
Flasback
Tiga tahun yang lalu...
"Nona Alice menjadi korban pemer*kosaan." Ucap seorang dokter yang baru saja memeriksa Alice.
DEG!
Jantung Anders serasa berhenti saat itu juga.
"Apa?" Tanyanya dengan nada tak percaya.
"Iya, Tuan. Luka dan memar yang di alami Nona Alice dan juga luka di inti tubuhnya sudah sangat jelas membuktikan itu semua. Tapi kami akan tetap lakukan visum." Jelas Dokter wanita paruh baya tersebut. Tubuh Anders langsung terasa lemas, dunianya seakan runtuh.
"Kemungkinan besar saat sadar nanti, Nona Alice akan mengalami syok atau trauma. Jadi saya sarankan untuk tidak meninggalkan Nona Alice sendirian." Ujar Dokter. Anders tak menjawab, ia masih sangat syok mendengar ini semua.
"Saya permisi, Tuan." Dokter itu undur diri.
Anders terduduk lemas di kursi besi itu. Baru saja keadaan keluarganya membaik, ia mendapatkan kabar buruk itu.
Tadi dirinya sedang berada di kantor, tiba-tiba mendapat kabar tentang Alice yang tak sadarkan diri di sebuah bangunan kosong yang tak jauh dari kampus Alice. Alice langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dan kini ia mendapat fakta itu.
Anders beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam ruang rawat Alice. Dilihatnya adik kesayangannya itu tengah terbaring dan terdapat beberapa luka di wajahnya. Hati Anders sangat sakit melihatnya, apalagi setelah tahu adiknya menjadi korban pemer*kosaan.
Lucas Corner
Nama itu yang di yakini sebagai pelakunya, Anders dapatkan informasi itu setelah melakukan penyelidikan selama dua hari. Lucas adalah salah satu teman kuliah Alice. Dia menyukai Alice, tapi Alice tak pernah menanggapinya. Untuk membalas rasa sakit hatinya akibat penolakan Alice, Lucas akhirnya memper*kosa gadis itu saat ada kesempatan saat Alice pulang kuliah sendiri. Ia langsung membekap mulut Alice hingga pingsan dan membawa Alice kebangunan kosong yang tak jauh dari kampus mereka.
Setelah kejadian itu, Lucas menghilang bagai telan bumi. Anders mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan pria itu, namun tak kunjung mendapat petunjuk.
Sementara itu, setelah menjalani perawatan selama satu minggu Alice akhirnya sadar. Anders begitu senang mendapat kabar tersebut, ia langsung menuju rumah sakit padahal baru satu jam yang lalu Anders pergi dari sana karena ada pekerjaan penting di kantornya.
"Alice!" Anders membuka pintu ruangan Alice. Namun sang adik tidak ada di tempat tidurnya.
"Alice..." Anders berjongkok di depan Alice tangannya hendak menyentuh gadis itu, namun Alice langsung menepisnya.
"Pergi! Jangan mendekat!" Teriak Alice, tangannya berusaha menghalau.
"Alice, ini aku Anders. Kakakmu..." Anders tak dapat menahan air matanya melihat keadaan adiknya yang seperti itu.
"Tidak... Kau orang jahat..." Lirih Alice yang menyembunyikan wajahnya di balik lututnya.
"Ini Kakak, Alice..." Anders mengusap lembut rambut coklat Alice. Wajah Alice terangkat, menatap Anders dengan mata yang basah.
"Kakak...?"
"Iya, ini Kakak." Anders meraih Alice ke dalam pelukannya, tubuh gadis itu bergetar kuat. Jantung Anders serasa diremas, sakit sekali rasanya. Bayangan Ellia tiba-tiba melintas di fikirannya. Apa Ellia juga mengalami hal yang sama?
"Kakak... Ada orang jahat... Dia... Dia..." Suara Alice tersendat-sendat, Anders mengeratkan pelukannya.
"Tenang, my little girl. Ada Kakak di sini." Bisik Anders di telinganya.
"Ada Kakak di sini." Anders terus membisikkan kata-kata itu, hingga akhirnya Alice sedikit tenang.
Setelah menjalani perawatan selama dua minggu, akhirnya Alice di izinkan pulang. Setiap malam Alice selalu terbangun dan berteriak ketakutan. Jadi Anders selalu menemaninya dan menenangkannya. Alice tidak mau dekat dengan orang lain, ia akan berteriak dan mengamuk jika ada orang lain di dekatnya. Hanya Anders yang bisa dekat dengannya.
Tak jarang Alice selalu berusaha untuk melukai dirinya sendiri ketika Anders pergi meninggalkannya sebentar. Entah itu membenturkan kepalanya di tembok, melukai pergelangan tangannya dengan gelas yang sengaja ia pecahkan ataupun dengan cara yang lainnya. Tapi beruntungnya nyawanya masih bisa di selamatkan.
Hingga enam bulan berlalu, keadaan Alice mulai membaik. Dirinya sudah lebih tenang dan tidak terbangun lagi di tengah malam. Anders juga sudah bisa meninggalkannya untuk ke kantor sejenak, karena bagaimanapun ia punya tanggung jawab terhadap perusahaan keluarganya.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊