
Sementara Ellia sedang sibuk di dapur, ia membuat bubur untuk suaminya. Walaupun tadi beberapa pelayan menawarkan untuk membantunya, tapi Ellia menolak. Karena bagaimanapun ini adalah tugasnya sebagai istri untuk merawat suaminya yang sedang sakit.
Semangkuk bubur lezat sudah tersaji, Ellia segera membawanya ke kamar. Baru saja hendak menaiki tangga, sebuah suara menghentikannya.
"Nyonya Ellia..." Sapa seseorang yang baru saja datang.
"Dokter Meitha, kau sudah datang?" Tanyanya pada dokter cantik tersebut.
"Iya, Nyonya. Aku baru saja datang. Bagaimana keadaan Tuan Anders?" Dokter Meitha mensejajari langkahnya dengan Ellia dan menaiki tangga.
"Semalam Anders pulang dalam keadaan basah kuyup, dan setelahnya dia demam tinggi. Semalaman juga Anders tak berhenti mengigau." Cerita Ellia.
"Jadi begitu?" Dokter Meitha terlihat sedikit heran. Tidak mungkin juga Anders kehujanan, karena ke mana-mana pria itu pergi menggunakan mobil. Tapi kenapa Anders bisa basah kuyup?
"Ya, Dokter. Sampai tadi pagi Anders masih demam. Maka dari itu aku meminta dokter untuk kemari. Aku takut sakit Anders semakin parah." Ujar Ellia, nampak raut khawatir di wajahnya. Dokter Meitha tersenyum tipis.
"Ternyata Nyonya Ellia peduli juga dengan Tuan Anders." Batinnya.
Pagi tadi Ellia menghubungi Dokter Meitha dan memintanya untuk datang ke mansion, karena Ellia tidak tahu harus menghubungi siapa. Untungnya jadwal Dokter Meitha masih kosong jadi dirinya bisa datang ke sana.
Ellia membuka pintu kamarnya, meletakkan bubur yang baru saja di buatnya di atas meja. Dilihatnya tempat tidur yang nampak kosong.
"Tuan Anders di mana, Nyonya?" Tanya Dokter Meitha.
"Entahlah. Mungkin di kamar mandi." Jawab Ellia yang kemudian beranjak ke kamar mandi.
"Anders apa kau di dalam?" Tanya Ellia sambil mengetuk pintu.
"Iya." Anders menyahut. Tak lama pria itu keluar dari sana.
"Anders, Dokter Meitha sudah datang, dia akan memeriksamu." Ucap Ellia yang masih berdiri di depan pintu.
"Dokter Meitha? Untuk apa dia ke sini?" Tanya Anders heran.
"Tentu saja untuk memeriksamu. Kau kan sakit." Tukas Ellia.
"Aku baik-baik saja." Timpal Anders. Sedangkan Dokter Meitha memandang keduanya bergantian.
"Baik apanya? Kau ini masih sakit. Suhu badanmu juga masih tinggi."
"Ellia, keluarlah." Pinta Anders yang merasa canggung.
"Diam! Cepat keluarkan semuanya." Ellia masih memijat tengkuknya. Setelah selesai keduanya keluar, wajah Anders nampak begitu pucat.
"Apa ini yang namanya baik-baik saja?" Ellia membalikkan perkataan suaminya barusan. Anders tak menjawab, ia sudah seperti anak kecil yang di marahi ibunya. Lelaki itu memilih untuk kembali ke tempat tidur.
"Tuan Anders, apa boleh aku periksa Tuan sekarang?" Tanya Dokter Meitha yang berdiri di samping Anders yang sudah berbaring kembali.
"Terserah kau saja, Meitha." Jawabnya lemas. Dokter Meitha mengeluarkan stetoskopnya dan mulai memeriksa Anders. Sementara Ellia memperhatikannya.
"Tuan Anders, apa kemarin Tuan tidak mengisi perut Tuan dengan makanan?" Tanya Dokter Meitha begitu selesai memeriksa Anders.
"Aku tidak lapar, Meitha. Jadi aku tidak makan." Jawab Anders sekenanya. Terdengar Dokter Meitha menghela nafas berat.
"Lalu berapa lama Tuan bermain hujan?" Tanyanya lagi.
"Main hujan? Kau fikir aku anak kecil." Tukas Anders meski dengan suara lemah.
"Lalu kenapa semalam kau pulang dalam keadaan basah kuyup?" Kali ini Ellia yang bertanya. Anders mengalihkan pandangannya ada istrinya.
"Memang iya? Aku tidak ingat." Anders malah balik bertanya. Sebenarnya Anders tak ingat apa yang sudah terjadi semalam. Seingatnya dirinya pulang sampai di mansion dan tiba-tiba ada di tempat tidur.
"Kau pulang dalam keadaan basah dan kau pingsan di depan pintu kamar." Ucap Ellia, Anders tercengang mendengarnya.
Pingsan? Jadi semalam dirinya pingsan? Astaga, itu memalukan sekali.
"Tuan Anders, sepertinya keadaan anda cukup parah. Asam lambung anda tinggi, itu yang menyebabkan anda mual tadi. Kondisi Tuan juga begitu lemah, dan suhu badan yang masih tinggi. Lebih baik dirawat di rumah sakit saja." Saran Dokter Meitha sambil merapikan kembali peralatannya. Anders langsung menggeleng.
"Aku tidak mau. Aku ingin di sini saja." Tolaknya.
"Kalau di sini anda belum tentu mendapat perawatan seperti di rumah sakit. Jadi..."
"Meitha, aku bisa merawat diriku sendiri. Biasanya juga begitu." Anders menyela lebih dulu sebelum Dokter Meitha menyelesaikan ucapannya. Jika sedang sakit Anders juga hanya akan berdiam diri di kamar, sendirian. Para pelayan hanya mengantarkan makanan untuknya.
......................
JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊