Ellia Im Sorry

Ellia Im Sorry
CHAPTER 73. PINTU YANG TERKUNCI



"Ellia..." Anders menggeram, dengan cepat ia membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Ellia dan langsung menyambar bibir merah istrinya. Ellia sempat terkejut dengan serangan mendadak dari suaminya, namun akhirnya ia menikmatinya. Di bawah guyuran air shower keduanya terus memperdalam ciumannya. Anders kemudian menggiring tubuh Ellia hingga ke dinding kamar mandi. Tangannya tak tinggal diam, menjelajah ke dua bukit milik Ellia dan memainkannya dengan gemas. Menghasilkan suara manja yang keluar dari mulut Ellia, sementara itu matanya terpejam, tangannya mengalung di leher pria itu. Anders mengangkat satu kaki Ellia dan memulai penyatuannya.


"Anders..." Suara itu terdengar begitu seksi di telinga Anders.


"Iya, istriku..." Anders menghujani wajah Ellia dengan kecupannya, dengan tubuh yang masih bergerak seirama.


"Faster please..." Pinta Ellia. Anders langsung tersenyum lebar.


"Tentu."


Kamar mandi itu penuh dengan suara mereka berdua. Hingga akhirnya pelepasan itu datang bersamaan. Ellia mencengkram kedua lengan Anders dan berusaha menormalkan nafasnya.


Mandi yang seharusnya hanya membutuhkan waktu beberapa menit kini menjadi lebih dari satu jam.


_


_


_


"Mama! Daddy!"


Ellia dan Anders menoleh bersamaan mendengar suara Emily di balik pintu, untung saja acara mandi mereka sudah selesai dan kini sedang berpakaian. Ellia merapikan pakaiannya dan membuka pintu yang memang sengaja di kunci oleh Anders semalam.


"Selamat pagi, sayang." Sapa Ellia.


"Mama, kenapa pintunya di kunci? Emily jadi tidak bisa masuk." Tanya Emily, bibirnya terlihat cemberut. Sama persis seperti Anders tadi.


"Eh, memang terkunci ya? Mama tidak tahu." Jawab Ellia sambil memasang tampang polosnya.


"Iya, Mama. Tadi Emily coba buka, tapi tidak bisa." Ucap Emily meyakinkan. Memang biasanya pintu kamar itu tidak terkunci dan Emily bisa keluar masuk kapan saja.


"Good morning, princess Daddy." Sapa Anders, mencoba mengalihkan pembicaraan ibu dan anak itu tentang pintu yang terkunci.


"Morning, Daddy." Emily langsung menghambur ke pelukan Daddynya, dan Anders langsung menggendongnya.


"Putri Daddy sudah cantik." Satu kecupan mendarat di pipi chubby Emily, membuatnya terkikik geli.


"Daddy juga sudah tampan." Emily memuji balik, dan mengecup pipi Anders.


"Kenapa hanya Daddy saja yang dipuji? Kenapa Mama tidak?" Ellia protes.


"Ehm, sudah jangan bahas pintu. Ayo kita sarapan." Ajak Anders.


"Daddy, stop!" Seru Emily yang langsung menghentikan langkah Anders yang baru mencapai pintu.


"Kenapa, sayang?" Tanya Anders bingung, Ellia yang berada di belakang mereka juga ikut berhenti.


"Tanya Mama dulu, apa Daddy boleh gendong Emily? Nanti Mama marah seperti kemarin, dan Daddy menangis lagi."


_


_


_


Ellia mengantarkan Anders sampai di pintu depan, sedangkan putri mereka masih di meja makan menikmati sarapannya.


"Anders!" Pekik Ellia terkejut karena tiba-tiba saja Anders merengkuh pinggang rampingnya.


"Jangan teriak Ellia, nanti para pelayan datang." Ucap Anders setengah berbisik.


"Makanya jangan membuatku terkejut." Tukas Ellia. Anders semakin merapatkan tubuh mereka berdua, hingga tak ada jarak.


Jemari Anders kini menyentuh wajah cantik istrinya.


"Kau tahu, aku selalu ingin melakukan ini saat aku akan pergi kerja." Ucapnya. Ellia menautkan kedua alisnya.


"Melakukan apa?" Tanyanya. Anders tersenyum, ibu jarinya kemudian mengusap bibir ranum Ellia dan menyatukan dengan miliknya.


Netra di balik kacamata itu membulat, tapi tidak menolak ciuman yang Anders berikan. Anders memberi gigitan kecil di sana hingga refleks Ellia membuka mulutnya, perlahan mata Ellia terpejam saat Anders memperdalam ciumannya.


"Hempt." Gadis kecil itu langsung menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. Ia juga menyembunyikan tubuhnya di balik pintu.


"Pantas saja Mama lama sekali, ternyata Mama dan Daddy ciuman perpisahan dulu." Celetuk Emily di balik telapak tangan yang masih menutup mulutnya.


Tadi Emily hanya ingin menyusul Mamanya yang begitu lama tak kunjung kembali ke meja makan. Siapa sangka, gadis kecil itu malah melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat.


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊