
Anders terkekeh pelan mendengarnya. Sebuah senyum usil terbit di wajah tampannya. Ia membuka selimut yang membalut tubuh polos mereka.
"Aaa... Apa yang kau lakukan?!" Pekik Ellia yang terkejut saat Anders mengangkat tubuhnya. Menguap sudah rasa kantuknya.
"Aku hanya ingin membangunkanmu tadi. Tapi sekarang aku berubah fikiran, aku ingin memandikanmu." Jawab Anders dengan senyum cerah di wajahnya. Wajah Ellia kontan memerah.
"Tidak, aku tidak mau." Ellia mencoba berontak di gendongan suaminya dan menggerakan kakinya.
"Diamlah, istriku. Atau kita akan terjatuh." Ucap Anders yang kemudian masuk ke kamar mandi.
Ia menurunkan tubuh Ellia dan langsung mengunci pintu lalu menyalakan kran bathup, mengisinya dengan air hangat.
"Anders, aku tidak mau. Ini memalukan." Kata Ellia sambil menutup daerah pribadi atas dan bawahnya dengan tangannya. Terlihat banyak bercak merah di sana, jejak yang Anders tinggalkan semalam. Kening Anders mengernyit heran. Kenapa juga di tutup? Ia sudah melihat dan merasakan semuanya sebanyak tiga kali.
Lelaki itu tak sadar diri, padahal dirinya pun sama. Merasa malu jika ingat Ellia yang sudah mengganti pakaiannya saat ia pingsan tempo hari.
"Ellia, kau kenapa? Bukannya kita sudah tahu dan merasakan tubuh masing-masing?" Tanyanya sambil memasang tampang polosnya.
"Anders!" Ellia berteriak, tidak bisakah lelaki itu mengerti kalau dirinya tengah malu?
Tapi lelaki itu malah tersenyum lebar, kemudian menarik Ellia ke dalam pelukannya. Tubuh yang masih sama-sama polos saling bertemu kembali.
Tangan itu menyibak rambut Ellia yang menghalangi wajahnya, kemudian mengangkat dagu membuat keduanya saling bertatapan.
"Ini pagi pertama kita menjadi suami istri yang normal. Ayo kita rayakan dengan mandi bersama."
Manik cokelat itu langsung terbelalak mendengar ucapan Anders.
"And..." Mulut Ellia yang terbuka tak jadi bicara saat Anders membungkamnya dengan bibirnya. Anders menahan leher Ellia, dan perlahan Ellia mulai terbuai dengan ciuman Anders. Tangannya meraba dada Anders yang terbuka. Anders menghentikan ciumannya dan kembali mengangkat tubuh Ellia dan meletakkannya dengan hati-hati di dalam bathup yang isinya telah penuh dengan air hangat. Dirinya kemudian ikut masuk ke dalam sana.
Ellia terlihat cemberut untuk menutupi rasa malunya.
"Jangan cemberut." Anders mencubit hidung Ellia gemas.
"Nanti aku akan menciummu lagi." Ucapnya, Ellia langsung mendelik mendengarnya.
"Anders..." Geram Ellia.
"Aku hanya bercanda. Ayo ku bantu membersihkan tubuhmu."
"Ayo Ellia kini giliranmu." Pinta Anders, dan Ellia mengerti maksud suaminya. Ia melakukan hal yang sama dengan Anders lakukan tadi. Senyum usil tercetak di bibir Ellia, ia sengaja menyenggol anggota tubuh Anders yang tengah tertidur.
"Ellia..." Anders menggeram.
"Sorry, tidak sengaja." Sahut Ellia dengan entengnya.
"Kalau dia bangun, kau harus bertanggung jawab." Ucap Anders dengan nada mengancam. Tapi Ellia malah tergelak.
"Ya, aku akan bertanggung jawab. Aku akan memangkasnya sampai habis!" Kata Ellia di sela tawanya. Anders menatap datar padanya, tapi dalam hatinya ia merasa senang melihat Ellia tertawa seperti itu.
"Tidak ada yang lucu, Elliana." Timpal Anders.
"Ya memang tidak, aku hanya membayangkannya saja Mr. Willians." Balas Ellia. Anders tercengang, ternyata yang membuat istrinya tertawa adalah membayangkan asetnya yang terpangkas. Lelaki itu cemberut, kemudian bangkit dari bathup. Acara mandi yang ia bayangkan akan romantis malah jadi seperti ini.
"Hei, kau mau ke mana?" Tanya Ellia yang melihat Anders sudah berdiri.
"Tentu saja aku mau membilas tubuhku. Ini sudah siang, aku harus ke kantor." Jawab Anders yang kemudian menyalakan shower.
"Kau tidak mengajakku?" Tanya Ellia lagi. Anders menggeleng.
"Tidak." Jawabnya.
"Kau sudah yang sudah mengajakku mandi, tapi tidak mengajakku membilas tubuh. Sungguh tidak bertanggung jawab." Celetuk Ellia yang kemudian ikut bangun dari bathup.
"Siapa suruh malah membayangkan yang aneh-aneh." Timpal Anders sambil menikmati kucuran air hangat yang turun dari shower. Ellia hanya mampu menahan senyumnya, suaminya lucu juga ternyata kalau cemberut seperti itu, mirip Emily jika sedang merajuk.
"Ellia!" Anders memekik karena tiba-tiba Ellia memeluknya dari belakang. Anders bisa merasakan dua bukit Ellia yang menyentuh punggungnya. Namun sepertinya Ellia tidak mempedulikannya, dengan sengaja Ellia meraba dada Anders dan memainkan jemarinya di sana membuat tulisan abstrak. Ia juga memperat pelukannya hingga kedua bukitnya makin menekan punggung suaminya.
"Kau sengaja melakukan ini?" Suara Anders terdengar parau, sentuhan Ellia membuat tubuhnya meremang.
"Kalau iya, memang kenapa?" Tanya Ellia dengan nada sensual, ia mencium tengkuk Anders membuat pria itu bergidik. Kemudian bibirnya turun menciumi punggung Anders. Sunguh pintar sekali istrinya itu menggoda dirinya. Jemari Ellia yang semula berada di dada Anders bergerak turun, menyentuh dan memainkan anggota tubuh Anders yang sudah tidak tidur lagi.
"Ellia..." Anders menggeram, dengan cepat ia membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Ellia dan langsung menyambar bibir merah istrinya.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊