Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 40. RUMAH KITA



"Karena Daddy dan Mama saling mencintai." Suara gadis kecil itu menjawab. Kontan Anders dan Ellia saling menoleh.


"Cinta? Dia bahkan pria pertama yang ku blacklist dalam hidupku!" Batin Ellia.


"Cinta? Entahlah aku tak tahu. Lagipula walaupun aku mencintainya, itu sama sekali tidak penting bagi Ellia." Batin Anders.


"Ya, Nona Emily benar sekali. Daddy dan Mama Nona pasti saling mencintai, makanya mereka berdua menikah dadakan seperti ini." Timpal Jeff sambil tertawa lepas. Kapan lagi dia bisa menertawakan Tuannya?


"Jeff, mau ku potong gajimu? Berani sekali kau menertawakan aku!" Geram Anders. Tawa Jeff seketika terhenti walaupun ia tahu ancaman Anders tidaklah sungguh-sungguh, dan mau di potong berapapun gajinya pasti masih tersisa banyak.


"Daddy, jangan galak begitu. Kasihan Paman Jeff. Lagipula Paman Jeff hanya tertawa, dan tertawa itu tidak di larang." Ujar Emily membela Jeff.


Anders tercengang mendengarnya, sementara Ellia dan Jeff hanya menahan senyumnya.


"Nona Kecil membelaku ternyata." Jeff tersenyum dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di mansion Willians. Mobil yang mereka tumpangi berhenti di halaman depan yang begitu luas.


"Apa ini istana, Daddy?" Tanya Emily begitu turun dari mobil, mata hazelnya menatap kagum pada bangunan megah yang berdiri kokoh di hadapannya.


"Ini rumah kita, sayang." Jawab Anders, ia membawa Emily ke dalam gendongannya dan memasuki mansion mewahnya.


"Aku tak menyangka kalau ternyata Anders sekaya ini. Apa keluarganya bisa menerima diriku dan Emily? Astaga, seharusnya aku fikirkan hal itu tadi." Batin Ellia, dengan susah payah ia menelan salivanya.


Tadi dirinya sama sekali tidak berfikir sampai ke sana. Yang ada di fikirannya hanya bagaimana caranya agar Emily cepat sembuh, ia sama sekali tidak memikirkan tentang keluarga Anders.


Ellia berjalan di sisi suaminya, wanita itu hanya memakai sebuah dress putih selutut dengan hiasan renda di bawahnya. Sungguh sebuah pakaian yang sangat sederhana untuk pernikahannya. Karena hanya itu yang bisa Jeff dapatkan tadi. Lelaki itu bingung tiba-tiba saja Anders menyuruhnya untuk mencarikan sebuah gaun putih.


Beberapa pelayan terlihat berbaris menyambut kedatangan sang pemilik rumah. Seorang di antara mereka berdiri paling depan yang merupakan kepala pelayan.


"Daddy, mereka siapa?" Tanya Emily yang melihat para pelayan itu berbaris di hadapannya.


"Mereka para pelayan di mansion ini, sayang." Anders menurunkan Emily dari gendongannya. Kemudian berjalan di antara barisan para pelayan.


"Kenapa hanya ada pelayan, di mana keluarga Anders?" Tanya Ellia dalam hati.


"Selamat siang semuanya. Hari ini aku akan menyampaikan sesuatu pada kalian." Ucap Anders yang kemudian berdiri di samping Bu Nora yang merupakan kepala pelayan di sana.


"Perkenalkan, ini adalah Elliana Scherie. Istriku. Dan ini adalah Emily Scherie Willians, putriku. Dan mulai hari ini mereka akan tinggal di sini. Jadi kalian harus melayani mereka dengan sebaik mungkin." Tegas Anders.


"Hei, sejak kapan putriku memakai nama Willians?" Ellia protes namun hanya dalam hati.


"Baik Tuan." Jawab para pelayan itu serentak.


"Bu Nora, kau sudah menyiapkan apa yang ku perintahkan tadi?" Tanya Anders.


"Sudah Tuan. Kamar untuk Nona Emily sudah siap." Jawab Bu Nora.


"Kalau begitu antarkan istriku dan juga putriku ke kamar." Titahnya.


"Baik, Tuan."


Anders beralih pada Ellia dan Emily.


"Ellia, Emily. Kalian istirahatlah. Kalau butuh sesuatu kalian tinggal bilang pada pelayan. Aku akan pergi dulu." Ucap Anders.


"Kau mau ke mana?" Tanya Ellia yang menatap heran padanya.


"Aku mau ke kantor."


"Kantor?" Ellia tercengang, begitu juga dengan Jeff.


"Tuan mau ke kantor? Bukannya Tuan..."


"Ayo Jeff, kita berangkat." Anders menyela lebih dulu sebelum Jeff selesai bicara.


"Baik Tuan." Walaupun bingung Jeff tetap menurutinya. Kedua pria itu melangkah pergi.


Ellia hanya bisa menatap heran punggung yang menjauh itu.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊