Flower Of The Dragon

Flower Of The Dragon
Dragon's Big Sister



36 jam sebelum pernikahan Zhouyou, Hanna dipanggil Sirrian ke Infirmary. Saat itu Hanna sedang mengeksplorasi taman Istana bersama Xiao Bao, Jaaz, Xiam dan Raagh yang duduk nyaman dalam tas selempangnya. Mendengar panggilan Sirrian, Jaaz langsung mengangkat Hanna ke atas punggungnya dan membawanya melintasi taman langsung menuju Infirmary, diikuti oleh yang lainnya. Jaaz kemudian mengangkat Hanna dan meletakkannya ke atas jendela yang terbuka sehingga Hanna bisa masuk ke dalam Infirmary, disusul oleh Xiao Bao di belakangnya, sementara Jaaz dan Xiam menunggu di depan jendela.


Waktu itu Adonis, Tarli, Rowena dan Hazrat sudah berada di dalam Infirmary bersama Sirrian, sedang berkerumun di depan kotak telur Naga Zorex. Ketika Hanna dan Xiao Bao menyelinap di antara mereka, mereka melihat bahwa bagian atas cangkang telur Naga sudah bolong dan retak-retak. Dari lubang yang terbuka, sebuah moncong berwarna merah muncul dan mengistirahatkan diri di sisi lubang. Hanna langsung ber "Aaaaaah" dengan bahagia.


diperlukan sekitar 15 menit sampai akhirnya seluruh tubuh sang Naga muncul sepenuhnya setelah seluruh cangkangnya terbelah. Naga itu sangat mungil. Mungkin ukurannya hanya separuh ukuran tubuh Raagh. Ia adalah miniatur dari Zorex, identik sampai ke permata berwarna merah darah yang tertanam di tenggorokannya, namun dalam penampilan yang tampak tidak menyeramkan sama sekali. Kedua matanya masih tertutup rapat dan kaki-kakinya nampaknya belum mampu menopang tubuhnya.


Sirrian kemudian memindahkan bayi Naga tersebut kedalam inkubator. Kemudian dengan ahli menusuk 1 sisi paha sang bayi naga dengan alat suntik mungil untuk mengambil sedikit sampel darahnya. Setelah melakukan pemeriksaan selama 10 menit, dengan senang Sirrian mengumumkan bahwa bayi Naga itu, yang ternyata berjenis kelamin wanita, 99% dapat dipastikan sebagai saudara kandung Hanna. Berita ini menghantam Hanna dengan segala rasa campur aduk yang tidak dapat ia jelaskan. Namun 1 hal yang pasti,  Hanna dikuasai oleh kebahagiaan. Pemikiran bahwa akhirnya ia memiliki 1 orang yang terlahir dari orang tua yang sama dengannya membuat Hanna merasa melayang-layang diatas awan. Walhasil ia menghabiskan 20 jam berikutnya menempelkan wajahnya pada kaca inkubator, sampai kemudian si bayi Naga pelan-pelan membuka mata dan berdiri diatas kakinya sendiri. Mata besarnya yang sayu memandang langsung pada Hanna. Sirrian yang berdiri di sebelah Hanna terkekeh.


"Apabila ia berwujud manusia, matanya itu pasti telah memikat banyak hati." komentar Sirrian. "Siapa namanya, Hanna?" Tanyanya lagi.


"Aspixia." Sahut Hanna pelan. Senyum mengembang lebar di balik cadarnya.


"Nama yang pantas." Sahut Sirrian. "Aspixia dan Zorex pasti bahagia dengan nama itu."


"Apa menurut kakak begitu?" Tanya Hanna.


"Tentu saja."


Karena Zhouyou terlihat begitu sibuk, tak seorangpun berpikir untuk memberitahu Zhouyou tentang Aspixia. Pada pagi di hari pernikahan Zhouyou, Baozhu memberikan sebuah pita leher mungil berwarna biru yang kemudian diikatkan Hanna ke leher Aspixia. Kemudian Hanna meletakkan Aspixia ke dalam keranjang cantik berlapis busa dan beludru pemberian Rowena dan membawa sang bayi Naga ke upacara pernikahan Zhouyou. Raagh yang tak mau kalah, ikut masuk ke dalam keranjang sehingga ketika upacara berlangsung, Aspixia dan Raagh tertidur dengan nyaman dalam kehangatan tubuh satu sama lainnya.


Hari sudah malam ketika akhirnya Aspixia sampai ke tangan Zhouyou dan Ashia. Mata keduanya terbelalak lebar melihat Aspixia berdiri dengan bangga diatas kedua kakinya sendiri dan balik memandang pada mereka. Aspixia terbukti sebagai Naga yang pemberani dan penuh rasa ingin tahu. Ketika Ashia mengulurkan telapak tangannya ke dekat Aspixia, bukannya menghindar, Aspixia malah memanjat naik dan bertengger di telapak tangan Ashia dengan tenang. Matanya mengerjap-ngerjap senang ketika Ashia membelai-belai kepalanya dengan tangannya yang satu lagi.


"Apakah ia sudah bisa berbicara?" Tanya Ashia. Hanna menggeleng. Tidak. Seperti bayi kebanyakan, ia masih belum bisa berbicara. Suara yang dikeluarkannya hanyalah kata-kata tanpa makna.


"Apakah ia sudah bisa mengeluarkan api?" Tanya Ashia lagi yang kembali dijawab Hanna dengan gelengan. Aspixia yang mengamati Hanna, kemudian ikut menggeleng.


"Aspixia, kau menggemaskan sekali!" puji Ashia dengan gemas.


"Aku penasaran bagaimana wajahnya bila berubah wujud sebagai manusia." ucap Zhouyou.


"Tentu saja mirip Hanna. Ia seharusnya kan saudara kembarnya Hanna." Jawab Ashia. Hanna mengangguk-angguk. Pasti menarik melihat seseorang dengan wajah yang mirip dengan dirinya. Apa wujud Naganya seharusnya mirip Aspixia?


"Apa ia bisa berubah wujud menjadi manusia?" Tanya Zhouyou.


"Belum tahu. Sejauh ini ia hanya berwujud Naga saja." Jawab Hanna.


"Apabila ditinjau berdasarkan kebencian Zorex pada perilaku bangsanya yang ingin membuang wujud Naga mereka, kupikir apabila mungkin, Zorex pasti tidak akan membiarkan Putrinya berubah wujud menjadi manusia." Sahut Sirrian.


"Tapi Hanna berwujud manusia." sanggah Ashia.


"Kurasa sejak awal Hanna sudah terlahir dalam wujud manusianya. Jangan lupa, ibu mereka adalah Naga yang sudah kehilangan wujud Naganya. Maka sangatlah mungkin bahwa salah satu keturunannya lahir dalam wujud manusia." Jawab Sirrian.


"Tapi mungkin saja Aspixia bisa berubah jadi Naga apabila ia tahu caranya." Ucap Adonis sambil ujung jari telunjuknya menyentuh ujung moncong mungil Aspixia. "Masalahnya tak ada satu Nagapun disini yang bisa mengajarinya."


"Dia punya banyak waktu untuk mencari cara itu sendiri kelak." Sahut Sirrian. Sirrian memandang Zhouyou, ingin mengatakan sesuatu, namun setelah melirik Ashia yang masih asyik memandangi Aspixia, ia membatalkannya. Sebagai gantinya ia malah bertanya.


"Berlibur?" ulangnya.


"7 hari. Dimulai dari malam ini." Zhouyou tersenyum lebar saat menjawabnya.


"Tunggu dulu, memangnya kita akan berlibur?" Tanya Ashia. sebelah tangannya berhenti membelai kepala Aspixia. Akibatnya sang Naga yang belum puas menangkap tangan yang sekarang tergeletak di atas meja tersebut dan mendorongnya sekuat tenaga agar terangkat kembali ke kepalanya. Hanna dan Xiao Bao yang melihat perilakunya, tersenyum lebar.


"Kita akan berangkat ke Wisma Utara milik nenek dan akan tinggal disana selama 7 malam dan 7 hari." Jawab Zhouyou.


"Kenapa aku tidak tahu itu?" Protes Ashia.


"Kejutan?" Jawab Zhouyou asal, membuat Ashia memicingkan matanya karena kesal. Tangannya yang masih juga tidak merespon keinginan sang Naga karena perhatiannya sedang sepenuhnya tercurah pada Zhouyou, kini ditendang dengan kesal oleh Aspixia, yang hanya membuat Ashia mengangkat tangannya sedikit, lalu meletakkannya kembali ke atas meja. Melihat masih tak juga ada respon dari Ashia, Aspixia tiba-tiba menerjang tangan tersebut, memeluknya dengan kedua tangan atau kaki depannya,  menggigiti kulit lembut dipunggung tangan Ashia, serta menendangi tangan tersebut dengan kedua kaki mungilnya, persis perilaku seekor anak kucing yang sedang gemas. Hanna dan Xiao Bao langsung tergelak melihatnya, sementara Ashia yang tersadar karena rasa sakit yang dihasilkan oleh gigi-geligi sang Naga, turut tersenyum geli.


"Sepertinya Kuil Langit akan menjadi semakin ramai dengan kedatangan Aspixia." komentar Sirrian sambil tersenyum. Ia mengangkat Aspixia dan meletakkannya ke atas bahunya. Aspixia bertengger disana dengan bahagia.


"Kuil Langit? Apa kau akan membawanya pulang?" Tanya Ashia.


"Tentu saja." Sahut Sirrian.


"Tapi bukannya Zorex meminta Zhouyou untuk melindungi Aspixia?" Sanggah Ashia.


"Zorex memang meminta Zhouyou untuk melindungi Aspixia. Namun ia menitipkan Aspixia pada Hanna untuk dirawat. Itu artinya Aspixia akan ikut dengan Hanna sebagai walinya yang sah. Dan Zhouyou sebagai Raja Langit berkewajiban melindungi keberadaan Aspixia secara hukum." Ucap Adonis.


"Kapan kalian semua akan pulang?" Tanya Zhouyou.


"Besok." Sahut Sirrian.


"Itu berarti, saat kami kembali, kalian semua sudah tidak ada disini?" Tanya Ashia sedih. Ashia menarik Hanna dan memeluknya erat.


"Aku akan merindukanmu." Ucapnya sentimentil. Tersenyum geli, Hanna menepuk-nepuk punggung Ashia untuk menenangkannya.


"Kakak selalu bisa datang kapanpun kakak mau kan." Hibur Hanna. Tapi Zhouyou menggelengkan kepalanya.


"Tidak akan semudah itu." Sahut Adonis.


"Atau kami selalu bisa berkunjung kemari kapan saja." ucap Hanna, tapi lagi-lagi Zhouyou menggelengkan kepalanya.


"Kau tidak boleh meninggalkan Kuil Langit atau Pulau Bunga kecuali emergency." Adonis menerjemahkan gelengan kepala Zhouyou.


"Lagipula, setelah hari ini, kupikir kau tidak akan punya waktu untuk merindukan Hanna atau Aspixia, karena Zhouyou akan selalu membuatmu sibuk." Goda Adonis, membuat wajah Ashia memerah dan Zhouyou tersenyum geli.


Hari ini Zhouyou merasa kebahagiaannya sangat sempurna. Dunia kembali damai, Kuil Langit memperoleh 1 lagi anggota baru yang menggemaskan dan Ashia telah menjadi istrinya. Kurang apa lagi?


Copyright @FreyaCesare