukan."
"Sudah begitu lamanya. Mengapa Ibu tidak pernah memberitahu kami?"
"Itu karena Aku egois. Begitu aku dan Baotu melihat Hazrat, yang kami inginkan hanyalah untuk melindungi dan mencintainya sebagai anak kami sendiri. Kami tak bisa membiarkan Hazrat hidup seorang diri tanpa keluarga. Kami ingin Hazrat memiliki kehidupan yang normal seperti anak-anak lainnya. Yah, walaupun aku tidak bisa mengatakan bahwa kehidupanku bersama Hazrat kecil adalah normal; kalian pernah dengar dengan semua kekacauan yang dibuatnya saat kecil kan? Tidak ada yang normal mengenai hal itu." Kalimat ini membuat semua orang tertawa. "Tapi setidaknya aku bisa memberikan masa kecil yang bahagia untukmu, nak." Kalimat ini ditujukan langsung oleh Baozhu kepada Hazrat. Hazrat mendaratkan kecupan ke pipi ibu angkatnya dengan tersenyum lebar.
"Masa kecilku penuh dengan kebahagiaan, ibu. Untuk itu aku sangat berterimakasih padamu dan ayah." kata Hazrat.
"Apakah mungkin itu sebabnya Chimera bersedia berkomunikasi dengan Hanna? Karena Hanna juga penghuni asli Sirria?" Tanya Tarli tiba-tiba.
"Tapi aku tidak mendengar apapun saat Hanna bicara dengan Spoutfire." Kilah Adonis.
"Aku juga tidak." Kata Hazrat.
"Mungkin itu adalah suatu kemampuan yang khusus hanya milik Hanna. Hanna masih kecil. Masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang dirinya. Mungkin ia bukan hanya mampu mengendalikan tanaman, namun juga mampu mengendalikan hewan." Kata Sirrian. Tentu saja, hanya waktu yang dapat menjawabnya.
Copyright @FreyaCesare