
Ellia hanya bisa menatap heran punggung yang menjauh itu. Emily menarik ujung dress Ellia membuat ibunya itu menoleh.
"Mama, kenapa Daddy pergi?" Tanyanya. Gadis kecil itu terlihat bingung melihat Daddynya pergi bersama Jeff.
"Em, Daddy ada pekerjaan, sayang. Nanti Daddy akan kembali lagi kemari." Jawab Ellia yang sebenarnya juga merasa bingung kenapa Anders memilih pergi.
"Nyonya Ellia dan Nona Emily." Panggil Bu Nora.
"Ya?"
"Silakan Nyonya dan Nona istirahat dulu. Kami sudah siapkan kamarnya." Ujar Bu Nora.
"Akh, iya." Jawab Ellia sedikit canggung. Apalagi Anders malah meninggalkannya di sana. Bagaimanapun mansion itu masih sangat asing baginya.
"Mari Nyonya." Dua orang pelayan meminta Ellia dan Emily untuk mengikutinya.
Ibu dan anak itu tercengang begitu sampai di sebuah kamar mewah bernuansa warna merah muda. Di mana terdapat begitu banyak boneka di dalamnya.
"Ini kamar Nona Emily." Kata pelayan itu.
"Ini kamarku?" Tanya Emily tak percaya.
"Iya, Nona. Silakan masuk."
Ellia dan Emily memasuki kamar itu. Sepasang mata hazel itu mengedar, memperhatikan setiap sudut kamarnya.
"Mama, kamarnya cantik sekali." Sorak Emily yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.
"Iya, sayang." Sahut Ellia.
"Di sini ada beberapa pakaian untuk Nona Emily." Ujar pelayan iitu sambil membuka sebuah lemari putih yang terdapat di sana.
"Semua pakaian ini untukku?" Tanya Emily.
"Iya, Nona."
Mulut kecil itu ternganga melihat berbagai jenis pakaian yang tergantung di dalam lemari. Pakaian mahal dengan berbagai merk ada di sana.
"Nyonya mari saya antar ke kamar."
"Ke kamar?" Tanya Ellia bingung.
"Iya, Nyonya. Kamar Tuan Anders yang juga kamar Nyonya sekarang." Terang pelayan itu.
"Akh, iya." Ellia lupa jika mulai sekarang dirinya akan satu kamar dengan Anders.
Mereka menuju ke kamar yang berada di sebelah kamar Emily.
"Ini kamar Nyonya Ellia." Ucap pelayan itu sambil membuka pintu. Ellia dan Emily kembali ternganga melihat kamar yang sangat mewah tersebut.
_
_
_
Anders menyandarkan punggungnya di sofa ruangannya, memijat keningnya yang terasa pusing.
"Tuan perlu sesuatu?" Tanya Jeff yang berdiri di sampingnya.
"Tidak, Jeff. Aku ingin istirahat. Kau selesaikan semua pekerjaanku hari ini." Ucap Anders.
"Tuan ke kantor hanya untuk istirahat? Kenapa tadi tidak istirahat di mansion saja?" Tanya Jeff heran.
"Terserah aku mau istirahat di mana. Mansion ataupun kantor, keduanya adalah milikku." Celetuk Anders dengan sombongnya. Pria itu membaringkan tubuhnya di sofa, matanya mulai terpejam.
"Tuan sedang menghindari Nyonya Ellia?" Tanya Jeff, Anders kembali membuka matanya. Melirik Jeff sudah duduk di hadapannya.
"Menurutmu?" Anders balik bertanya.
"Menurutku seperti itu." Timpal Jeff.
"Entahlah Jeff. Aku bingung."
"Justru aku yang bingung Tuan. Kenapa tiba-tiba Tuan dan Nyonya Ellia menikah? Tuan tahu, tadi aku baru akan memimpin rapat, tapi Tuan malah memberiku perintah yang aneh begitu." Jeff menggerutu. Anders bangun dari tidurnya, sepasang mata hazelnya menatap tajam pada sekretarisnya itu.
Tadi begitu sampai di kantor, Jeff hendak memimpin rapat bulanan di perusahaan menggantikan Anders, namun tiba-tiba saja Anders menghubunginya meminta di carikan sebuah gaun putih dan juga tempat untuk menikah.
Walaupun merasa aneh, Jeff tetap menurutinya dan terpaksa menunda rapat. Padahal dirinya juga baru sampai di kantor.
"Kau fikir aku tahu kalau ini semua harus terjadi?" Keluh Anders.
"Maksud Tuan?" Tanya Jeff yang masih tidak mengerti.
Anders membuang nafas berat, kemudian menceritakan apa saja yang terjadi di rumah sakit tadi.
"Jadi Tuan dan Nyonya Ellia menikah hanya untuk mendapatkan seorang anak lagi untuk menjadi pendonor Nona kecil?" Tanya Jeff begitu cerita Anders selesai. Pria itu mengangguk.
"Ya." Sahutnya.
"Dan setelah Nona Emily sembuh nanti, kalian akan bercerai?" Tanya Jeff lagi.
"Ellia menginginkan itu." Jawab Anders yang terkesan pasrah.
"Bukannya itu sama saja seperti kalian mempermainkan sebuah pernikahan? Pernikahan adalah ikatan yang suci, tapi Tuan dan Nyonya melakukannya hanya untuk mendapat seorang anak lagi?" Tanya Jeff beruntun, dirinya adalah pria menjunjung tinggi sebuah ikatan suci. Jadi ia tak akan terima jika ada yang mempermainkan pernikahan. Walaupun itu adalah bos nya sendiri.
"Jeff, sudah ku katakan kalau Ellia yang menginginkan ini. Bukan aku." Tukas Anders.
"Dan asal kau tahu, seandainya bisa aku ingin mempertahankan pernikahan ini. Tapi Ellia sudah terlanjur membenciku, sangat membenciku!"
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊