Flight Attendant, Take Me Fly Captain

Flight Attendant, Take Me Fly Captain
I love You Delia (End)



"Attaya?" Gumam Zidan.


"Hai Bi, hai Del." Attaya memperhatikan Delia dari atas hingga bawah "Wowww sudah ada Abian juniorr, selamat untuk kalian berdua. Maaf jika kedatangan ku membuat kalian terkejut."


Abian dan Delia masih diam, menunggu kata yang akan diucapkan oleh Attaya.


Attaya menyadari jika kedatangannya cukup mengejutkan Abian san Delia. Dia bisa menangkap wajah tak nyaman keduanya.


"Kedatangan ku kesini, aku ingin minta maaf padamu Delia, atas kesalahan ku dulu. Maaf," Attaya menundukkan kepala, mengusap pipinya yang mulai dibasahi oleh air yang dia tahan sekuat tenaga agar tak keluar, tapi tetap memaksa keluar. Attaya kemudian tertawa sambil masih menghapus sisa air asin itu.


"Aku tidak tahu, apa aku pantas mendapatkan maaf dari kalian atau tidak?"


Delia dan Abian saling pandang, kemudian Abian menautkan tangannya pada tangan sang istri.


"Apa kalian akan memaafkan aku?" Delia melepaskan genggaman tangan suaminya, menarik Attaya kedalam pelukanya. Attaya terguguh, tak dapat mengungkapkan semua yang dirasakan.


Delia menepuk punggung Attaya "Aku sudah memaafkan, kita tidak pernah bermusuhan bukan?" Delia mengurai pelukanya, memandangi Attaya yang masih menunduk.


Attaya kembali memeluk Delia, dia merasa sangat malu, dulu terlalu arogan dan merasa paling benar. Tangan Abian terulur, mengusap bahu istrinya. Lama Attaya memeluk Delia.


"Attaya, sepertinya bayiku tidak bisa bernafas," Attaya melepaskan pelukanya, dan mereka tertawa.


"Abian, maafkan aku," kali ini pada Abian, dan Abian mengangguk. Bagi Abian cukup hanya itu responya, dia tak ingin terlalu berlebihan pada Attaya.


"Aku boleh menyampaikan sesuatu?" tanyanya sebelum mengatakan tujuan dia selanjutnya.


"Katakan saja Attaya." Delia mengizinkan.


"Aku ingin menyampaikan pesan seseorang yang membuatku tersadar selama disana, Daniel minta padaku untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu Delia, dan dia ingin agar kamu mengizinkanya untuk bertemu dengan adikmu."


"Itu biar menjadi urusanku, lebih baik kita masuk dulu, ayo tidak baik kita mengobrol didepan seperti ini." Ajak Delia.


"Sayang, sepertinya ini sudah malam. Kamu belum istirahat sejak tadi. Attaya maaf, bukan aku tidak menerima tamu, kasihan istriku, dia harus banyak istirahat, agar bayi kami sehat." Tolak Abian seraya mengusap perut istrinya. Dia tidak nyaman dengan kedatangan Attaya, bagaimanapun mereka dulu pernah menjalin hubungan, dan berakhir tak baik.


Attaya tertawa, sangat tahu sikap Abian yang posesif jika sudah mencintai, hanya saja dia dulu tidak bersyukur atas apa yang telah didapatnya, hingga semua berakhir sia-sia.


"Baiklah, aku sudah lega jika sudah meminta maaf secara langsung. Semoga rumah tangga kalian langgeng sampai dunia akhirat."


"Aku salut padamu Attaya, banyak orang yang melakukan kesalahan merasa malu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Jika itu terjadi padaku, mungkin aku akan merasa sungkan, dan memilih menganggap semua tidak pernah terjadi." Puji Delia apa adanya.


"Yuk sayang, sudah malam, kita masuk, angin malam tidak baik untuk ibu hamil. Attaya, sudah semua kan apa yang ingin kamu sampaikan? Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu" Abian segera memutus obrolan ini, merangkul pundak sang istri dan membawa Delia masuk kerumah, tanpa menunggu jawaban dari Attaya.


Dan Attaya hanya bisa melihat punggung mereka yang menjauh, dengan hati perih, andai saja dulu dia bisa bersabar menunggunya restu mama Abian, dia pasti sudah hidup bahagia dengan Abian saat ini.


* * *


"Kenapa kamu mengusir Attaya? Apa kamu masih punya rasa padanya?" Tanya Delia ingin tahu perasaan Abian saat ini.


"Aku tidak suka kamu terlalu lelah, aku terlalu menyayangi istri dan anak-anakku, jadi aku ingin kalian istirahat yang cukup." Jawab Abian seraya melepaskan pakaiannya. Kemudian dia berjalan mendekati sang istri, mengikis jarak diantara keduanya. "Aku bantuin kamu mandi ya, air hangatnya sudah aku siapkan, setelah itu baru aku buatin susu. Malam ini mau rasa apa? Coklat strawbery, atau mangga?Atau ada rasa baru, aku siapkan yang spesial, rasa pisang mau?" Ucapnya jail, seraya melucuti pakaian istrinya.


"Aku ingin mandi sendiri Bi, kata kamu aku dan anak-anak kita harus banyak istirahat, jadi aku mandi sendiri saja. Dan aku tidak suka susu rasa pisang." Delia menegaskan, akan tahu arah ucapan suaminya.


"Aku akan membuat organ-organ tubuh kamu lemas sayang, anggap malam ini aku jadi tukang pijit terapis handal untuk kalian."


Abian sangat handal dalam mengalihkan istrinya, dalam sekejap pakaian Delia sudah terlempar kesembarang arah. Delia pun seolah mudah sekali terhipnotis, tanpa terasa Abian telah menuntunya menuju kamar mandi, dan Delia sudah perlahan sudah merasakan hangat air yang sudah diberi aroma terapi, sehingga dia merasa nyaman.


Dan benar, Abian berubah menjadi terapis handal, perutnya yang tadinya terasa sedikit kram karena sempat memikirkan perkataan orang lain, ditambah dengan kedatangan Attaya, kini menjadi rileks karena usapan-usapan lembut Abian pada perutnya, dan Abian juga membisikkan kata-kata cinta pada anak mereka, dan sepertinya anak mereka menyukai itu.


"Bagaimana sayang? Enakan?" Delia mengangguk kecil, matanya sudah mulai berkabut, kemudian Abian menempelkan indra pengecap mereka, menyalurkan seluruh rasa sayangnya.


"Aku tahu hari ini cukup berat untukmu mam, jangan dengarkan apa kata orang. Cukup percaya padaku, hidup ini tak akan puas jika hanya memikirkan isi dunia dengan segala keriwetanya, percaya padaku, maka semua akan baik-baik saja." Bisik Abian ditelinga istrinya, dia mendengar semua apa yang orang-orang katakan saat dirumah sakit, Abian tak terima mendengar itu, namun tak mungkin juga dia harus melawan wanita, tugasnya hanya membuat sang istri percaya padanya.


"Kamu mendengarnya Bi?" terkesiap Delia atas ucapan Abian.


"Iya, aku mendengar semuanya." Jawab Abian serak, kemudian dia mengecup telinga Delia, semakin turun kebawah, mengekplor setiap jengkal kulit istrinya. "Aku suka dengan bentuk tubuhmu Delia, kamu seperti ini karena ingin membahagiakan aku, dan jika kamu maupun, aku akan membuat tubuhku menjadi adonan jelly, bukan roti sobek."


Tak lupa Abian meninggalkan bekas tanda rasa cintanya, mengukir banyak kepemilikan. Delia tak dapat berkata apa-apa, dia hanya melenguh menikmati sentuhan Abian, namun airmatanya menetes merasakan betapa besar cinta Abian padanya.


"Semua yang sudah aku beri stempel, berarti itu hanya milikku Delia, kamu seutuhnya milikku, dan aku hanya milikmu." Kemudian Abian mencium mata Delia, menghapus air mata bahagia itu "Semua sudah berlalu, kita sudah melewati semuanya, aku kini sudah saatnya kamu bahagia sayang, bersama ku, dan anak-anak kita." Abian menyatukan kulit mereka, menyalurkan rasa hangat tubuhnya, pada tubuh Delia.


Abian mengarahkan tangan Delia pada senjatanya yamg sudah sangat menegang, meminta agar sang istri bisa membawa miliknya untuk masuk kerumahnya tanpa harus menyakiti, karena adanya dua nyawa didalam sana, membuat jalan itu terasa seperti gang sempit, susah untuk ditembus.


Dan dengan bantuan Delia, miliknya bisa menembus gang itu tanpa menyakiti anak dan istrinya, dan Deliapun nampak merasa rileks, untuk kali ini mereka melakukan itu dengan mata yang saling memandang, sama-sama menikmati rasa cinta mereka. Malam ini Abian melakukannya dengan sangat perlahan dan hati-hati, hingga tubuh keduanya menegang saat sampai puncak percintaan mereka.


"I love you Delia."


"Too, Bi." jawab Delia hanya meneruskan ungkapan suaminya, membuat keduanya terkekeh.


...END...


...Assalamualaikum, akhirnya kisah Delia dan Abian sudah berakhir. Perjalanan yang panjang sebenarnya, sampai 100 bab lebih, rekor buat aku sendiri. Maaf jika dicerita ini tak bisa memuaskan pembaca sekalian, dan masih banyak kekurangannya. Bukan dipaksa habis ya. Emang sudah waktunya habis, Abian dan Delia sudah bahagia, targetnya emang akhir bulan ini tamat....


...Tenang, masih ada bonchapnya, terimakasih yang sudah dukung karya ini hingga akhir, apalah aku tanpa kalian semua. Aku tuh bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan lewat kata-kata, hanya ucapan terima kasih yang tak terhingga pokoknya. ...


...Terima kasih juga yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca kisah receh ini, yang sudah memberikan vote, gift, like dan komentarnya, aku terharu banget, sampai jumpa dikarya aku selanjutnya. Semoga kalian selalu sukak. Love you AllπŸ₯°πŸ˜πŸ˜˜β€β€...