Flower Of The Dragon

Flower Of The Dragon
Lahirnya Sang Dewi Bunga



Prolog


Ini adalah kisah yang terjadi di Dunia yang sangat jauh dalam dimensi yang berbeda. Sirria adalah salah satu planet di galaksi Sirrah yang berpenghuni. Konon menurut legenda, berjuta-juta tahun yang lalu, Sirria hanya sebuah planet gersang tanpa kehidupan. Lalu pada suatu hari, sepasang penjelajah luar angkasa, Baotu dan Baozhu, menginjakkan kaki di planet ini dan memutuskan untuk menciptakan kehidupan disana.


Dengan menggunakan teknologi terbaiknya, Baotu berhasil merubah Sirria yang gersang, menjadi planet hijau yang kaya dengan makanan dan air. Lalu Baozhu menciptakan Sirrian, manusia pertama di Sirria, dan Tarli, seekor binatang menyerupai panther, yang dapat berubah wujud menjadi wanita cantik.


Bagi Baozhu, Sirrian dan Tarli adalah anak-anak kesayangannya. Namun sayangnya baik Sirrian maupun Tarli saling tidak menyukai satu sama lain. Sirrian tidak menyukai perilaku Tarli yang dianggapnya liar dan tidak memiliki kesopanan, sedangkan Tarli tidak menyukai Sirrian yang lemah, namun memiliki wujud paling mirip dengan Baotu dan Baozhu, sehingga selalu berlagak layaknya tuan mereka tersebut.


Melihat Tarli dan Sirrian yang selalu bertengkar, Baotu memutuskan untuk memisahkan keduanya. Sirrian di anugerahi Tera, kawasan di Sirria yang lebih memiliki topografi yang datar dan terbuka, sehingga mudah untuk ditinggali oleh Sirrian yang tidak memiliki banyak kelebihan fisik. Sedangkan Tarli dianugerahi Cirra, kawasan di Sirria yang memiliki topografi yang cukup ekstrim dan tertutup, yang sangat sesuai bagi fisik Tarli yang memiliki banyak kelebihan fisik.


Baozhu lalu memberikan keduanya masing-masih seorang pasangan hidup dan memerintahkan mereka untuk menghidupkan Sirria dengan keturunan mereka, sementara Baotu dan Baozhu membangun Negeri Langit yang mengambang di langit Sirria, dan mengawasi kelangsungan hidup Sirria bersama keturunannya. Inilah cikal bakal kehidupan 3 ras di Sirria.


Setelah 10 Juta tahun, ketiga ras ini hidup terpisah dan hanya bertemu sesekali. Kedamaian diantara Sirrian dan Tarli terbentuk, namun tidak pernah sungguh-sungguh diinginkan. Sirrian berusaha sedapat mungkin untuk selalu menjauh dari Cirra, dan Tarli selalu menyusup diam-diam ke Tera dalam wujud Sirrian, sehingga tidak mudah dikenali. Sementara itu keturunan Baotu dan Baozhu yang dipuja Sirrian dan Tarli sebagai dewa-dewa langit, memilih untuk mengatur kehidupan di Planet tersebut tanpa melibatkan diri secara langsung.


Sesekali, setiap beberapa ratus ribu tahun, benang merah kehidupan ketiga ras terkait satu sama lain, dan dongeng-dongeng sedih namun indah pun tercipta, seperti juga kisah ini. Sebuah kisah cinta yang kelak akan menjadi legenda bagi Sirria sampai berjuta-juta tahun setelahnya.


***


Negeri bunga sedang bersuka cita. Setelah 200 tahun menunggu,  Dewi Bunga yang baru akhirnya lahir dari dalam sekuntum bunga Mawar yang sangat indah. Bayi tersebut berkulit selembut kelopak Mawar dan berkilau sebening kaca, dengan pipi kemerahan, rambut lurus berwarna hitam berkilau dan wajah yang luar biasa cantik. Tubuhnya mengeluarkan aroma lembut bunga mawar dan suara tawa bayinya membuat siapapun yang mendengarnya merasa bahagia. Bayi mungil itu kemudian diberi nama Hanna.


Untuk menyambut kedatangannya, klan bunga lalu membawa Hanna mengunjungi Baozhu yang hidup mengasingkan diri di kuil langit, untuk memperoleh berkatnya.


Di kaki gunung langit, klan bunga disambut oleh seekor Tarli betina raksasa dan seorang Sirrian yang luar biasa tampan. Konon kabarnya mereka adalah Tarli dan Sirrian pertama yang walau raganya telah tiada, namun jiwanya masih setia mendampingi Baozhu.


"Yaiy!!! Babies!" kalimat bernada ceria tersebut secara mengejutkan datang dari Tarli yang tingginya 2 kali lipat tinggi manusia pada umumnya, bahkan ketika berdiri diatas 4 kaki.


"Baby, Tarli, bukan  babies." Sirrian mengkoreksinya pelan.


"Same different!" Sahut Tarli sambil mendekatkan wajahnya pada Hanna yang sedang tertidur nyenyak dalam pelukan Lady Peony, menyebabkan klan bunga mundur beberapa langkah karena terkejut. Melihat respon klan bunga, Tarli langsung berhenti bergerak. Matanya menyipit memandang klan bunga dengan penuh cela. Di belakangnya, Sirrian menghela nafas panjang.


"Mundurlah, Tarli. Kau menakuti mereka." Tegur Sirrian membuat Tarli mengernyitkan kening dengan kesal.


"ck ck ck, mengapa Baozhu yang agung menciptakan mahluk-mahluk lemah ini? mereka Sungguh menyedihkan." celanya sebelum berbalik menjauh. Sebagai gantinya, Sirrian tersenyum dan berjalan mendekati Lady Peony.


"Mohon maafkan saudaraku yang tidak pernah mampu memahami mengapa selain tuan kami, tak ada yang tertarik untuk membelai dan memeluknya." Ucap Sirrian. Suaranya yang indah terdengar sangat ramah dan wajah tampannya dihiasi senyum indah. Klan bunga spontan menahan nafas karena terpesona.


"humpfh!" Tarli mendengus kesal melihat respon mereka. "Dasar mah..."


"Tak boleh memaki di depan bayi, Tarli." Tegur Sirrian, menghentikan  sumpah serapah Tarli yang nyaris berhamburan keluar. Saat itulah Lady Dahlia memutuskan untuk maju selangkah lalu membungkuk di depan Tarli untuk meminta maaf.


"Lady Tarli, Lord Sirrian, maafkanlah kami. Kami tidak bermaksud menyinggung Lady Tarli, namun bayangan kami tentang Lady Tarli sungguh berbeda dari yang kenyataannya sehingga kami terkejut dibuatnya." Ucap Lady Dahlia dengan suara yang lembut dan menenangkan.


"Kami sudah sering mendengar bahwa tak ada Tarli yang mampu menandingi keindahan dan keperkasaan Lady Tarli. Namun tetap saja, bayangan kami tidak sebanding dengan kenyataannya. Lady Tarli memiliki penampilan yang sungguh sangat mengagumkan sehingga membuat kami merasa tak berdaya hanya dengan berdiri dihadapan tuanku."


Tawa Tarli langsung menggelegar mendengarnya, sementara Sirrian mengangguk dan tersenyum pada Lady Dahlia, menyukai kecerdikan wanita ini.


"Hahaha! Coba dengar itu, Sirrian! Dia bilang penampilanku sungguh sangat mengagumkan!" Tarli mengangkat sebelah kaki depannya untuk menepuk punggung Sirrian dengan girang.


"Aku dengar." Sahut Sirrian sambil berkelit gesit dari hantaman tapak kaki yang besarnya melebihi lebar punggung orang dewasa itu.


"Gadis pintar, sekarang bisakah kau membiarkan aku menggendong bayi itu?" pintanya.


Lady peony melangkah maju dan menyerahkan Hanna pada Sirrian, tanpa sadar mengernyit dan segera bergerak mundur ketika Tarli mendekatkan kepalanya pada bundelan dalam pelukan tangan-tangan Sirrian.


"Sangat cantik, walau tidak secantik anak-anakku." Ia mendengus dan mendengkur senang. "Wangi bayi. Hmmmm..." ucapnya, tanpa sengaja menghembuskan nafas hangat ke wajah Hanna, membuat Hanna bergerak dan menggeliat. Sebelah tangannya, menangkap sehelai kumis Tarli yang menggelitik telapaknya, membuat Tarli terdiam karena terkejut.


"Kumisku..." keluhnya. Namun belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Hanna membuka matanya. Tarli dan Hanna saling bertatapan. Mata Hanna yang bulat dan besar terbelalak takjub sebelum sesaat kemudian bayi mungil itu tersenyum, sambil mencoba menggapai wajah Tarli.


"Apa dia benar baru lahir kemarin?" Tanya Sirrian.


"Benar, Lord Sirrian." Jawab Lady Dahlia.


"Dia tidak tampak seperti bayi yang baru berumur 1 hari." Komentar Tarli.


"Semua yang terlahir bukan dari seorang wanita akan terlihat seperti itu." Sahut Sirrian. "Mungkin itu adalah kompensasi yang diberikan Tuhan karena tanpa seorang ibu untuk melindungi mereka, mereka membutuhkan semua kekuatan untuk melindungi diri."


tiba-tiba wujud Tarli menghilang dan dalam sekejap, seorang wanita cantik berpakaian layaknya seorang petarung muncul menggantikannya, membuat klan bunga mendesah, awalnya karena terkejut, lalu kemudian karena terpesona. Sepenuhnya mengabaikan reaksi mereka, wanita itu yang merupakan wujud wanitanya Tarli, meraih Hanna dari tangan-tangan Sirrian.


"Tapi mereka bukannya tidak punya ibu kan? Semua bayi yang terlahir tanpa Ibu adalah anak-anak Baozhu. Begitu juga gadis ini. Dia adalah adik bungsu kami." Tarli mengecup kedua pipi montok Hanna dengan gemas, membuat bayi mungil itu tergelak. "Dan kau, sayangku, adalah adik kesayanganku."


"Kalau Xiao Bao mendengarnya, ia akan sangat terluka dan menangis tanpa henti sampai seluruh sungai silver meluap oleh air matanya." komentar Sirrian.


"Kalau sampai ia melakukannya, itu semua adalah salahmu. Karena pasti kaulah yang mengadu." sahut Tarli sambil menjulurkan lidahnya kesal. Ia lalu berjalan menaiki gunung dengan sangat cepat sambil membawa bayi dalam pelukannya yang sesekali memperdengarkan gelak tawa bayi yang riang dan dalam sekejap menghilang dari pandangan semua orang.


Setelah Tarli menghilang dari pandangan mereka, Sirrian tersenyum pada klan bunga dan berkata, "Aku dan Tarli akan membawa Dewi Bunga menemui Baozhu terlebih dahulu. Kalian menyusullah. Kita akan bertemu lagi di Aula Kuil Langit."


"Tapi kami tidak tahu jalan menuju Kuil Langit." Sanggah Lady Peony.


"Naik saja terus keatas. Adik-adikku akan menjemput kalian di pintu gerbang." Jelas Sirrian sambil berbalik pergi dan menghilang dari pandangan mereka dalam sekejap saja. Tak berdaya mengejar mahluk-mahluk dengan kemampuan kultivasi yang bahkan melampaui para dewa, klan bunga tak bisa melakukan apapun kecuali berjalan pelan mendaki gunung menuju kuil kediaman Baozhu. Berharap mereka tidak akan memperoleh kejutan lebih banyak lagi.


Copyright @FreyaCesare