Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 23. TIDAK BERTANGGUNG JAWAB



Jeff membelalakan matanya, apa dirinya tidak salah dengar?


"Aku bodoh, Mom. Hari itu aku malah meninggalkannya seorang diri. Dan setelah tujuh tahun kami baru bertemu kembali, satu hal yang tidak pernah ku tahu... Ternyata perbuatanku dulu telah menghadirkan kehidupan baru dalam rahim Ellia. Karena itu juga masa depan Ellia hancur, karena perbuatanku. Ellia mengalami hidup yang menderita dia harus kehilangan orang tuanya dan teriusir dari rumahnya sendiri. Sekarang Ellia sudah tahu semuanya, tentang diriku. Ellia sangat membenciku. Apa yang harus aku lakukan, Mom?" Anders tidak bisa menahan tangisnya. Dadanya terasa sesak, teringat kembali perbuatannya pada Ellia dulu dan juga cerita Ellia tentang masa lalunya yang begitu pahit.


Sedangkan Jeff, pria itu berdiri kaku mendengar apa saja yang baru di ucapkan oleh Tuannya itu.


"Jadi Emily adalah putri dari Tuan Anders?" Batin Jeff menggumam, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Pantas saja wajah mereka terlihat mirip."


Anders beralih menatap makam sang adik.


"Alice, maafkan Kakak..." Anders mengusap kasar air mata yang mengalir di pipinya.


"Maafkan Kakak. Kau yang harus menanggung akibat dari perbuatan Kakak..." Anders memejamkan matanya, bayangan tentang Alice kembali menyeruak. Bagaimana sang adik yang menangis histeris karena begitu terpukul dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dan saat di mana Alice meregang nyawa, adalah saat yang begitu menyakitkan bagi Anders.


Anders menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tangisnya tak terbendung. Kehilangan seluruh anggota keluarganya adalah hal terberat yang pernah ia rasakan. Melihat Anders yang mulai kacau, Jeff tidak tinggal diam.


"Tuan baik-baik saja?" Tanya Jeff sambil mendekat ke arah Anders.


"Tuan sebaiknya kita pulang." Ajak Jeff yang sudah berdiri di hadapannya.


"Tuan." Jeff menarik tangan Anders karena pria itu sama sekali tak bergeming dan terus menangis.


Selalu seperti ini, kejadian yang sama pasti terulang lagi jika Anders sudah datang ke makam keluarganya. Pria itu selalu tak bisa menahan tangisnya.


_


_


_


Mansion Willians. Sebuah mansion mewah yang berada di pusat kota, tapi sayangnya mansion itu terasa sangat sepi walaupun banyak para pelayan di sana. Karena hampir seluruh anggota keluarga Willians telah berpulang, hanya menyisakan satu orang saja.


Dua orang pria duduk saling berhadapan. Salah seorang diantaranya terlihat putus asa dan yang lainnya hanya memasang wajah datar seperti biasa.


"Menurutmu, apa yang harus ku lakukan?" Mata hazel itu menatap hampa pada orang yang duduk di hadapannya.


"Aku meminta pendapatmu, Jeff." Anders mendengus. Sekretarisnya itu tidak bisa di ajak kompromi jika mengenai masalah perempuan.


"Aku tidak tahu, Tuan. Karena aku tidak pernah berada dalam posisi seperti Tuan." Jawab Jeff apa adanya.


"Jeff!" Anders menggeram.


"Kau fikir aku ingin terjebak dalam keadaan seperti ini?!" Serunya. Sementara Jeff hanya mengendikkan bahunya.


"Semua yang terjadi adalah kesalahan Tuan yang tidak bisa menahan diri. Seharusnya dulu Tuan menjadi penolong bagi Nona Ellia tapi Tuan malah merusaknya. Dan sangat wajar jika Nona Ellia sekarang begitu membenci Tuan." Ujarnya begitu enteng, Anders langsung menatap tajam pada sekertarisnya itu.


"Ternyata sia-sia aku menceritakan semuanya ini padamu, kau benar-benar menyebalkan. Bukannya memberi solusi, kau malah menghakimiku." Tukas Anders yang kemudian bangkit dari duduknya.


"Tuan mau ke mana?" Tanya Jeff yang melihat Anders menaiki tangga.


"Aku lelah, dan aku ingin istirahat. Kau kembali ke kantor dan selesaikan pekerjaanku." Titahnya. Anders melenggang begitu saja tanpa mempedulikan Jeff yang hendak protes.


"Tuan! Tuan tidak bisa..."


"Tentu saja bisa. Ingat Jeff, kau adalah sekretarisku. Dan itu sudah menjadi tanggung jawabmu." Anders menyela lebih dulu, kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


"Sungguh tidak bertanggung jawab." Jeff mengerutu.


"Kau bilang apa?" Anders kembali menghentikan langkahnya.


"Aku bilang, Tuan tidak bertanggung jawab." Sahut Jeff dengan datarnya.


"Dari dulu aku memang tidak bertanggung jawab, Jeff. Kau harusnya tahu itu. Kau kan yang selalu menyelesaikan pekerjaanku." Timpal Anders sekenanya. Jeff hanya menganga mendengarnya.


"Sudah kembali ke kantor sana, waktu istirahatmu sudah habis." Anders mengibaskan tangannya. Jeff memandang datar ke arahnya, namun tetap melakukan perintah dari Tuannya itu walau hatinya terus menggerutu.


Sepulang dari pemakaman tadi, Anders meminta Jeff untuk mengantarnya pulang ke mansion miliknya. Anders kemudian menceritakan semuanya pada Jeff. Sekretarisnya itu begitu terkejut dengan apa yang di katakan Anders. Ia sama sekali tidak menyangka jika Anders dan Ellia pernah terlibat cinta satu malam. Hingga hadirnya Emily di antara mereka berdua.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊