Flight Attendant, Take Me Fly Captain

Flight Attendant, Take Me Fly Captain
Gosip



Delia dan Denisa berpelukan, keduanya sama-sama meresapi pelukan ini, karena perpisahan ini terasa memilukan, bagaimana tidak? Untuk kedepannya, hidup Denisa akan terasa lebih berat lagi, dia akan menjalani hidupnya sebagai seorang single parent, dan Delia tidak bisa menemani hari-hari tesulit untuk adiknya.


Abian hanya bisa memperhatikan keduanya dari jauh, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk urusan rumah tangga adik iparnya dia tidak memiliki hak ikut campur, dia takut, jika suatu saat rumah tangganya juga akan diterpa badai.


Delia terus mengusap perut Denisa yang sudah semakin terlihat membesar, dia tidak tahu, apa adiknya mengalami mual muntah diawal kehamilan seperti wanita pada umumnya atau tidak? Seharusnya dikehamilan adiknya sekarang, Denisa mendapat perhatian lebih dari suaminya, seperti suami siaga, namun malah sebaliknya, adiknya nampak sudah sangat berlapang dada, menerima nasib atas kesalahan yang dibuatnya, tak ada raut kesedihan sama sekali.


"Sudah Kak, Kakak jangan sedih terus, Denisa baik-baik saja, apalagi nanti jika sudah sama mama, aku pasti diurus mama dengan baik."


"Kabari Kakak ya, jika butuh apa-apa, kalau mendekati lahiran kabari, kasih tau Kakak keperluan apa saja yang dibutuhkan kamu." Delia terus merangkul adiknya menuju mobil.


"Iya Kak."


Dari dalam mobilnya, Daniel tak lepas memandangi Delia, setelah menikah, Delia semakin terlihat cantik, berbeda dengan Denisa yang makin terlihat seperti tak terurus, apalagi tubuhnya terlihat semakin berisi, membuat Daniel semakin tak suka, bocah ingusan itu memang belum pantas dan tak bisa merawat diri, gumam Daniel dalam hati.


Tangan Delia sudah terangkat hendak membuka pintu mobil Daniel, namun Abian segera mencegahnya.


"Jangan sentuh sedikitpun barang milik laki-laki itu," Cegah Abian, dia mengetuk kaca mobil, dan Daniel menurunkan kaca mobil itu, "buka pintunya, biar Denisa bisa masuk." Ucap Abian tegas.


Denisa tersenyum, beruntung sekali kakaknya mendapat suami yang begitu mencintainya, sebegitu protektifnya Abian. "Padahal aku bisa buka sendiri loh Kak."


Dan akhirnya, Denisa membuka pintu mobil sendiri, dia segera masuk, dan melambaikan tangan pada kakaknya, saat mobil Daniel sudah melaju.


Tanpa terasa, Delia menitikkan air matanya yang ia tahan sejak tadi.


"Kita tetap akan membantu Denisa, kamu jangan khawatir." Abian menarik Delia kedalam pelukanya, membiarkan istrinya meluapkan semua kesedihanya, Abian mengusap lembut tubuh Delia yang bergetar, dan menuntunya masuk kerumah.


"Bukan ini nasib yang aku mau untuk Denisa."


"Semua sudah digariskan, Denisa pasti akan bahagia dengan hidupnya yang baru, yuk, kita siap-siap ke airport."


* * *


Saat memasuki ruang flops, Abian dan Delia bersikap profesional seperti biasa, Abian langsung mengambil dokumen penerbangan, dan membaca daftar nama pramugari yang terbang bersamanya, Abian mendesah lemah, karena nama istrinya tak tertera disana.


Sedang Delia yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan kesehatan, dia ke kamar mandi untung buang air kecil, tak lama terdengar suara derap langkah beberapa kaki memasuki toilet, Delia mendengar keluhan dari pramugari yang tak menyadari keberadaannya.


"Huh, tiap aku mau foto sama Captain Abian, dia nggak pernah mau, padahal pengen banget koleksi foto Captain Abian, sengaja pindah ke maskapai ini, pengen banget kenal dekat sama dia. Tapi semakin dia dingin dan cuek gitu, aku makin suka, dia terlihat semakin hot." Ujar suara seorang pramugari.


"Masa sih?"


"Iya, denger-denger mereka nikah udah mau setahun tapi belum punya anak, istrinya pastilah cemburuan, makanya istrinya nggak mau disuruh berhenti jadi pramugari, takut suaminya selingkuh."


Hahaha keduanya tertawa terbahak. Delia yang akan membuka celananya, mengurungkan niatnya, dadanya bergemuruh mendengarkan pembicaraan dua pramugari yang tak dia kenali suaranya, bahkan Delia sedikit membuka pintu yang memang belum dikuncinya, agar kedua orang yang bergosip itu tak mencurigai keberadaannya. Delia mengepalkan tangannya menahan emosi, Delia yakin kedua pramugari yang diluar itu merupakan anak baru.


"Pasti itumah istrinya yang mandul, nggak mungkin kalau Captain yang mandul, badan tegap gitu, nggak kebayang aku sama isi dalamnya."


"Dasar piktor," keduanya tergelak "eh, betewe bener nggak sih gosip yang beredar? Masalah yang terjadi di maskapai lama kamu saat ini, kalau ada pramugari yang nggak mau diajak tidur sama pilot atau atasan bakal nggak dikasih jam terbang?"


"Bener, bahkan langsung dipecat secara tidak hormat saat itu juga. Kalau disini nggak adakan hal begitu?"


"Kalo kamu, keluar dipecat karena hal itu juga?"


"Aku keluar karena pengen lihat Captain Abian aja." Dia cekikikan


"Disini aman, struktur organisasinya juga kebanyakan masih family, Captain Abian juga 'kan turun jadi pilot, karena untuk memata-matai, biar tau siapa saja pilot yang bikin skandal, atau para crew lainnya yang bikin skandal biar ketahuan," jelas salah satu dari mereka "satulagi, kamu juga harus hati-hati sama FA senior bernama Dewi, dia juga mata-mata pramugari yang membuat skandal, dia dekat sama istri Captain Abian. Makanya pramugari disini kebanyakan nggak asik, kolot, pada jarang banget yang hangout ke club."


Delia baru tahu, jika alasan Abian jadi pilot karena untuk memata-matai pilot lain, Abian tak pernah cerita, lagipula selama ini, Delia tidak pernah bergosip seperti ini selama menjadi pramugari, teman-temanya juga tak ada yang suka bergosip seperti ini.


"Aku penasaran sama wajah istri Captain Abian kayak gimana? Secantik apa sih dia?"


"Sebenarnya biasa aja, nggak cantik-cantik amat, dia cuma beruntung bisa dapat Captain Abian. Emang kamu belum pernah lihat dia?"


Pramugari tersebut menggeleng "Kamu udah lama disini?"


"Baru enam bulan, keluar dari tempat lama juga karena aku nggak betah, senioritas disana begitu kentara, nggak kuat aku. Aku dapat informasi ini dari beberapa pramugari yang nggak suka sama istrinya Captain, nggak semua yang disini tuh suka sama dia, mana ada sih pilot kaya, ganteng, mau sama pramugari kismin, keluarga Captain Abian itu pengusaha, pastilah cari pasangan yang sepadan sama mereka. Apalagi coba kalau bukan pengaruh jampi-jampi, itu semua dia dapat ilmu itu dari Captain Rendy."


Delia menggeram, apakah benar gosip yang beredar diluar sana seperti itu? Mereka tak tahu saja, bagaimana Delia dulu pertama terbang bersama Abian, mendapat sambutan tak menyenangkan? Dan dia harus kuat agar tak sampai keluar.


"Oh ya?"


"Heem, sekarang bestie-bestienya udah pada resign, jadi kita bebas bergosip ria."


Namun keduanya dibuat terkejut, dengan suara pintu yang dibuka keras, dan salah satu pramugari itu terbelalak melihat sosok wanita yang keluar dari toilet itu.