
Ashia memandangnya dengan tercengang. Tak lagi merasa canggung setelah ucapannya tadi, Zhouyou memandangnya Ashia lekat-lekat.
"Kau sudah pergi begitu lama. Tidak bisakah sekarang kau jadikan aku sebagai tempatmu kembali?" Pintanya dengan suara bergetar. Ashia mengedip-ngedipkan mata besarnya dan mencoba mengendalikan diri. Manusia yang satu ini selalu mengguncang hatinya di saat-saat yang tidak terduga. Ashia menarik nafas panjang.
"Aku akan sangat bersyukur bila kau tidak berusaha membuat jantungku melompat keluar 1 hari sekali setiap berada di dekatku." cetusnya.
"Apa?" Zhouyou bertanya bingung.
"Kau ini! Kita sudah tidak bertemu selama 1000 tahun. 1000 tahun! Mana ada orang yang melompati semua formalitas dan langsung bicara seperti itu?! Apa saja bisa terjadi dalam 1000 tahun itu. Bisa saja aku sudah berhenti mencintaimu dan punya kekasih baru kan?!" Suara Ashia meninggi. Ia sedang melantur tak karuan, Ashia sadar itu. Tapi perilaku Zhouyou membuatnya lepas kendali dan Ashia paling tidak suka bila ia kehilangan kendali diri.
Kening Zhouyou langsung berkerut mendengar kata-katanya.
"Kau punya kekasih baru?" Tanya Zhouyou. Nada suaranya yang tiba-tiba dingin kembali mengejutkan Ashia. Tanpa sadar Ashia menjawab jujur.
"Tidak..." Sahut Ashia pelan. Wajah tegang Zhouyou kembali melunak. Senyumnya mengembang di wajahnya yang tampan, membuat jantung Ashia berdegup kencang.
"Apa kau sudah berhenti mencintaiku?" tanya Zhoyou lagi.
Ashia mengejapkan matanya berkali-kali, seolah berusaha menghapus senyum Zhouyou dari ingatannya.
"Tentu saja! 1000 tahun sudah berlalu. Cinta? Hah! Apa itu? Orang selalu bilang apabila jauh dimata maka akan jauh di hati. Itulah yang terjadi denganku." Kilah Ashia. Namun begitu ia menyelesaikan kalimatnya dan kembali memandang Zhouyou, Ashia langsung menyesali kata-katanya yang telah ia ucapkan tanpa pikir panjang itu. Zhouyou tampak seperti orang yang baru saja kalah perang. Wajahnya pucat pasi. Bahunya lemas dan ekspresinya begitu sedih, membuat Ashia tak mampu berkata-kata. Zhouyou kemudian bangkit dan berjalan keluar dari kamar, sementara Ashia terpaku di tempatnya.
***
"Apa dia masih hidup?" Tanya Xiao Bao begitu melihat Zhouyou terbaring tak bergerak di atas tempat tidur, di kamar Adonis.
"Dia baik-baik saja. Hanya sedikit terguncang." Jawab Adonis, memandang iba pada Zhouyou. Ia, Hanna dan Xiao Bao menjadi saksi ketika sang raja langit mempermalukan dirinya sendiri di depan seorang wanita. Adonis merasa hal ini cukup ironis. Bahkan sebelum menjabat menjadi seorang raja, Zhouyou sudah sangat terkenal karena ketampanannya. Ia menjadi idola para gadis di kerajaan langit dan banyak orangtua menyodorkan putri mereka untuk dinikahi oleh Zhouyou. Namun sekarang saat Zhouyou telah menjadi raja, ia tetap saja tak mampu memiliki satu-satunya wanita yang dicintainya. Adonis menggelengkan kepalanya dengan iba.
Hanna berlari memasuki ruangan setelah sebelumnya pergi memeriksa keadaan Ashia. Ia langsung berlari ke sisi Zhouyou dan mengguncang bahu pemuda itu keras.
"Paman Zhouyou, apa kau baik-baik saja?" Tanyanya. Mendengar suara Hanna, Zhouyou membalikkan tubuhnya untuk bisa melihat ke arah Hanna.
"Hanna sayang, apa kau baik-baik saja?" Tanyanya. Hanna mengangguk.
"Kau tidak terluka?" Hanna menggeleng. Zhouyou menarik Hanna mendekat, lalu memeluk Hanna erat. Kepala Hanna menempel di atas dadanya dan kedua tangan Hanna mengepak bagaikan burung yang berusaha menerbangkan diri menjauhi Zhouyou.
"Aaargh, paman, aku tidak bisa bernafas!" protesnya. Dengan enggan Zhouyou melepaskan Hanna. Hanna tersengal-sengal. Wajahnya memerah dan rambutnya berantakan. Xiao Bao mengulurkan tangan dan merapikan rambutnya, sementara Zhouyou memandang langit-langit kamar yang dipenuhi lukisan langit biru berawan.
"Paman, apa kau baik-baik saja?" Tanya Hanna lagi. Zhouyou menarik nafas panjang.
"Apa aku baik-baik saja? Entahlah. Aku rasanya baru saja terjatuh dari gedung yang tinggi." Zhouyou bicara tanpa berpikir. Ia seorang raja yang menjalani tugasnya dengan selalu memasang ekspresi yang tidak terbaca. Ia membatasi bicaranya dan menjaga emosinya dengan baik di dalam istana. Namun setiap kali ia pulang ke Kuil Langit, Zhouyou remaja akan muncul kembali dari dalam dirinya dan membuatnya bertingkah tanpa berpikir.
"Oh ayolah, paman. Kak Ashia tidak serius dengan kata-katanya. Itu gara-gara kau mengagetkannya sehingga ia bicara seenaknya karena merasa malu!"
"Hanna, apakah itu chimera yang menyebabkan kekacauan tadi? Mengapa kau memeluknya? Ia berbahaya!" Tanpa memperdulikan peringatan Zhouyou, Hanna membelai kepala si chimera lembut sampai mahluk itu mendengkur dan membenamkan dirinya lebih dalam ke dalam dekapan tangan-tangan Hanna.
"Ini bayinya. Aku sudah mengantarnya kembali kepada ibunya tadi. Tapi dia bilang saat dia memberitahu ibunya bahwa aku sama sekali tidak jahat padanya, dan malah memberinya makan yang banyak, ibunya setuju untuk mengijinkannya bermain denganku sesekali." Cerita Hanna. "Oh iya, namanya Spoutfire." Di belakang Hanna, Xiao Bao menggelengkan kepala penuh ketidak setujuan.
"Itu nama atau peringatan?" Cetus Adonis.
Sepenuhnya mengabaikan keduanya, Zhouyou bertanya.
"Sejak kapan kau bisa bicara dengan chimera?"
"Aku tidak bicara dengan chimera, tapi chimeranya yang bicara padaku."
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Zhouyou lagi. Hanna hanya mengangkat bahu. Mengapa ia bisa mengendalikan tanaman, mengapa Adonis bisa mengendalikan hormon dalam tubuh orang lain, mengapa Hazrat bisa mengendalikan angin, ia sudah berhenti mempertanyakan semua itu. Sekarang, setiap kali Hanna bertemu dengan sebuah keanehan, ia hanya menerimanya seperti apa adanya. Tanpa banyak pertanyaan.
"Paman, apa kau sudah merasa baik-baik saja sekarang?" Hanna mengingatkan Zhouyou pada apa yang barusan terjadi padanya dan kembali merasa depresi.
"Hanna, apa kau tadi melihat apa yang terjadi?" Hanna mengangguk.
"Aku juga." ucap Adonis dari sofanya.
"Aku juga." sambung Xiao Bao. Senyum mengejek menghiasi wajahnya.
"Sejak kapan?"
"Sejak saat kau memasuki ruangan." Jawab Adonis, membuat Zhouyou kembali melemparkan dirinya ke ranjang karena malu.
"Ah ayolaaah! Sekarang sudah terlambat untuk merasa malu. Kau sudah mempermalukan dirimu sejak 1000 tahun lalu saat kalian berdua bertingkah layaknya kera yang sedang kasmaran." cetus Adonis.
"Kera?" Heran Hanna. Zhouyou melemparkan sebuah bantal ke arah Adonis yang ditangkap Adonis dengan mudah dan dilemparkan kembali padanya hingga menghantam langsung ke wajah Zhouyou. Zhouyou lalu menggunakan bantal tersebut untuk menutupi wajahnya, berharap emosinya dapat segera kembali normal sehingga ia bisa kembali ke kerajaan langit tanpa drama.
"Xiao Bao, " Panggilnya. Xiao Bao mengangkat kepala dari komik yang sedang dibacanya.
"Apakah Ashia memang ditakdirkan untukku?" Tanya Zhouyou.
"Benar." Jawab Xiao Bao.
"Baiklah. Kalau begitu tidak perlu patah semangat. Kemanapun ia akan pergi, pada akhirnya ia tetap akan menjadi milikku." Tekad Zhouyou. Dengan determinasi itu, Zhouyou pulang kembali ke Kerajaan Langit.
Copyright @FreyaCesare