
"Meitha, aku bisa merawat diriku sendiri. Biasanya juga begitu." Anders menyela lebih dulu sebelum Dokter Meitha menyelesaikan ucapannya. Jika sedang sakit Anders juga hanya akan berdiam diri di kamar, sendirian. Para pelayan hanya mengantarkan makanan untuknya.
"Baiklah kalau Tuan ingin seperti itu. Tapi Tuan Anders harus benar-benar istirahat, tidak boleh melakukan pekerjaan apapun. Dan jangan lupa, Tuan harus makan tepat waktu." Ucap Dokter Meitha, kemudian mengalihkan pandangannya pada Ellia.
"Nyonya Ellia, tolong nanti perhatikan jam makan Tuan Anders. Tuan Anders tidak boleh telat makan, karena nanti bisa memperparah kondisinya." Ucapnya pada Ellia, wanita itu mengangguk.
"Iya, Dokter." Ellia menurut saja.
"Oh ya, satu lagi. Hindari makanan pedas dan asam." Tambah Dokter Meitha. Lagi Ellia mengangguk.
"Aku akan berikan obat." Dokter Meitha membuka tasnya, dan mengeluarkan beberapa strip obat yang memang sengaja dibawanya.
"Ini obatnya diminum setelah makan, tiga kali sehari." Terangnya sambil menyerahkan obat tersebut pada Ellia.
"Iya, Dokter. Terima kasih."
"Jika tidak ada perubahan sampai sore nanti, Tuan Anders tetap harus dirawat di rumah sakit. Tugasku sudah selesai, kalau begitu aku permisi dulu." Dokter Meitha mohon diri.
"Biar ku antar."
"Tidak perlu, Nyonya. Aku masih ingat jalan ke pintu keluar. Sebaiknya Nyonya Ellia di sini saja menjaga Tuan Anders." Tolak Dokter Meitha kemudian beralih menatap Anders kembali.
"Tuan Anders jangan untuk lupa sarapan." Ujarnya sambil menunjuk ke arah semangkuk bubur yang sudah di buat Ellia tadi.
"Tuan harus cepat sembuh, agar Emily cepat punya adik." Tambahnya sebelum berlalu dari kamar itu. Anders tak menjawab, hanya netra hazelnya saja yang menatap datar pada dokter cantik itu yang menghilang di balik pintu.
"Sebaiknya sekarang kau sarapan dulu." Ellia meraih mangkuk buburnya dan duduk di samping Anders yang duduk bersandar di tempat tidur.
"Apa itu?" Tanya Anders menunjuk ke arah mangkuk.
"Bubur dengan daging dan sayur." Jawab Ellia. Anders melirik ke dalamnya, sepertinya enak. Ellia mengaduk isi di dalam mangkuk dan mengambilnya sesendok.
"Kau mau apa?" Tanya Anders heran.
"Tentu saja menyuapimu. Kau fikir apa?" Ellia balik bertanya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Tolak Anders, tangannya hendak meraih mangkuk tersebut tapi Ellia malah menjauhkannya.
"Diam. Kau cukup duduk dan membuka mulutmu." Tukasnya.
"Lagipula aku sudah biasa sendiri." Tambahnya.
"Ini sudah tugasku." Jawab Ellia. Tangannya hendak kembali menyuapi suaminya.
"Cepat buka mulutmu, Anders! Atau mangkuk ini akan melayang ke wajahmu!" Geram Ellia, karena Anders hanya diam dan menatapnya.
"Iya." Akhirnya lelaki itu menurut.
"Kenapa rasanya berbeda?" Gumam Anders saat satu sendok bubur sudah ditelannya.
"Kenapa? Apa tidak enak?"
"Bukan." Anders menggeleng.
"Rasanya enak, sangat enak. Tapi berbeda dengan buatan pelayan di sini. Kau dapat darimana buburnya?"
"Aku yang membuatnya." Sahut Ellia datar. Anders terpaku.
"Ellia mau memasak untukku? Sungguh sebuah keajaiban." Batinnya.
"Makanya kau harus habiskan." Ucap Ellia sambil kembali menyuapi suaminya. Anders hanya menurut. Kapan lagi istrinya itu akan bersikap baik seperti ini?
Tak butuh waktu lama akhirnya isi di dalam mangkuk itupun tandas karena sebenarnya Anders memang lapar. Ellia kemudian mengambil obat yang tadi di berikan Dokter Meitha.
"Sekarang minum obatnya, setelah itu kau istirahat." Titahnya sambil memberikan obat yang sudah siap untuk di minum pada Anders. Lagi, pria itu menurut saja.
Ellia merapikan kembali mangkuk dan gelas yang kotor. Ia juga membantu Anders untuk berbaring kembali walaupun masih memasang wajah datar.
"Siapa yang mengganti pakaianku semalam?" Tanya Anders tiba-tiba. Ia baru ingat tadi ketika bangun tidur pakaiannya sudah berganti.
"Tentu saja istrimu. Apa kau fikir tengah malam aku akan berteriak-teriak untuk membangunkan para pelayan supaya mengganti pakaianmu?" Ellia balik bertanya.
Anders tak menjawab, benar ternyata semalam Ellia yang mengganti pakaiannya. Itu artinya Ellia melihatnya dalam keadaan polos? Hah, entah mengapa itu terdengar memalukan untuk Anders, apalagi dirinya sedang tidak sadar. Walaupun sudah melakukan hubungan suami istri dengan Ellia, tapi tetap itu memalukan bagi Anders.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊