Flower Of The Dragon

Flower Of The Dragon
Hanna In Action



"Kakak, lakukanlah untukku!" Rengek Hanna. Xiao Bao menggeleng. "Aaah, kakak! Ayolaaaah!!!" sekarang bukan hanya merengek, Hanna memeluk pinggang Xiao Bao erat-erat sementara ia menjatuhkan dirinya ke lantai, sehingga tubuhnya bergantungan di tubuh Xiao Bao. Xiao Bao mencoba untuk bergerak namun 2 buah sulur tanaman terjulur keluar dari dalam tanah dan bergelung di pergelangan kedua kakinya, membuat Xiao Bao tidak bisa melangkah kemana-mana.


"Hanna, lepaskan aku!" Protesnya. Hanna menggeleng kuat-kuat.


"Tidak mau! Janji dulu bahwa kau akan melakukannya untukku!" tolaknya. Xiao Bao berhenti berusaha melepaskan diri dan menarik nafas panjang.


"Kenapa Hanna? Apa kau sebegitu inginnya untuk meninggalkan tempat ini?" tanya Xiao Bao.


"Tentu saja tidak! Aku sangat suka disini."


"Lalu mengapa kau ingin Zhouyou segera menikah?"


"Kakak, kau lupa ya? Begitu aku cukup umur, aku harus kembali ke Pulau Bunga. Aku tidak lagi bisa tinggal disini bersama semuanya."


"Kau tidak suka tinggal di Pulau Bunga?"


"Aku suka di sana, tapi kalau sudah berada di sana, aku tidak akan bisa kemana-mana. Aku akan terkurung di sana sampai Paman Zhouyou menjemputku. Aku ingin melihat dunia! Bukan diam di tempat seperti sebuah tiang yang tidak bernyawa." Xiao Bao duduk berjongkok sehingga Hanna terpaksa melepaskan pinggangnya.


"Tapi Hanna, setelah menikah dengan pangeran maka kau akan terkurung di istana. Bukannya sama saja?"


"Tentu saja tidak sama!" Hanna mengulurkan sebelah tangannya dan mulai menghitung menggunakan jari. "Pertama, aku bisa melepaskan cadar ini. Kakak tidak tahu sih gimana rasa bernafas melalui cadar. Pengap dan panas! membuatku merasa terkurung dan sesak." Keluh Hanna.


"Lalu yang kedua: Walaupun terkurung dalam istana, tapi istana adalah tempat dimana banyak orang dari penjuru dunia berdatangan. Pasti akan banyak hal baru dan orang baru yang menarik." Xiao Bao mengangguk-angguk, membiarkan Hanna meneruskan.


"Yang ketiga; siapa bilang aku akan terkurung di istana? Dengan ayah seperti paman Zhouyou, pangeranku pasti juga anak yang sangat nakal. Aku akan membujuknya untuk membawaku bertualang ke seluruh dunia. Dia pasti bersedia!"Khayalan Hanna membuat Xiao Bao menggeleng-gelengkan kepala.


"Hanna, jangan menghitung ayam sebelum telurnya menetas." Nasihat Xiao Bao.


"Aaah, kakaaaak!!!!" Rengek Hanna. Xiao Bao menarik nafas panjang.


"Baiklah."


Sementara itu di kerajaan langit, Zhouyou sedang berada di tengah-tengah rapat ketika jam tangannya berdenting menandakan ada pesan yang masuk. Rapat tersebut sedang membahas kerusakan yang terjadi di lembah Terra akibat hantaman meteor sehari sebelumnya. Untungnya tak sampai menimbulkan korban jiwa.


Pembahasan berlangsung lambat. Begitu rapat berakhir, Zhouyou langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sekretarisnya yang mengejarnya berusaha mencegah Zhouyou untuk kembali ke kamarnya karena masih ada beberapa schedule yang harus segera dilaksanakan. Namun dengan lincah Zhouyou melepaskan diri dan cepat-cepat mengunci pintu kamarnya sebelum sekretarisnya mendobrak pintu tersebut.


Mengabaikan suara ketukan dan rengekan di pintu, Zhouyou melemparkan dirinya ke atas ranjang dan menutup matanya. Ia sudah hampir tertidur ketika notifikasi pesan dari jam tangannya terdengar kembali.


"Sima, tunjukan pesan yang kuterima." Seketika itu juga sebuah layar muncul di depan wajah Zhouyou. Rupanya ia baru saja menerima 2 pesan. Pesan yang pertama datang dari Baozhu yang mengingatkannya untuk menyisihkan waktu dan mengunjungi Kuil Langit minggu ini.


Pesan kedua datang dari Hanna.


"Paman, aku membutuhkanmu! Tolong datanglah sekarang!" Kening Zhouyou berkerut heran. Ia langsung bangkit dari ranjang.


"Sima, tolong sambungkan transmisi video dengan Hanna." Perintahnya.


"Tidak bisa, yang mulia. Semua sambungan ke Kuil Langit terputus."


"Apa? Sejak kapan?"


"30 menit, 37 detik yang lalu." jelas Sima.


"Bagaimana dengan line pribadi Baozhu?"


"Tidak bisa dihubungi, yang mulia."


"Sima, kau tahu apa sebabnya?" dibutuhkan waktu 30 detik sebelum Sima menjawabnya.


"Maintenance?"


"Jadwal maintenance tenaga listrik dan komunikasi di Kuil Langit baru dilakukan kemarin. Jadi ini terjadi bukan karena maintenance."


"Terus coba untuk menghubungi Kuil Langit, Sima."


Zhouyou harus menunggu selama 30 menit sebelum suara Sima kembali terdengar.


"Jaringan komunikasi kuil langit telah terbuka. Yang mulia, ada pesan dari Lord Xiao Bao."


"Tunjukan padaku!"


Sebuah layar hologram muncul di hadapan Zhouyou. Pesan dari Xiao Bao pendek saja.


"Ada masalah disini. Hannah terluka. Sebaiknya kau datang." Tulisnya. Zhouyou memaki Xiao Bao dalam hati karena tak menjelaskan lebih lanjut.


"Sambungkan dengan kuil langit." Perintah Zhouyou.


"Sambungan dengan kuil langit baru saja terputus kembali." Sahut Sima.


"Apa?!" Sebenarnya apa yang sedang terjadi disana? Pikir Zhouyou.


"Sima, siapkan kendaraanku. Aku akan pergi Kuil Langit."


Ketika Zhouyou sampai di Kuil Langit, tempat itu sedang gelap gulita. Zhouyou bertemu dengan Jendral Bao Chen Yang di pintu gerbang, dengan beberapa prajuritnya.


"Zhouyou, kau datang?" Sapa Bao Chen Yang.


"Kakek Yang, ada apa disini?"


"Seekor Chimera telah merusak gardu listrik dan menyerang beberapa orang...."


"Hanna?" Sela Zhouyou.


"Ah, Adonis baru saja menggendongnya pulang..." Bao Chen Yang belum menyelesaikan bicaranya, namun Zhouyou sudah berlari memasuki area Kuil Langit. Pikirannya dipenuhi oleh berbagai kemungkinan buruk yang dapat terjadi pada Hanna. Daripada menanyakan keadaannya pada Bao Chen Yang, lebih cepat menurutnya untuk melihat langsung kondisi Hanna.


Bangunan kuil lenggang dan gelap. Beberapa lilin telah dipasang untuk menerangi ruangan. Zhouyou langsung berjalan menuju infirmary. Ia menemukan beberapa pegawai sedang berkumpul di depan infirmary. Di dalam infirmary beberapa orang tampak mengisi ranjang-ranjang yang biasanya kosong. Di salah satu sudut, Zhouyou menemukan Rowena sang dewi ramuan dan Sirrian yang memiliki skill seorang dokter, sedang berdiskusi di bawah cahaya lilin


"Zhouyou?" Heran Sirrian. "Ada apa?"


"Hanna menyuruhku datang. Bagaimana keadaannya?"


"Hanna? Adonis baru saja membawanya ke kamarnya."


"Apa dia baik-baik saja?"


"Sedikit ketakutan sepertinya. Kurasa dia tidak akan bisa melakukan keusilan lagi untuk sementara." Jawab Sirrian. Zhouyou menarik nafas lega. Ia sudah takut sekali tadi.


Setelah berpamitan pada Sirrian dan Rowena, Zhouyou menuju kamar Hanna. Pintu kamar Hanna tertutup rapat, namun cahaya lilin tampak berpendar pelan dari dalam ruangan. Zhouyou membuka pintu dan memasuki ruangan tanpa suara. Ia lalu berjalan mendekati sisi ranjang yang berpenghuni. Hanna tampaknya sedang tertidur dengan selimut menutupi sampai ke wajahnya. Perlahan-lahan Zhouyou bersimpuh di sisi ranjang. Ia tidak ingin membangunkan Hanna. Ia hanya ingin melihat wajahnya sebentar untuk memastikan bahwa Hanna baik-baik saja.


Pelan-pelan Zhouyou menarik selimut yang menutupi wajah Hanna. Namun Hanna tiba-tiba bergerak cepat dan tahu-tahu ia sudah duduk sambil menempelkan sebilah belati di leher Zhouyou. Tapi gadis yang tadi tertidur di atas ranjang itu bukan Hanna!


Copyright @FreyaCesare