
"Daddy, setelah ini kita mau ke mana?" Tanya Emily begitu masuk ke dalam mobil sport milik ayahnya.
"Bagaimana kalau kita makan siang di luar?" Tawar Anders.
"Mau, Daddy!" Gadis kecil itu bersorak. Anders mengalihkan pandangannya pada Ellia.
"Bagaimana? Apa kau mau makan siang di luar?" Tanyanya. Ellia mengangguk.
"Ya, aku ikut kalian saja."
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah restaurant cepat saji karena Emily ingin makan di sana.
Anders mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong, tapi sepertinya semua meja hampir terisi oleh para pengunjung. Mungkin karena hari libur dan bertepatan dengan jam makan siang jadi tidak ada meja kosong yang tersisa.
"Daddy, Daddy!" Emily menarik-narik kemeja Anders membuat pria itu menoleh padanya.
"Kenapa, Emily?"
"Itu di sana ada Paman Jeff!" Emily menunjuk ke arah kursi yang ada di sisi jendela kaca.
"Jeff?" Anders mengikuti arah yang ditunjuk Emily. Benar saja di sana ada sekretarisnya sedang makan seorang diri.
"Ya sudah, kalian bergabung dengan Jeff saja. Daddy mau memesan makanan dulu." Titahnya, ibu dan anak itu mengangguk dan menuju meja Jeff.
"Paman Jeff!" Seru Emily.
"Uhuk! Uhuk!" Jeff langsung tersedak kentang goreng yang baru saja melewati kerongkongannya.
"Minum, Paman." Emily memberikan segelas minuman yang ada di meja Jeff, pemuda itu langsung meminumnya.
"Nona kecil? Nyonya Ellia?" Jeff menatap heran pada istri dan anak Tuannya.
"Hai Jeff! Boleh kami ikut begabung denganmu? Meja yang lain sudah terisi penuh." Tanya Elia yang masih berdiri di hadapannya.
"Tentu Nyonya, silakan." Jawabnya. Tidak mungkin juga dia menolak permintaan Ellia.
"Di mana Tuan Anders, Nyonya?"
"Anders sedang memesan makanan. Apa kau hanya sendirian Jeff?" Tanya Ellia.
Tak lama kemudian Anders datang dengan satu nampan penuh makanan.
"Hai Jeff! Kami ikut bergabung denganmu ya?" Sapa Anders sambil meletakan nampan yang dibawanya. Jeff hanya mengangguk saja.
"Kau sendiri kan?" Anders bertanya lagi.
"Seharusnya Tuan tahu itu." Timpal Jeff yang kembali menikmati makanannya.
"Kenapa Paman Jeff selalu sendiri? Apa Paman Jeff tidak punya kekasih?" Tanya Emily membuat ketiga orang itu langsung menatapnya.
"Kenapa? Apa pertanyaan Emily ada yang salah?" Tanya gadis kecil itu lagi. Karena yang Emily tahu, Jeff memang selalu terlihat sendiri tidak seperti Daddy dan Mamanya yang selalu bersama jika pergi ke mana-mana.
"Tidak, sayang. Pertanyaan Emily tidak salah. Paman Jeff memang belum memiliki kekasih." Sahut Anders, ia melirik Jeff sambil menahan senyumnya. Jeff hanya menatap datar pada Tuannya.
"Oh ya? Kenapa Jeff? Kau itu tampan dan mapan, kenapa belum punya kekasih?" Kali ini Ellia yang bertanya.
"Aku belum menemukan yang tepat, Nyonya." Jawab Jeff seadanya.
"Pasti kau pilih-pilih." Tambah Ellia.
"Tidak, Nyonya. Memang belum ada yang cocok denganku."
Dalam hati Jeff merasa gusar, kenapa harus membahas masalah kekasih? Dirinya belum berfikiran ke arah sana semenjak kehilangan Alice. Kenapa juga harus bertemu dengan keluarga Tuannya itu di sini? Padahal niatnya tadi ingin menikmati waktu liburnya sendiri.
"Ya sudah, nanti kalau Emily sudah dewasa Paman Jeff jadi kekasih Emily saja." Celetuk Emily. Lagi, pandangan ketiga orang dewasa itu langsung terpusat padanya.
"Tidak, Daddy tidak mau Emily menjadi kekasih dia!" Anders langsung melayangkan protes.
"Kenapa memangnya, Daddy? Paman Jeff kan baik, suka membantu pekerjaan Daddy?" Emily menatap Anders penuh tanya.
"Pokoknya tidak boleh!" Seru Anders. Gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya mendengar penolakan sang ayah. Sedangkan Ellia hanya menatap keduanya bergantian sambil menyantap makanannya tanpa ikut bicara. Ia tahu Emily hanya bicara main-main, seharusnya Anders tidak menanggapinya dengan serius.
"Aku juga tidak mungkin menyukai seorang anak kecil, Tuan!" Sahut Jeff.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊