Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 55. AKU BENAR-BENAR LELAH



Willians Group


Sesekali Jeff melirik ke meja di sebelahnya. Meja sebelah nampak begitu senyap. Sejak pagi hingga kini hampir waktunya makan siang tak ada satu katapun terucap dari mulut Tuannya itu.


"Tuan Anders kenapa ya?" Batin Jeff bertanya-tanya.


"Ehm, Tuan. Anda ingin makan siang apa? Biar aku pesankan." Tanya Jeff memecah kesunyian di ruangan itu. Anders meliriknya sejenak.


"Aku tidak lapar, Jeff. Kau makan siang sendiri saja." Jawab Anders yang kembali fokus pada layar di depannya.


"Kalau Tuan tidak makan, nanti Tuan bisa sakit. Dan itu pasti akan merepotkanku, karena aku yang akan menyelesaikan pekerjaan Tuan." Timpal Jeff, terdengar helaan nafas berat dari Anders.


"Aku sakit atau mati sekalipun tidak akan ada yang peduli padaku." Sahut Anders begitu datar. Jeff menatap heran padanya, biasanya Tuannya itu akan menjawab dengan emosi pertanyaannya.


"Tuan, anda baik-baik saja?" Jeff sudah berdiri di hadapannya.


"Sudahlah Jeff, sebaiknya kau pergi makan siang. Aku ingin sendiri di sini." Tukas Anders sambil mengibaskan tangannya.


"Tuan..."


"Jeff, ku bilang keluar dari sini!" Seru Anders menyela lebih dulu, Jeff membuang nafasnya ke udara.


"Baiklah, Tuan. Aku pergi makan siang dulu." Pamitnya sambil beranjak dari sana.


"Apa Tuan Anders ada masalah lagi dengan Nyonya Ellia? Wajahnya terlihat suram sekali." Tanya Jeff pada dirinya sendiri.


Anders menyandarkan punggung di sandaran kursi kebesarannya, jari telunjuknya memijat pangkal hidungnya.


"Kenapa hanya kebencian yang ku dapat dari istriku? Apa aku sama sekali tidak layak untuk diperlakukan sebagaimana suami pada umumnya?"


"Pernikahan ini hanya berlangsung singkat, tak bisakah ada kenangan manis yang ku dapat?"


"Apa aku begitu buruk di mata Ellia hingga tak pernah sedikitpun dia berfikir baik tentangku?"


Sepasang netra hazel itu perlahan terpejam. Rasanya penat, sesak, lelah, masalah seakan tidak berhenti menerpa hidupnya.


"Tuhan, kapan semua ini akan berakhir? Aku benar-benar lelah..."


_


_


_


Willians Group


Waktu menunjukkan pukul 17.00 sudah waktunya pulang kantor. Jeff sudah merapikan mejanya begitu juga dengan Anders.


"Tuan, anda tidak lapar? Atau mau aku pesankan makanan dulu?" Tanya Jeff. Tadi siang Jeff membawakan makan siang untuk Anders, tapi Anders menolaknya dan memberikan makanan yang dibawa Jeff pada seorang office boy di sana.


"Jeff, berhentilah menawariku makan. Aku tidak lapar." Tukas Anders.


"Aku hanya..."


"Sudahlah Jeff." Potong Anders yang kemudian keluar dari ruangannya lebih dulu. Jeff hanya bisa menatap punggung Anders yang menghilang di balik pintu. Anders tahu kalau Jeff begitu peduli dengannya, tapi hari ini dirinya benar-benar tak berselera untuk makan.


Mobil Anders melaju membelah jalanan yang lumayan padat itu, kemudian ia membelokkan mobilnya ke jalan yang berbeda. Setelah beberapa menit akhirnya Anders sampai di pemakaman. Suasana di sana sudah nampak gelap dan juga sepi.


Anders duduk di samping makam ibunya. Tanpa berkata apapun, pandangannya terlihat hampa. Ia hanya mengusap-usap nisan makamnya saja. Anders kemudian menutup wajahnya dengan kedua lututnya, menikmati angin malam di sana yang terasa begitu menenangkan fikirannya.


Walaupun perutnya sudah terasa perih karena seharian ini Anders memang tidak makan apapun, hanya minum secangkir coklat panas saat sarapan tadi. Tapi Anders tidak mempedulikannya. Perkataan Ellia semalam sudah menghilangkan selera makannya.


"Di matanya aku adalah pria yang menjijikkan. Tapi nyatanya aku hanyalah pria yang menyedihkan, yang berharap kasih sayang istriku sedikit saja. Memang aku tidak tahu diri, tapi itu tidak salah kan?"


Langit mendadak gelap, awan mendung terlihat berkumpul di satu titik. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Tapi bukannya berteduh, Anders malah membiarkan air hujan membasahi tubuhnya. Ia juga tidak mempedulikan suara petir yang menggelegar.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊