Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 28. EMILY!



"Tapi Emily ingin Daddy." Gadis kecil itu merengek. Ellia mulai merasa gemas pada putrinya.


"Emily sudah berjanji pada Mama bukan kalau Emily tidak akan dekat lagi dengan lelaki itu?" Tanya Ellia, Emily terdiam seketika. Ia teringat janjinya malam itu, kemudian mengangguk pelan.


"Iya Mama. Maafkan Emily." Gadis kecil itu memandang Anders sejenak kemudian berbalik, melangkah pelan menuju ke dalam rumah. Anders menatap nanar punggung kecil yang menjauh itu.


"Ellia, aku tak menyangka kau bisa berkata tentangku seperti itu pada Emily." Ucap Anders dengan nada kecewa.


"Apa kau fikir aku peduli? Kau yang sudah membuatku seperti ini, Anders." Sahut Ellia dengan dinginnya. Anders menggeleng pelan. Baru saja ia akan berbalik, matanya menangkap bayangan Emily yang tiba-tiba saja terjatuh.


"Emily!" Serunya, membuat perhatian orang di sana teralihkan. Anders berlari menghampiri putrinya di ikuti yang lainnya.


"Emily, kau kenapa?" Anders meraih tubuh kecil itu.


"Jangan sentuh putriku!" Ellia langsung menghempas tangan Anders, dan mengambil alih tubuh putrinya.


"Ellia, Emily berdarah..." Ucap Fredy yang melihat darah segar mengalir dari hidung Emily.


"Mama... Emily..." Kelopak mata Emily tiba-tiba saja tertutup rapat. Jantung Ellia berdetak cepat, dengan tangan gemetar ia menguncang pelan tubuh putrinya itu.


"Emily...!"


"Ellia, kita bawa Emily ke rumah sakit sekarang." Anders hendak meraih tubuh Emily, namun lagi-lagi Ellia melarangnya.


"Jangan pernah sentuh putriku!" Bentaknya membuat Anders mengurungkan niatnya. Dan Fredy yang mengambil alih Emily membawanya ke dalam gendongannya.


"Fredy, sebentar lagi acaranya akan di mulai." Sergah Frida sambil memegangi lengan Fredy.


"Mama, pernikahan ini bisa di tunda. Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu pada Emily?!" Seru Fredy yang kemudian berlari kecil membawa Emily ke dalam mobilnya di ikuti Ellia.


Frida beralih menatap Anders yang masih terdiam di tempatnya berdiri.


"Lihat? Ini semua gara-gara dirimu Tuan! Kau sudah mengacaukan acara pernikahan putraku!" Sembur Frida pada Anders. Namun Anders tidak mempedulikannya dan pergi menuju mobilnya.


"Tuan ada apa? Kenapa Nona Emily?" Tanya Jeff begitu Anders masuk ke dalam mobilnya dengan tergesa-gesa.


"Jeff, kau ikuti mobil Fredy." Perintahnya tanpa mempedulikan pertanyaan Jeff.


"Iya, Tuan."


_


_


_


Di dalam mobil


"Jeff, kenapa kau tadi hanya di mobil saja dan tidak membantuku? Kau tahu? Aku tadi sudah di perlakukan seperti seorang tersangka di sana." Tanya Anders kesal.


"Tadi Tuan tidak memintaku untuk turun. Memangnya apa yang sudah terjadi Tuan?" Jeff balik bertanya.


"Mereka menuduhku akan mengacaukan pernikahan Ellia dan Fredy, dan mereka juga melarangku untuk bertemu dengan Emily. Mereka fikir aku akan merebut Emily dari Ellia." Jawab Anders yang masih terlihat kesal.


"Bukannya memang itu tujuan Tuan?" Tanya Jeff yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Anders yang duduk di sampingnya.


"Apa kau fikir aku sejahat itu, Jeff?" Suara Anders terdengar menajam, Jeff menelan salivanya.


"Maaf Tuan kalau aku salah bicara.'' Jawab Jeff cari aman. Anders mendengus, ternyata sekretarisnya itu sama saja seperti oang-orang tadi.


Mobil mereka akhirnya berhenti di sebuah rumah sakit. Anders dan Jeff mengikuti langkah Ellia dan Fredy. Emily di bawa ke sebuah ruangan untuk di periksa. Ellia dan Fredy duduk di kursi panjang yang terdapat di depan ruangan itu. Sementara Anders dan Jeff berdiri tidak jauh dari mereka.


"Ellia, tenanglah." Fredy menyandarkan Ellia di bahunya. Sejak di perjalanan tadi Ellia tak henti-hentinya menangis. Riasan di wajahnya sudah nampak berantakan, pun dengan gaun pengantinnya. Tapi Ellia tidak mempedulikan hal itu.


"Apa yang terjadi pada putriku? Emily tidak pernah seperti ini sebelumnya." Lirih Ellia dengan nafas yang tersendat-sendat.


"Tidak akan terjadi apa-apa pada Emily." Ucap Fredy menenangkan, tangannya mengusap lembut bahu Ellia.


"Semoga putriku baik-baik saja." Batin Anders terus mengucap kata-kata itu. Tak bisa di pungkiri ia pun sama khawatirnya dengan Ellia.


Ellia sudah merasa lebih tenang sekarang, pandangannya beralih pada Anders yang masih berdiri di tempatnya.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊