Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 34. INGIN BERTEMU



Sepasang netra hazel itu terlihat mengerjap perlahan, diiringi dengan gerak pelan pada jemarinya.


"Emily, kau sudah sadar sayang?" Tanya Ellia yang sedari tadi duduk di sampingnya. Wanita tidak beranjak sedikitpun dari sisi sang putri.


"Mama, ini di mana?" Tanya Emily yang masih terdengar lemah.


"Ini rumah sakit, sayang." Jawab Ellia sambil membelai lembut wajah putrinya.


"Emily sakit apa, Ma? Kenapa tangan Emily di infus?" Tanya Emily, tangannya bergerak pelan memperhatikan selang infus yang menancap di sana.


"Em... Emily tidak sakit sayang. Emily hanya... Hanya kekurangan vitamin, maka dari itu juga tadi Emily pingsan." Jawab Ellia. Dirinya terpaksa berbohong, Ellia tidak ingin putrinya sedih jika tahu tentang penyakitnya. Emily terlihat mengangguk pelan. Matanya kemudian mengedar memperhatikan ruang rawatnya.


Ruangan itu sangat luas dan di dominasi warna putih, ada sofa dan juga televisi layar lebar yang terpajang di dinding. Apa benar ini rumah sakit? Tapi kenapa lebih mirip kamar hotel?


"Apa kau lapar, sayang? Ingin makan sesuatu?" Tanya Ellia. Emily menggeleng pelan.


"Tidak, Mama. Aku tidak lapar." Jawabnya. Gadis kecil itu terlihat menggigit bibir bawahnya.


"Ada apa, Emily? Apa ada yang sakit?" Ellia terlihat khawatir, putrinya seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Tidak, Mama. Emily baik-baik saja." Jawabnya.


"Benar kau baik-baik saja? Katakan pada Mama kalau ada yang kau rasa, Emily. Mama akan panggilkan dokter nanti." Tuturnya. Lagi, Emily hanya menggeleng pelan.


"Mama, apa Daddy Anders ada di sini?" Takut-takut Emily akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Terlihat Ellia menghela nafas. Ternyata gadis kecilnya masih ingin bertemu dengan Anders.


"Ya, Daddy Anders ada di sini." Jawabnya pasrah.


"Benarkah?" Mata hazel itu terlihat berbinar.


"Boleh Emily bertemu dengan Daddy sebentar saja?" Pinta Emily dengan tatapan polosnya yang terlihat memohon.


"Kenapa Emily begitu ingin bertemu dengan Daddy Anders?" Tanya Ellia penasaran. Baru saja putrinya itu sadar, sudah menanyakan Anders.


"Karena Emily merindukannya. Daddy Anders sudah seperti Daddy sungguhan untukku." Jawab Emily sambil melirik takut pada ibunya.


"Izinkan Emily bertemu dengan Daddy." Gadis kecil itu kembali memohon.


"Anders memang ayah kandungmu, Emily. Ikatan batin memang tidak bisa berbohong. Sekeras apapun aku melarang Emily untuk tidak bertemu dengan Anders, tetap saja Emily akan memohon." Batin Ellia. Dan akhirnya Ellia memilih untuk mengalah.


"Iya, Mama." Terlihat binar kebahagiaan di wajah mungil itu. Ellia kemudian berjalan ke arah pintu. Raut wajahnya seketika berubah melihat apa yang ada di depannya.


Nampak Anders sedang duduk bersama Dokter Meitha, dan mereka terlihat cukup dekat. Ellia memperhatikan keduanya dari pintu yang sebagian dari kaca itu.


"Anders dan Dokter Meitha? Apa mereka memiliki hubungan? Mereka terlihat akrab. Hah, dasar playboy, tidak bisa melihat wanita cantik sedikit saja. Dan playboy tetaplah seorang playboy. Tidak mungkin berubah." Batin Ellia menggerutu. Entahlah, ada rasa kesal dalam hatinya melihat dua orang yang nampak dekat itu.


"Tuan Anders, aku permisi dulu. Oh ya, untuk hasil tesnya besok baru akan keluar."


Dokter Meitha bangkit dari duduknya dan merapikan pakiannya yang sedikit kusut.


"Ya, semoga saja hasilnya sesuai dengan yang kami harapkan." Sahut Anders.


"Semoga saja." Dokter Meitha beranjak dari sana.


Klek, pintu ruangan itu terbuka membuat Anders menoleh. Terlihat Ellia berdiri di ambang pintu dengan wajah dinginnya sambil menatap datar padanya.


"Ada apa Ellia?" Tanya Anders sambil beranjak dari duduknya.


"Emily sudah sadar." Jawab Ellia datar, sedatar tatapannya.


"Benarkah?" Raut wajah Anders terlihat berbinar.


"Ya. Dan Emily ingin bertemu denganmu." Sahut Ellia yang masih memasang wajah datar.


"Emily ingin bertemu denganku?" Ulangnya. Wajah Anders seketika berubah suram, ia teringat kejadian pagi tadi.


"Kenapa?" Tanya Ellia yang melihat perubahan di wajah Anders.


"Tidak apa-apa. Katakan saja pada Emily kalau aku tidak ada di sini." Jawab Anders yang kembali duduk, Ellia mengerutkan keningnya.


"Kau tidak mau menemui Emily?" Tanya Ellia sambil menatapnya heran.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊