
Sepulang dari pemakaman tadi, Anders meminta Jeff untuk mengantarnya pulang ke mansion miliknya. Anders kemudian menceritakan semuanya pada Jeff. Sekretarisnya itu begitu terkejut dengan apa yang di katakan Anders. Ia sama sekali tidak menyangka jika Anders dan Ellia pernah terlibat cinta satu malam. Hingga hadirnya Emily di antara mereka berdua.
Anders juga menceritakan tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Alice. Karena selama ini Anders merahasiakan apa yang terjadi dengan adik perempuannya tersebut pada siapa pun.
*
Jeff menggerutu sambil terus berjalan ke arah mobilnya. Namun begitu masuk kembali ke dalam mobilnya, wajahnya mendadak berubah sendu. Ia menunduk dan menyandarkan kepalanya pada stir mobil.
"Alice..." Gumamnya.
"Alice... sungguh malang sekali nasibmu. Andai ku tahu apa yang sudah terjadi padamu, aku akan lebih dulu melindungimu..."
Jeff mengusap kasar wajahnya, terdengar helaan nafas berat dari pria itu.
Jeff dan Alice adalah teman satu sekolah, ayah Jeff adalah salah satu dari rekan bisnis dari daddy Alice.
Mereka tak pernah dekat hanya sebatas saling mengenal satu sama lain. Tapi diam-diam dulu Jeff pernah menaruh perasaan pada Alice, baginya Alice adalah gadis yang ceria dan sangat menggemaskan. Hingga beberapa tahun kemudian, Jeff malah mendapat kabar buruk tentang kematian Alice, Jeff menyesal belum sempat mengungkapkan perasaannya pada gadis itu dan maut sudah lebih dulu menjemputnya.
Kilat bening nampak di mata tajam Jeff. Ia menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. Memikirkan Alice selalu membuat hatinya sakit. Karena Alice lah, Jeff akhirnya memutuskan untuk mengabdikan dirinya menjadi pegawai kepercayaan Anders dan tidak meneruskan bisnis keluarganya.
"Semua sudah berlalu, dan aku berharap kau sudah bahagia di sana, Alice..."
Tangan Jeff memutar kunci kontak, dan membawa mobil itu pergi dari mansion mewah keluarga Willians.
Sementara itu, Anders menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Memijat keningnya yang kembali terasa pusing.
"Ellia, Emily... Aku merindukan kalian. Padahal baru dua hari aku tidak bertemu dengan kalian..." Lirihnya.
Teringat kembali saat dirinya pertama kali melihat Emily, seorang gadis kecil yang sangat mirip dengan Alice dan memiliki warna mata sama seperti dirinya. Dan tanpa di duga dengan mudahnya mereka berdua dekat, mungkin karena ikatan batin di antara mereka.
Tangan Anders meraih sebuah bingkai photo yang terletak di atas nakas. Dipandanginya photo itu, ada empat orang di sana. Dan mereka terlihat begitu bahagia dengan senyum yang menghiasi wajah masing-masing.
"Dad, Mom, Alice... Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin kembali memiliki keluarga, aku ingin Ellia dan Emily kembali bersamaku."
_
_
_
Dua minggu berlalu...
Gadis kecil itu menatap pantulan dirinya di cermin. Emily nampak cantik dengan gaun princessnya. Dan juga sebuah tiara kecil menghiasi rambut panjangnya yang berwarna cokelat.
"Putri Mama cantik sekali." Puji Ellia yang baru saja selesai di rias.
"Mama juga cantik." Balas Emily sambil tersenyum. Ellia memang tampak begitu cantik dengan dress putihnya juga rambut dengan model lose chignon. Kacamata tebal yang selalu menghiasi wajahnya tidak dipakainya, membuat kecantikannya terpancar dan terlihat sempurna.
"Ma, boleh Emily tanya sesuatu." Tanya Emily sambil menatap Ellia.
"Apa yang ingin kau tanyakan, sayang?" Sahutnya sambil menangkup wajah mungil Emily.
"Kenapa Mama tiba-tiba mau menikah dengan Paman Fredy? Dulu Paman Fredy sudah sering mengajak Mama menikah, tapi Mama tidak mau. Kenapa sekarang Mama bersedia?" Tanya Emily. Sepasang netra hazel itu berkedip, memandang wanita yang telah melahirkannya itu penuh tanya.
Ellia terdiam, beberapa hari yang lalu dirinya memang mengatakan pada Emily kalau ia akan menikah dengan Fredy. Dan reaksi gadis kecilnya itu hanya diam kemudian mengangguk saja.
Setelah sempat berfikir beberapa waktu, Ellia akhirnya setuju untuk menikah dengan Fredy. Tanpa adanya acara lamaran, Ellia ingin langsung menikah saja. Tentu saja keputusannya itu membuat Frida begitu bahagia, akhirnya putranya akan menikah dengan wanita yang dicintainya.
Setidaknya setelah dirinya menikah dengan Fredy nanti, ada yang menjaga dirinya dan juga Emily jika Anders datang kembali dan mengganggunya, fikir Ellia.
Mengenai masalah cinta, Ellia yakin cinta akan tumbuh dengan sendirinya jika mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama, dan lagi cinta tak begitu penting baginya sekarang.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊