Flower Of The Dragon

Flower Of The Dragon
Berburu Gosip Tentang Dewi Bunga



Tang Soo adalah seorang anak yatim piatu, berdarah campuran bangsa Qu dengan Tarli. Saat masih bayi ia ditinggalkan di sebuah panti asuhan di Terra dan sering menjadi korban bully anak-anak lainnya. Sebagai anak berdarah campuran, ia sulit di terima di bangsa manapun. Ia tidak dianggap Qu karena memiliki darah Tarli. Ia tidak diterima di Cirra karena sebagai Tarli, ia tidak memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi apapun. Ia tidak diterima di Terra, karena ia bukan bangsa Sirrian. Pendek kata, ia tidak diterima dimanapun, sehingga keberadaannya menjadi serupa dengan kotoran  di mata semua orang.


Namun pada suatu hari, Xuli yang sedang berbelanja bersama Xuying di Terra, bertemu dengannya di jalanan. Xuying yang menyukai wajah Tang Soo yang tampan, meminta ibunya untuk membawa Tang Soo pulang sebagai pelayannya. Dengan murah hati, Xuli mengabulkan keinginan putri kesayangannya dan membawa Tang Soo yang saat itu masih berusia 12 tahun, pulang ke Kerajaan Langit. Tang Soo yang terbiasa dengan kehidupan yang berat, merasa bagaikan kejatuhan bintang keberuntungan karena sejak tinggal di Kerajaan Langit, ia bukan hanya diperlakukan dengan sangat baik, ia juga memperoleh makanan, pakaian dan pendidikan yang layak. Hal ini membuat Tang Soo merasa sangat berterimakasih dan berhutang budi pada Xuli dan Xuying.


Setelah dewasa, Tang Soo kemudian diangkat menjadi kepala keamanan keluarga Xu. Ia bertanggung jawab bukan hanya menjaga keamanan di paviliun yang didiami Xuli dan Xuying, tapi juga bertanggung jawab untuk mengorganisasi pasukan keamanan di seluruh property milik keluarga Xu. Selain itu, sesekali, ia melakukan tugas-tugas khusus yang rahasia dari Xuli.


Tang Soo sedang berada di pulau Huai, ketika surat dari Xuli sampai di tangannya. Pulau Huai adalah 1 dari 9 pulau langit yang berada dalam kekuasaan Kerajaan Langit. Terletak 250 KM dari Pulau Lata, tempat Istana Langit berada, Pulau Huai adalah pusat bisnis dan perbelanjaan Kerajaan Langit. Di pulau ini sejumlah property milik keluarga Xu berada.


Tang Soo langsung membawa surat tersebut masuk ke dalam kamarnya yang terlindung dari banyak mata agar bisa membacanya dengan aman.


"Carilah informasi tentang Dewi Bunga. Korek kotoran apapun yang bisa kau temukan."


Hanya itu yang tertulis di dalam surat Xuli. Tang Soo memandangi surat tersebut sesaat, sebelum akhirnya ia menarik nafas panjang dan melemparkan surat tersebut ke dalam sebuah kuali tanah liat yang terletak tak jauh dari kakinya. Selanjutnya Tang Soo mengambil sebuah korek api, menyalakannya, lalu melemparkannya ke dalam kuali yang sama. Api langsung membara dan melahap surat dari Xiuli tanpa tersisa.


Ia mengangkat kepala dan memandang ke salah satu dinding kamarnya. Disana, sebuah lukisan besar terpajang. Lukisan itu bergambar seorang wanita cantik dalam balutan gaun berwarna merah muda yang sedang tersenyum manis. Lukisan Zhao Xuying. Mengorek kotoran Dewi Bunga? Kemana aku harus mencarinya, Nona? Tanya Tang Soo dalam hati pada lukisan Xuying. Namun setelah duduk berpikir selama 30 menit, Tang Soo bangkit dan berjalan keluar dari kamarnya.


Tempat pertama yang dituju Tang Soo untuk mengorek informasi adalah Biro Kepegawaian Jiuling. Biro Kepegawaian Jiuling adalah sebuah Biro yang menawarkan penyediaan tenaga kerja mulai dari pekerja domestik maupun pekerja kasar. Mereka juga menyediakan tenaga-tenaga ahli di berbagai bidang, mulai dari bidang informatika sampai pertanian. Pemiliknya, Nona Chen Jiuling adalah seorang wanita pengusaha yang bukan hanya mumpuni dalam hal bisnis, namun juga cantik dan berkarisma. Ia terkenal sebagai pimpinan yang adil dan jujur sehingga dicintai oleh para pegawainya, namun memiliki pola pikir yang agak eksentrik. Nona Chen Jiuling adalah keturunan langsung keluarga Bao dari pihak ibunya dan merupakan sahabat baik Lady Bao Sin Hye, kakak kandung Raja terdahulu, Bao Yuan. Itulah sebabnya Nona Chen Jiuling memiliki akses ke Istana Langit yang terbuka luas. Sudah beberapa ratus tahun ini, sejak Biro Kepegawaian Jiuling dibuka, Nona Chen Jiuling menjadi penyedia utama tenaga kerja bagi Istana Langit.


Sebagaimana anggota keluarga Bao lainnya, Nona Chen Jiuling sangat loyal dan lurus sehingga tak mungkin untuk bisa mendapatkan informasi darinya. Namun Tang Soo mengenal beberapa anak buah Nona Chen Jiuling yang mudah membuka mulut apabila disodori sejumlah emas. Merekalah orang-orang yang ingin ditemui Tang Soo untuk mencari informasi mengenai sang Dewi Bunga, terutama karena mereka adalah orang-orang yang kerap menemani nona Chen Jiuling saat memasuki istana.


Namun sebagaimana diduganya, tak banyak informasi yang bisa ia peroleh mengenai Dewi Bunga. Informasi yang Tang Soo peroleh hanya sebatas bahwa Dewi Bunga muncul pertamakali lebih dari 10.000 tahun yang lalu, namun hidup dalam isolasi di Pulau Bunga. Ia pernah menginjakkan kaki di Istana pada masa awal kehidupannya, yaitu pada saat pernikahan antara Yang Mulia Raja Langit dengan Ratu Ashia berlangsung. Namun pada waktu itu tak ada seorangpun yang pernah melihat wajahnya, karena sang Dewi selalu mengenakan cadar di wajahnya. Pada saat itulah gosip pertunangan muncul ke permukaan.


Dikisahkan bahwa Baginda Raja dan Ratu sangat menyukai Dewi Bunga sehingga ingin mengangkatnya sebagai putri mereka. Namun karena Dewi Bunga adalah putri angkat Baozhu, maka mereka memutuskan bahwa mereka akan menikahkan Dewi Bunga dengan Putra Mahkota. Gosip itu hanya muncul sesaat dan segera menghilang setelah 10.000 tahun Putra Mahkota tidak juga lahir dan Dewi Bunga tidak pernah lagi tampil ke hadapan publik. Namun sekarang gosip tersebut muncul kembali ketika Baginda Raja memerintahkan pemugaran salah satu Paviliun dalam yang lokasinya bersebelahan langsung dengan taman dalam di kamar Putra Mahkota. Paviliun itu kemudian disebut Paviliun Bunga. Sejumlah pelayan dari Pulau Bunga malah telah datang untuk mengurus Paviliun tersebut.


Tang Soo terutama tertarik mengenai alasan mengapa sang Dewi selalu menutupi wajahnya dengan cadar namun tak seorangpun yang ditanya olehnya mengetahui alasannya. Gosip yang beredar mengatakan bahwa sang Dewi Bunga memiliki tanda lahir di wajahnya yang membuatnya tampak buruk rupa. Ada pula yang menyatakan bahwa yang ada di wajahnya bukanlah tanda lahir, namun sebuah bekas luka yang sangat besar akibat terlibat pertarungan dengan Monster Gunung Api sekitar 10.000 tahun yang lalu, yang tidak bisa dihilangkan. Namun gosip yang paling diyakini oleh banyak orang adalah bahwa sesungguhnya Dewi Bunga memiliki wajah yang sangat buruk rupa, sehingga untuk melindungi martabatnya, wajahnya harus disembunyikan dari mata publik. Menyadari tidak ada lagi informasi yang dapat ia peroleh, Tang Soo memutuskan untuk menyudahi pencarian informasinya di Biro Ketenagakerjaan Jiuling, untuk melanjutkan pencarian informasi ke Rumah Teh para Bangsawan yang paling terkenal di Pulau Huai, dimana para bangsawan biasanya berkumpul. Para bangsawan mungkin tak akan buka mulut, tapi dengan sejumlah emas, pelayan-pelayan yang mendampingi mereka ada saja yang mau berbagi gosip dengannya.


"Sin Hye, apakah Baginda Raja merasa puas terhadap kerja para desainer interior ku?" tanya Jiuling, yang kemudian terdiam sesaat untuk mendengarkan jawabannya.


"Syukurlah kalau Baginda Raja suka. Kalau begitu urusan Paviliun Bunga sudah selesai ya?" Saat mendengarkan jawaban, tiba-tiba langkah Nona Chen Jiuling terhenti tepat di sisi dinding tempat Tang Soo bersembunyi.


.....


"Ah, yang benar?"


.....


"Tapi Sin Hye, walau kalian mengusir semua peramal dari Istana, kalian tak akan mungkin mengurung Dewi Bunga selama-lamanya di Lata. Berdasarkan sifatnya, begitu ada kesempatan, Dewi Bunga akan muncul di Huai dan mungkin bertemu salah satu peramal yang berhamburan di seluruh penjuru Huai."


.....


"Ah, baiklah. Aku akan bicarakan dengan bawahanku mengenai hal itu." Nona Chen Jiuling kembali berjalan, masih sambil berbicara dengan seseorang yang menurut tebakan Tang Soo adalah Bao Sin Hye, melalui ear piecenya. Tak lama kemudian, Nona Chen Jiuling menghilang ke balik salah pintu yang kembali menutup di belakangnya, menenggelamkan suaranya yang masih berbicara melalui ear piecenya.


Mengusir semua peramal istana? Mengapa? Apakah Dewi Bunga tidak diijinkan untuk berjumpa dengan peramal? Apakah akan terjadi sesuatu yang buruk yang tidak boleh diketahui oleh Dewi Bunga? Otak Tang Soo berputar kencang, namun hanya kesimpulan itu saja yang dapat diperolehnya. Sambil bergegas meninggalkan Biro, Tang Soo memutuskan untuk mencari bantuan seorang peramal guna menemukan jawabannya.


Berita dari Tang Soo datang 3 hari setelah bibi Ma mengirimkan surat dari Xuli. Tang Soo mengirimkan sebuah File Fisik yang berisi semua data yang bisa diperolehnya mengenai Dewi Bunga dan sebuah surat pendek. Dalam suratnya Tang Soo menjelaskan bahwa tidak banyak data yang berhasil ia kumpulkan, yang cukup bermakna untuk Xuli manfaatkan. Namun Tang Soo menceritakan kecurigaannya bahwa sang Dewi Bunga memiliki Ramalan yang buruk tentang dirinya yang membuat ia terisolasi di Pulau Bunga dan membuat Baginda Raja harus menyingkirkan semua peramal dari Istana sebelum kedatangannya. Tang Soo memang  tidak berhasil menemukan isi ramalannya, namun ia berpendapat bahwa mungkin adalah ide yang bagus untuk mempertemukan sang Dewi dengan peramal yang paling hebat di seluruh Sirria, untuk memberinya kejutan yang paling luar biasa.


Membaca isi surat ini, Xuli tersenyum keji. Peramal? Itu mudah sekali.


Copyright @FreyaCesare