Flower Of The Dragon

Flower Of The Dragon
Monster Is Coming



Perjalanan menuju Istana Langit cukup singkat. Hanya 15 menit, pesawat tersebut telah membawa mereka sampai di halaman terbuka yang berada tepat di belakang Istana.


Istana Kerajaan Langit adalah sebuah kompleks bangunan yang besar, yang terletak tepat di atas pulau Lata, di sebelah selatan Terra.


Zhouyou, Bao Yang dan Bao Yuan sudah berada di sana untuk menyambut mereka.


Membentangkan tangannya, Zhouyou menarik Baozhu dalam pelukannya dan mencium kedua pipinya. Ia menyapa paman-paman dan bibi Rowenanya. Sekilas matanya beradu pandang dengan Ashia yang berjalan di belakang Hazrat, namun dengan sengaja Zhouyou mengalihkan pandangannya dan sepenuhnya mengabaikan Ashia. Ia malah menunduk untuk memeluk dan lalu menggendong Hanna.


"Hallo, baby. Bagaimana perasaanmu akhirnya bisa melihat dunia luar?" Tanyanya.


"Aku sukaaaa banget!" Jawab Hanna gembira.


"Baguslah. Aku sudah memerintahkan seseorang untuk mengantarmu touring keliling istana sehingga kau bisa bersenang-senang." Mendengar hal itu, Hanna memeluk leher Zhouyou erat-erat dan menghadiahinya sebuah kecupan di pipi yang diterima oleh Zhouyou dengan tawa senang. Sementara itu Bao Yang memeluk ibunya penuh rasa sayang.


"Ibu, kau tetap wanita yang paling cantik di dunia." Puji Bao Yang. Baozhu tersenyum geli dan menepuk sebelah pipi putranya penuh sayang.


"Jangan kira kau bisa meloloskan diri dari memberitahuku alasan mengapa kau tidak pernah mengunjungiku selama bertahun-tahun hanya dengan memberiku pujian, nak!" Cela Baozhu.


"Ah, itu karena Zhouyou seperti bayi. Setelah menjadi raja, ia menuntut agar aku mendampinginya setiap saat." Sahut Bao Yang, meminta maaf.


"Jangan percaya, nek. Kakek menghabiskan hampir seluruh waktunya di lab. Bahkan aku saja jarang bisa melihatnya." Bantah Zhouyou yang langsung dijawab dengan pelototan Bao Yang. Hasrat terbesar Bao Yang adalah pada science. Ia mewarisi bakat Baotu di bidang teknologi. Bao Yang adalah salah satu ilmuwan yang memimpin industri teknologi di Sirria. Dan sebagaimana juga ilmuwan lainnya, apabila sedang bekerja ia selalu lupa waktu.


Sekarang ganti Bao Yuan yang memeluk neneknya erat-erat. Bao Yuan berpenampilan mirip bapak-bapak berusia 35 tahun. Wajahnya yang tampan memberikan kesan yang menyenangkan sementara perawakannya yang tinggi besar dan suaranya yang berat dan dalam membuat yang bertemu dengannya merasa bertemu dengan seseorang yang bisa ia percaya. Sebagaimana penampilannya, Bao Yuan adalah pribadi yang lembut, baik hati dan penyayang. Bao Yuan sangat tertarik pada bidang botani dan telah mendedikasikan sebagian besar masa pemerintahan untuk menghijaukan dan menyuburkan Sirria. Dibawah kasih sayangnya kawasan istana langit menjadi kawasan yang luar biasa indah.


"Nenek, aku berjanji begitu masa pendampingan Zhouyou selesai, aku akan sering-sering mengunjungimu." Ucapnya sambil memeluk Baozhu erat.


"Selamat sudah menunaikan tugasmu dengan baik, Yuan. Sekarang kau sudah bebas menjadi apapun yang engkau inginkan." Kata Baozhu sambil mengelus pipi cucu tertuanya. Bao Yuan tersenyum dan mengangguk. Ia lalu menoleh pada Hanna yang masih berada dalam gendongan Zhouyou.


"Hei, aku tahu siapa kau!" tebaknya. Hanna menggeliat dalam pelukan Zhouyou sehingga Zhouyou terpaksa menurunkannya. Begitu sampai di atas tanah kembali, ia segera membungkuk untuk memberikan hormat pada kedua Raja terdahulu.


"Yang Mulia Bao Yang, Yang Mulia Bao Yuan, Hanna meminta maaf karena terlambat memberikan salam. Hanna dari klan bunga memberi hormat kepada Yang Mulia Bao Yang dan Yang Mulia Bao Yuan."


"Jangan khawatir, Dewi Bunga, dan janganlah begitu formal pada kami. Kau adalah adik bungsuku, aku akan lebih senang bila kau memanggilku kakak daripada gelar yang tidak perlu!" Sahut Bao Yang.


"Ayah benar sekali. Sebagai anggota keluarga Bao, saat sedang tidak berada dalam acara formal, kau diijinkan untuk mengabaikan formalitas." Bao Yuan menambahkan. Ia berjongkok di hadapan Hanna dan memandanginya dengan seksama. "Coba lihat dirimu. Kau sudah besar sekarang. Saat pertamakali melihatmu, kau masih bayi mungil yang tidak memiliki gigi."


"Aku bertemu denganmu saat Adonis dan Tarli mengantarkan dirimu dan klanmu pulang ke pulau bunga. Waktu itu aku sangat terpesona padamu sehingga meminta klan bunga untuk mengijinkan aku mengangkatmu sebagai putriku. Tentu saja waktu itu aku tidak tahu bahwa kau adalah Dewi Bunga yang baru dan putri bungsu Baozhu."


"Waaaah, aku tahu bahwa ayah sangat ingin punya anak perempuan. Tapi Hanna off limit, ayah! dia adalah milikku!" Sergah Zhouyou sambil menarik Hanna menjauh dari ayahnya dan menyembunyikan gadis itu di balik punggungnya. Semua orang yang melihatnya tersenyum geli.


"Milikmu? Apa maksudnya itu?" Tanya Bao Yuan heran.


"Dia putriku!" Sahut Zhoyou.


"Dia putriku." bantah Baozhu datar. "Sebelum kau berpikir untuk mengambil alih kepemilikan atas putri bungsuku, pastikan kau menyiapkan ibu baru dulu untuknya, Yang Mulia." Komentar Baozhu dalam hati merasa geli pada tingkah anak cucunya yang tergila-gila pada Hanna.


"Eeeeer..." Zhouyou menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencoba mencari jawaban yang tepat. saat ini perilakunya tidak mirip perilaku seorang raja. Matanya tanpa sadar melirik ke arah Aisha yang hanya berdiri diam di belakang Baozhu, seolah tidak tertarik dengan percakapan yang sedang berlangsung. Zhouyou membuka mulut untuk bicara, tapi sebuah suara ledakan yang luar biasa keras bergema di udara, mengejutkan semua orang. Dari kejauhan terlihat asap mengepul di udara.


"Gunungnya meletus, Yang Mulia!" salah satu penjaga gerbang istana berseru dari menara pengintai. Semua orang bergerak mendekati tepi pulau yang menyangga istana langit dan memandang kearah kepulan asap. Benar saja, di kejauhan terlihat sebuah gunung ditutupi oleh asap abu-abu kehitaman yang sesekali disertai dengan semburan warna merah membara. Dari kejauhan lava terlihat berwarna oranye terang, sedang menuruni gunung. Gunung tersebut berada di atas laut sehingga tidak akan mencapai pemukiman. Namun tumpahan Lavanya yang jatuh dengan kencang keatas lautan dapat menimbulkan tsunami yang bisa memporak-porandakan kawasan pinggir pantai.


"Status?" Tanya Zhouyou pada bawahannya.


"Terkendali, Yang Mulia. Penduduk sudah dievakuasi ke tempat tinggi."


"Kerahkan Squad One." perintah Zhouyou. Squad One adalah pasukan elite angkatan udara yang komandonya khusus hanya dipegang oleh Raja Langit. Tidak sampai 2 menit, 12 buah pesawat tempur 1 awak yang paling canggih yang dimiliki Sirria berhamburan di langit dengan tujuan mengepung sekitar kawah.


"Yang Mulia, ada pergerakan yang hebat dalam kawah yang massanya tidak sesuai dengan lava."


"Siaga!" perintah Zhouyou. "Bawa semua orang memasuki bunker!" Adonis mengangkat Hanna dalam pelukannya dan membawanya berlari memasuki istana bersama dengan Baozhu dan yang lainnya. Namun Hazrat, Bao Chen Yang, para Raja terdahulu dan Ashia tetap di tempat mereka. Masing-masing mengeluarkan senjata dan siap untuk bertempur.  Zhouyou melotot berang pada Ashia.


"Masuk!" Raungnya.


Dengan keras kepala Ashia mengangkat dagunya dan menantang Zhouyou.


"Tidak!" Sahutnya tegas. Zhouyou menarik nafas panjang. Sekarang bukan saat untuk bertengkar, Zhouyou tahu itu. Tapi ia diliputi perasaan ingin memiting Ashia dan menaikannya ke atas bahunya untuk dibawa dan di lemparkan ke dalam bunker, persis yang dilakukan manusia jaman batu pada pengantin keras kepala mereka.


"Berjaga di belakangku!" geramnya. Ashia menurut. Mereka memandang ke Gunung di kejauhan yang terus menerus melemparkan batu-batu vulkanik dan menumpahkan lava ke lautan di bawahnya. Ketika ia merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangannya, Zhouyou balas menggenggamnya. Datanglah! Apapun itu. Kami siap! Pikir Zhouyou. Disekitarnya semua orang mengokang senjata mereka dan menunggu.


Copyright @FreyaCesare