
Setelah putrinya terlelap, Ellia kembali ke kamarnya. Dilihatnya Anders yang masih terjaga.
"Anders, kau belum tidur?" Tanyanya, Anders menggeleng.
"Tidurlah Anders, ini sudah malam." Ellia duduk di samping Anders, hendak memakaikannya selimut.
"Emily bilang, tadi kau menangis. Ada apa Ellia? Apa aku berbuat kesalahan lagi?" Tanya Anders dengan pandangan sendunya.
"Hah? Emily bilang seperti itu padamu?" Ellia balik bertanya dengan sedikit terkejut.
"Ya." Anders mengangguk. Mata hazelnya menatap lekat Ellia.
"Aku tidak apa-apa." Ellia hendak bangkit, namun Anders menahan tangannya.
"Apa salahku kali ini?" Tanya Anders.
Sepasang netra di balik kacamata itu mengerjap.
"Ellia..."
Ellia menatap lekat Anders, dan perlahan tubuhnya bergetar hingga bulir bening itu mengalir di wajahnya.
"Kenapa kau melakukan hal itu dulu padaku?" Tanyanya dengan suara tercekat.
"Dan sekarang, aku membencimu. Aku benci melihat wajahmu! Itu membuatku selalu berfikir buruk tentangmu! Tapi Emily, selalu ada binar kebahagiaan di matanya saat melihatmu. Emily sangat menyayangimu..."
Anders menangkup wajah Ellia dan menghapus air matanya yang mengalir deras. Tidak ada penolakan dari Ellia.
"Apa yang harus ku lakukan, Anders? Apa?! Di satu sisi aku membencimu, tapi di sisi lain kebahagiaan putriku adalah segalanya bagiku."
"Ellia, im sorry..."
Anders meraih tubuh Ellia ke dalam pelukannya, memeluknya erat.
"Kenapa kau lakukan ini padaku..." Lirih Ellia di sela tangis.
"Im sorry..." Anders menghujani puncak kepala Ellia dengan kecupan dan kembali memeluk Ellia.
"Hari itu aku hanya berniat untuk menolongmu saat Karen memaksamu mabuk. Aku ingin membawamu pulang, tapi aku tidak tahu di mana alamatmu. Aku juga takut kalau keluargamu menyalahkan aku karena kau mabuk. Jadi aku membawamu ke penginapan."
"Aku fikir kau bisa istirahat malam itu di sana. Aku berniat untuk pulang, tapi..."
Anders menutup wajahnya dengan sebelah tangan, dan Ellia masih menatap lekat padanya.
"Aku malah terlena dengan dirimu, aku terlena dengan kecantikanmu. Hingga aku kehilangan kendali, dan melakukan hal itu padamu..."
Ellia terpaku, tubuhnya terasa kaku mendengar cerita Anders.
"Jadi Anders berniat menolongku waktu itu?" Batinnya.
"Dan apa katanya tadi? Anders terlena dengan kecantikanku? Apa matanya katarak? Padahal yang memakai kacamata itu aku, bukan dia. Tapi sepertinya dia yang memiliki gangguan pengelihatan." Batin Ellia menggumam, tapi tentu saja Ellia tidak mengatakan apa yang ada di dalam hatinya karena suasananya sedang sedih seperti ini.
"Saat aku terbangun dan menyadari semuanya aku benar-benar menyesal, Ellia. Tapi aku takut, aku takut kau akan marah dan membenciku. Jadi aku pergi meninggalkanmu. Dan ternyata itulah kesalahan terbesar yang ku lakukan." Ucap Anders penuh penyesalan.
"Aku tidak pernah tahu, jika perbuatanku menghadirkan Emily dalam rahimmu. Aku tidak pernah tahu, jika perbuatanku sudah menghancurkan hidupmu."
Anders meraih kembali Ellia ke dalam pelukannya.
"Ellia, maafkan aku. Maafkan aku..." Kata-kata itu terus Anders ucapkan, sementara Ellia masih terdiam dan tak membalas pelukan Anders. Kini ia tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi ke mana Anders selama tujuh tahun ini? Apa lelaki itu tidak mencarinya walau hanya sekedar untuk meminta maaf?
Ellia mendorong pelan tubuh Anders.
"Kau pergi ke mana selama tujuh tahun ini? Apa kau tidak mencariku?" Tanya Ellia. Manik hazel itu bergerak gelisah.
"Aku... Aku selalu berniat untuk mencarimu. Tapi aku tidak bisa." Jawab Anders.
"Tidak bisa? Kenapa? Kau orang kaya, Anders. Bukan hal yang sulit untuk mencari satu orang, kau bisa menyuruh orang lain untuk mencariku. Tapi kau tidak melakukan itu." Ucap Ellia dengan nada kecewa.
"Apa begitu sulit dulu bagimu untuk mengucapkan kata maaf? Dan setelah kau tahu tentang Emily, kau baru meminta maaf padaku? Kau hanya menginginkan Emily?" Cecar Ellia. Pria itu menggeleng cepat.
"Tidak Ellia, aku..." Ucapan Anders terhenti, karena mendadak ia merasa mual.
"Anders kau kenapa?" Raut wajah Ellia berubah panik, Anders tak menjawab dan berlari ke kamar mandi.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊