Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 30. PERGI



"Kau dan Fredy bisa ikut denganku kalau kalian tidak percaya padaku." Kata Anders yang kemudian beranjak berdiri. Ellia dan Fredy saling memandang. Terlihat Fredy mengangguk pelan. Ellia membuang nafas kasarnya ke udara. Sepertinya tidak ada pilihan lain. Kalaupun ia dan Fredy membawa Emily ke luar kota belum tentu juga Emily akan mendapatkan perawatan yang terbaik.


"Baiklah, aku setuju. Semua ini demi Emily. Dan kau jangan pernah berfikir sedikitpun untuk merebut Emily dariku." Ucap Ellia kemudian. Anders menghela nafas lega, tapi tetap saja hati kecilnya merasa sakit. Ellia selalu berfikir kalau dirinya akan merebut Emily, padahal sedikitpun Anders tidak pernah berfikir seperti itu. Kalau bisa dua-duanya ia ingin miliki.


"Akan ku urus semuanya." Anders menghampiri Jeff yang sedari tadi hanya menjadi penonton.


"Jeff, siapkan jet pribadi. Kita pulang hari ini. Dan minta pada Willians Hospital untuk menyiapkan dokter terbaiknya. Kita akan langsung ke sana begitu sampai nanti." Perintahnya yang di jawab anggukan oleh Jeff.


"Baik Tuan." Jawabnya.


_


_


_


Kedua insan yang seharusnya mengikat janji suci hari ini terlihat saling menatap dalam.


"Kau yakin tidak ikut bersama kami?" Tanya Ellia pada pria yang berdiri di hadapannya.


"Maaf Ellia, aku ingin mendampingimu dan Emily. Tapi aku juga ada pekerjaan yang tidak bisa ku tinggalkan." Jawab Fredy sambil membelai lembut rambut Ellia yang tergerai.


"Kenapa harus ada kabar buruk seperti ini di saat kita akan bersama? Maafkan aku, Fredy. Lagi-lagi aku mengecewakanmu." Ucap Ellia sendu. Fredy menangkup wajah Ellia.


"Ellia, jangan berkata seperti itu. Aku bisa menunggumu selama beberapa tahun ini. Dan ku rasa ini bukanlah hal yang sulit untukku, aku akan menunggumu kembali bersama Emily. Aku juga ingin melihat Emily ceria seperti dulu lagi." Ujarnya, jemarinya merapikan beberapa anak rambut Ellia yang sedikit berantakan karena tertiup angin.


"Setelah Emily sembuh nanti, kami akan langsung kembali." Ellia tersenyum simpul, namun tetap terlihat sorot kesedihan di balik kacamatanya.


"Aku akan menunggu." Wajah Fredy perlahan maju, dan mendaratkan kecupan singkat di kening Ellia. Ellia memejamkan matanya, merasakan kecupan hangat Fredy untuk pertama kalinya.


"Mungkin ini pertama dan terakhir kalinya aku mencium keningmu, Ellia.'' Ucap Fredy dalam hati.


"Terima kasih, Fredy." Ellia memeluk Fredy singkat. Keduanya kemudian melangkah ke arah sebuah jet pribadi yang sudah berada di sana.


"Mereka berdua terlihat saling mencintai. Dan Fredy, dia begitu tulus menyayangi Ellia dan Emily. Tidak sepertiku yang sudah meninggalkannya dulu." Gumam Anders yang sedari tadi memperhatikan sepasang calon pengantin itu. Hatinya terasa sakit melihat kemesraan mereka di depan matanya. Tapi ia tidak punya hak apapun untuk merasa keberatan dengan semua itu.


"Anders, ku harap kau bisa menjaga Ellia dan Emily." Ucap Fredy pada Anders yang sudah menunggunya di depan pintu pesawat.


"Fredy, aku pergi dulu." Pamit Ellia.


"Jaga dirimu dan Emilly. Aku menunggumu di sini." Ucap Fredy yang di jawab anggukan oleh Ellia. Ellia segera masuk ke dalam pesawat.


"Anders, aku titipkan Ellia dan Emily padamu. Dan aku berharap kau tidak menyakiti mereka lagi." Kata Fredy yang sebenarnya ada makna tersirat di dalamnya, Anders terlihat menautkan kedua alisnya.


"Kau tenang saja. Aku tidak akan menyakiti mereka, aku bukan orang jahat. Aku akan menjaga mereka sebaik mungkin." Timpal Anders. Fredy mengangguk.


"Ya, aku percaya kau bukan orang jahat, kau Ayah kandung Emily." Sahutnya.


"Kami harus pergi sekarang." Pamit Anders, pria itu menaiki tangga pesawat di ikuti Jeff di belakangnya.


Ellia terlihat masih berdiri di dalam sana, tanpa mengambil tempat duduk.


"Kenapa kau berdiri saja?" Anders bertanya.


"Di mana Emily?" Ellia balik bertanya.


"Emily ada di kamar. Sebaiknya kau temani saja." Jawab Anders. Tapi Ellia masih saja berdiri di tempatnya, ia tidak tahu di mana kamar yang di maksud Anders.


"Jeff, antar Ellia ke kamar Emily." Titahnya pada Jeff yang sudah duduk manis di kursinya. Pemuda itu menoleh.


"Kenapa tidak Tuan saja yang mengantar Nona Ellia?" Tanya Jeff, Anders langsung menatap tajam ke arah sekretarisnya.


"Jeff!" Serunya. Jeff hanya mengangguk dengan wajah datarnya dan terpaksa bangun dari kursinya, padahal ia baru saja duduk.


"Baik, Tuan. Ayo Nona, ikut aku." Jeff berjalan lebih dulu di ikuti Ellia.


Sepasang netra itu memandang nanar pada pesawat yang baru tinggal landas. Fredy masih berdiri di samping mobilnya hingga pesawat itu menjauh dari pandangannya.


"Aku bisa melihat penyesalan di wajah Anders. Aku berharap Ellia bisa memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Dan aku juga berharap Emily bisa kembali bersama ayah kandungnya. Walau selama ini aku yang berada di sisi Emily, nyatanya Emily tidak pernah menganggapku sebagai ayahnya." Gumam Fredy pada dirinya sendiri.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊