Flower Of The Dragon

Flower Of The Dragon
Pernikahan Sang Raja Langit



Hari-hari berikutnya Istana Langit disibukkan dengan persiapan pernikahan Raja Langit. Berbagai persiapan dibuat, banyak undangan dikirimkan dan kediaman khusus bagi sang Raja di renovasi secara besar-besaran. Para dewa dan Dewi, serta warga Kerajaan Langit lainnya dari berbagai penjuru planet dengan suka cita mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna menghadiri perjamuan pernikahan yang dilakukan secara besar-besaran di Istana Langit.


Berbagai hadiah dikirimkan sehingga memenuhi setiap penjuru hall dan juga gudang istana. Sebagian yang berupa permata dan logam mulia diantarkan terlebih dahulu menuju ruang kerja Zhouyou untuk diseleksi sebelum dipindahkan ke brankas raksasa tempat keluarga kerajaan meletakkan benda-benda berharga mereka. Saat benda-benda itu berada dihadapannya, Zhouyou hanya memandang dengan bosan, lalu meminta asistennya untuk memanggil neneknya,  ibunya dan Bao Yue, guna mengambil alih tugas menyeleksi.


Neneknya, istri Bao Yang, Liang Suhan, adalah putri bungsu Liang Chen, seorang Jendral Qu yang memutuskan untuk tinggal dan menjadi warga biasa di Sirria 1 juta tahun setelah Sirria berubah menjadi planet yang layak di tinggali. Sementara itu Ibunya, Xu Menglun, adalah cucu kesayangan Xu Ming, sahabat karib Baotu yang juga ikut pindah ke Sirria bersama Liang Chen. Keduanya adalah wanita-wanita anggun yang terpelajar di bidang teknologi dan biologi, seperti juga ayah dan kakek mereka. Pernikahan mereka kedalam keluarga Bao terjalin lewat perjodohan. Untungnya tak ada satupun yang berkeberatan dan kemudian malah menjadi pasangan yang saling mencintai satu sama lainnya. Hanya saja nenek dan ibu Zhouyou bukanlah orang-orang yang perduli dengan pemerintahan sehingga tidak pernah melibatkan diri dalam pengambilan keputusan mengenai urusan kenegaraan. Untung saja keduanya tidak protes karena dipaksa untuk meninggalkan lab yang sangat mereka cintai demi mengurus pernikahan Zhouyou, sementara Zhouyou sendiri kembali mengubur kepalanya ke dalam laporan-laporan kenegaraan yang sedang dibacanya dengan giat guna mengalihkan pikirannya dari rasa rindu pada Ashia.


Tentu saja perilakunya ini membuat asistennya merasa bahagia mengingat Zhouyou biasanya lebih suka mengabaikan pekerjaan tersebut sehingga sampai bertumpuk banyaknya. Walhasil, hanya dalam beberapa hari, seluruh permukaan meja kerja Zhouyou sudah bersih dari laporan kenegaraan. Kehabisan pekerjaan, Zhouyou mencari Hanna dan menuntut untuk diajari bahasa Naga.


Minat Zhouyou ini disambut baik oleh Adonis dan Rowena yang kemudian ikut bergabung dengan Zhouyou mendengarkan pelajaran dari Hanna yang dimulai setiap jam 3 sore sampai jam 6. Di hari ketiga kelas bahasa Naga milik Hanna dibuka, Xiao Bao, Hazrat dan Sirrian turut bergabung sebagai murid, sementara Ashia turut berpartisipasi melalui video call. Hanna yang awalnya merasa bingung harus mengajari bahasa Naga dengan cara bagaimana, akhirnya menjadi terbiasa dan menikmati perannya dengan bahagia.


Akhirnya hari pernikahanpun tiba. Seluruh istana telah dihias dengan sangat indah. Tamu-tamu dari jauh telah berdatangan sejak kemarin, sementara mereka yang tinggal tak jauh dari Istana, memenuhi aula dengan wajah berseri-seri. Makanan untuk perjamuan telah ditata diatas meja-meja. Jumlahnya yang berlimpah sangat memanjakan mata sementara rasanya yang lezat membuat semua tamu berdecak memberikan pujian. Dikamar masing-masing, Zhouyou dan Ashia sedang mematut diri di hadapan cermin besar yang menampilkan seluruh tubuh mereka.


Di bagian lain istana, Ashia yang sedang mematut diri dihadapan cermin besar malah mencebikkan bibirnya. Ia sedang mengenakan gaun pengantin resmi kerajaan berwarna merah membara yang berhiaskan permata-permata berwarna oranye yang begitu berkilauan  sehingga memberi kesan gaunnya sedang terbakar dalam api. Gaun tersebut berlengan panjang dan memiliki ekor yang sangat panjang sehingga menyapu lantai sejauh 4 meter dan terasa sangat berat. Kakinya yang panjang dan ramping dihiasi sebuah sepatu perak bertahtakan berlian yang berkilau dengan hak yang sangat tinggi, membuat Ashia ingin melemparkannya jauh-jauh begitu pertama kali melihatnya. Ashia bisa mengenakan sepatu tinggi tapi tidak menyukainya karena mudah membuat telapak kakinya terasa sakit dan lelah.


Rambut Ashia ditata membentuk sebuah sanggul indah di belakang kepalanya sementara sebuah mahkota keperakan mungil dengan sebuah batu permata besar berwarna merah berbentuk air mata yang berkilauan menghiasi kepalanya. Wajahnya hanya dihias tipis demi memberikan aura kesegaran dan kesucian seorang pengantin. Kupingnya dihiasi sepasang batu permata merah yang merupakan versi lebih mungil dari batu permata yang terdapat di mahkotanya, sedangkan batu yang sama bentuk dan besarnya menghiasi tenggorokannya dalam sebuah ikatan kalung yang berjuntai-juntai dari bawah dagu sampai ke dada Aisha. Melihat dirinya sendiri, terbayang bahwa ia harus mengenakan semua itu sampai beberapa jam ke depan, sudah membuat Ashia merasa lelah dan merindukan seragam Jenderalnya. Ashia berjanji dalam hati bahwa ini adalah satu-satunya dan terakhir kalinya ia membiarkan dirinya didandani dan diperlakukan bagai boneka. Kelak di kemudian hari, ia akan menyingkirkan semua atribut berat dari pakaian resmi kerajaannya atau apabila mungkin malah mengenakan seragam militernya yang ringan dan nyaman. Namun khusus untuk hari ini, Ashia akan mengalah. Dalam beberapa jam lagi ia akan resmi menjadi permaisuri Zhouyou dan memiliki hak untuk menuntut berbagai perubahan dalam caranya berpakaian. Hal itu tentu saja tidak akan mudah, namun Ashia tidak pernah tidak memperoleh apa yang diinginkannya. Jadi Ashia yakin tidak akan ada yang sanggup menghalangi keinginannya.


Hari itu adalah hari ke 10 mereka tidak bertemu. Zhouyou sangat merindukan Ashia sampai rasanya seseorang sedang *******-***** jantungnya karena begitu menyakitkannya. Upacara pernikahan dilakukan oleh pengantin pria yang mengangkat sumpah di hadapan Ayah kedua pengantin sementara Ashia mengangkat sumpahnya di depan kedua ibu mereka, di ruangan yang terpisah, sesaat setelah Zhouyou melakukannya. Walau tidak berdiri bersebelahan, namun Zhouyou bisa melihat Ashia mengambil sumpahnya melalui layar monitor yang luar biasa besar, yang terpasang di dinding terdepan aula pernikahan. Air mata gadis itu yang menetes di atas pipinya yang indah membuat mata Zhouyou menjadi berkaca-kaca. Kemudian, ketika akhirnya Ashia diantar oleh kedua ibu mereka untuk menuju kesisinya, air mata Zhouyou jatuh, menandai rasa haru dan kebahagiaan yang memenuhi hatinya.


Dimatanya hari itu, Ashia sungguh luar biasa cantik. Ketika Zhouyou meraih  tangannya yang terulur, Zhouyou bersumpah dalam hati bahwa ia tidak akan pernah melepaskan lagi tangan tersebut, bahkan walaupun Sirria harus hancur lebur sebagai akibatnya. Ketika Zhouyou menoleh pada keluarga besarnya yang berdiri di baris paling depan, di kursi tamu, ia melihat seekor naga mungil berwarna merah sebesar separuh tubuh Raagh sedang tertidur dalam keranjang di pangkuan Hanna, bersama Raagh yang turut tertidur bersamanya, seolah tak mendengar keriuhan tepuk tangan yang bergema di seluruh penjuru ruangan.


Copyright @FreyaCesare