Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 59. MINTA MAAF



Anders tak menjawab, benar ternyata semalam Ellia yang mengganti pakaiannya. Itu artinya Ellia melihatnya dalam keadaan polos? Hah, entah mengapa itu terdengar memalukan untuk Anders, apalagi dirinya sedang tidak sadar. Walaupun sudah melakukan hubungan suami istri dengan Ellia, tapi tetap itu memalukan bagi Anders.


"Kenapa selamam kau pulang begitu larut?" Tanya Ellia yang masih duduk di samping Anders.


"Aku pulang atau tidak, memangnya kau peduli? Mungkin di fikiranmu aku sedang bersenang-senang dengan wanita lain." Jawab Anders dengan nada getir.


"Kau marah karena ucapanku kemarin malam?" Terka Ellia.


"Apa aku punya hak untuk marah? Sementara semua adalah salahku. Kebencianmu padaku sudah mendarah daging. Aku selalu saja terlihat buruk di matamu." Jawab Anders, kilat bening nampak di mata hazelnya. Ellia menatapnya lekat, namun datar. Ada rasa penyesalan menyelinap di hatinya, apalagi mengingat keadaan Anders semalam.


"Aku minta maaf kalau perkataanku sudah menyakiti perasaanmu." Ucapnya pelan sambil beranjak dari duduknya. Kening Anders tampak berkerut.


Apa dirinya tak salah dengar? Istri galaknya itu baru saja meminta maaf?


Ellia berlalu dari sana sambil membawa wadah bekas Anders makan tadi. Ia tak menunggu jawaban dari Anders tentang permintaan maafnya.


"Daddy! Daddy!" Pintu kamar itu kembali terbuka, Emily berlari kecil menghampiri Daddynya. Anders yang tadi hendak memejamkan matanya kembali, terbangun lagi.


"Hai, sayang." Emily duduk di samping Anders.


"Mama bilang Daddy sedang sakit? Daddy sakit apa?" Tanya gadis kecil itu, wajahnya terlihat khawatir, tapi itu malah membuat Anders gemas.


"Daddy tidak apa-apa, sayang. Hanya pusing saja." Jawabnya. Tangan kecil itu menempel di kening Anders, memeriksa suhu badannya.


"Badan Daddy panas." Ucap Emily sendu. Anders tersenyum, putri kecilnya itu begitu perhatian padanya.


"Hanya panas saja, Emily. Tapi Daddy tidak apa-apa." Ucapnya sambil mengusap rambut panjang Emily.


"Kenapa Daddy bisa sakit? Apa Daddy kehujanan? Kemarin hujannya deras sekali, Emily menunggu Daddy pulang tapi Daddy tidak datang-datang." Celotehnya.


Semalam Emily memang menunggu Anders pulang, tapi yang di tunggu tak kunjung datang. Padahal Ellia sudah menyuruhnya untuk tidur karena Emily sudah terlihat mengantuk. Akhirnya saat pukul sembilan malam Emily menyerah karena sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya.


Anders berfikir sejenak untuk menjawab pertanyaan Emily. Tidak mungkin juga ia jawab karena memang dirinya hujan-hujanan semalam.


"Daddy pasti takut suara petir kan?" Tanya Emily lagi.


"Petir?" Semalam saat petir membahana, Anders bahkan ada di pemakaman dan dirinya sama sekali tak mempedulikan itu.


Suara dering ponsel mengalihkan perhatian keduanya, Emily mengambil ponsel itu karena jaraknya yang lebih dekat.


"Daddy, Paman Jeff menelepon." Ujarnya sambil menyerahkan ponsel itu pada Anders, namun Anders menolaknya. Sekretarisnya itu pasti akan menanyakan tentang dirinya yang belum sampai kantor.


"Kau saja yang jawab, ya?" Pintanya, Emily mengerutkan keningnya, kemudian mengangguk patuh.


"Halo, Tuan. Tuan di mana? Kita ada rapat sebentar lagi." Ucap Jeff begitu panggilannya terhubung.


"Paman Jeff, ini Emily." Sahut Emily.


"Nona Emily? Kenapa Nona yang mengangkat teleponnya? Di mana Daddy Nona?" Tanya Jeff di balik ponsel.


"Daddy sedang sakit, Paman. Jadi Daddy tidak bekerja hari ini." Jawab Emily apa adanya, dan Anders hanya menyimaknya.


"Oh, Tuan Anders sakit?"


"Iya, Paman. Badan Daddy panas, muka Daddy juga pucat." Jawab Emily jujur. Terdengar Jeff menghela nafas berat.


"Baiklah kalau begitu, Nona. Terima kasih." Jeff mematikan panggilannya.


"Benar dugaanku, kalau Tuan Anders tidak akan masuk kantor hari ini." Ucap Jeff sambil menatap layar ponselnya.


"Dan itu artinya aku yang akan menyelesaikan pekerjaan hari ini. Nasib seorang sekretaris..." Keluhnya. Hari ini dirinya banyak pekerjaan dan sekarang harus di tambah dengan pekerjaan Anders.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊