Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 54. AKU SELALU BURUK DI MATAMU



"Pasti sudah banyak wanita yang kau tiduri selain aku kan? Yang aku tanyakan, apa ada di antara mereka yang sedang hamil? Kalau ada, setidaknya anaknya nanti bisa menjadi pendonor bagi Emily. Jadi kita tidak perlu menunggu lama lagi." Ellia menjelaskan, tatapan Anders langsung berubah datar.


"Apa aku seburuk itu di matamu, Ellia?" Tanyanya begitu datar. Kini Ellia yang menautkan kedua alisnya. Rasanya pertanyaan tidak ada salah.


"Kenapa? Apa ada pertanyaanku yang salah? Bukannya benar kau ini seorang playboy? Jadi pasti kau sudah tidur dengan banyak wanita kan?" Ellia balik bertanya.


"Jadi kau menganggapku seperti itu?" Tanya Anders lagi, jangan lupa tatapannya yang masih datar. Ellia balas menatapnya, kenapa respon Anders seperti itu?


"Bukannya itu hal wajar, Anders? Seorang playboy meniduri banyak wanita?"


"Dengar Ellia, walaupun dulu aku adalah seorang playboy. Tapi aku bukan pria breng*sek. Aku memang sering berganti-ganti pacar, tapi aku tidak pernah sekalipun berbuat kurang ajar. Dan kau satu-satunya wanita yang ku sentuh. Apa kau tahu? Setelah kejadian malam itu, aku tidak pernah lagi dekat dengan wanita manapun." Ucap Anders penuh penekanan. Ellia hanya terpaku mendengarnya. Benarkah yang Anders katakan?


"Ternyata aku memang selalu buruk di matamu, tidak apa. Aku bisa menerima itu, karena semua adalah salahku." Anders menatap Ellia sejenak, sebelum kembali membaringkan tubuhnya membelakangi Ellia yang masih terdiam.


"Satu kesalahan fatal yang ku buat, membuatku selalu terlihat buruk di mata Ellia." Ucap Anders dengan perasaan getir dalam hati.


_


_


_


Pagi harinya.


Ellia mengerjapkan matanya karena silau cahaya matahari yang menembus kaca jendela. Ia mengambil kacamatanya yang terletak di atas nakas. Dilihatnya tempat sebelah. Sudah kosong, sepertinya Anders sudah bangun lebih dulu.


Wanita itu kembali terdiam, mengingat perkataan Anders semalam. Entah kenapa dirinya jadi merasa bersalah pada suaminya itu.


"Ah, sudahlah. Tidak perlu ku fikirkan." Gumamnya sambil melangkah ke kamar mandi.


Selesai mandi dan berpakaian, Ellia menuju ruang makan. Di sana sudah ada suami dan putrinya sedang menikmati sarapan bersama. Terlihat Anders sedang menyuapi Emily.


"Selamat pagi, sayang." Sapa Ellia balik, ia duduk di kursi sebrang Emily dan Anders. Ia melirik ke arah Anders yang nampak tidak peduli dengan kedatangannya dan tetap fokus pada Emily.


"Apa yang Emily makan?" Tanya Ellia.


"Roti dengan selai coklat. Daddy yang tadi membuatkannya untuk Emily." Jawab Emily.


"Daddy juga menyuapi Emily." Lanjutnya. Terlihat sudut bibir Emily ada selai coklat yang menempel. Anders langsung meraih tisu dan membersihkannya membuat putrinya tertawa kecil.


"Apa Mama mau dibuatkan roti dan disuapi juga oleh Daddy?" Tanya Emily. Anders langsung menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyuapi Emily.


"Ehm, Emily. Sepertinya Daddy harus berangkat sekarang." Ucap Anders sambil melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya.


"Daddy mau pergi sekarang?" Gadis kecil itu terlihat kecewa.


"Ya, sayang. Daddy harus bekerja." Anders beranjak bangun dari duduknya dan mengecup kening Emily.


"Daddy berangkat dulu ya." Pamitnya.


"Daddy, kenapa tidak mencium Mama?" Emily menarik kemeja Anders membuat langkahnya terhenti.


"Hah?" Anders melirik sejenak ke arah Ellia yang ternyata juga tengah menatapnya.


"Daddy buru-buru, sayang. Paman Jeff sudah menunggu Daddy." Jawab Anders sambil mengusap rambut putrinya, dan kemudian berlalu dari sana.


"Apa Anders marah karena ucapanku semalam?" Batin Ellia yang melihat suaminya terlihat berbeda.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊