
Setelah sekian lama Hiatus, akhirnya saya kembali lagi.
Season Series kedua segera dimulai.
Swipe Soul merupakan teknik pemindahan jiwa atau kesadaran dalam satu entitas badan, memungkinkan penggunanya mempunyai dua jiwa dalam satu tubuh, dan saling berbagi kesadaran. Vallen akhirnya membangkitkan Swipe Soul, dia menyutujui perjanjian dengan salah satu Fragment pecahan jiwa yang berasal dari Kaisar Naga Jutaan Tahun yang lalu.
Satu dari Ketujuh Fragment Kaisar Naga ini berada dalam tubuh Vallen, sedangkan 6 lainnya masih tidak diketahui keberadaanya....
Setelah menjalani pertarungan hidup dan mati, Vallen akhirnya berhasil memukul mundur salah satu Jendral dari kubu Organisasi Black Trigger yang bernama Belivor.
"Aku yang berbagi kesadaran denganmu, ku akui kau cukup hebat ya..."
"Namaku Ba'al, aku adalah Fragment penguasa petir."
"Ba'al... Namaku adalah Vallen, senang berbagi kesadaran denganmu."
"Aku juga demikian, perlu kau ketahui aku hanya akan muncul dan mengambil alih kesadaranmu saat dirimu sedang terancam. Karena ketika kau mati, maka aku juga akan mati. Setidaknya berjuanglah agar terus hidup."
"Tidak perlu kau beritahu, aku pasti akan menjadi yang terkuat."
"Hehmm..." Ba'al tersenyum. "Baiklah, aku hanya akan tidur disini. Kau nikmati sendiri ketika berhadapan dengan Manusia Wanita."
"Aku akan lebih senang jika kau berkata demikian."
"Begitulah Manusia..."
"Ba'al, kau bilang ada 6 Fragment sepertimu yang masih tersebar. Apakah kau tahu dimana keberadaan mereka?"
"Aku hanya bisa merasakannya saja, apa kau tahu?" Ba'al mulai serius. "Fragment seperti kami dibuat dari jantung Kaisar Naga Kuno, dan setiap Fragment mempunyai kemampuan serta sifat masing-masing. Tidak menutup kemungkinan ada diantara kita yang membawa sifat asli dari Kaisar Naga Kuno, yaitu sifat menghancurkan."
"Jadi ada beberapa diantara kalian yang mempunyai sifat perusak yah, cukup menarik ketika kau berbicara seperti ini."
"Kau cukup santai menanggapinya yah... Baiklah, Fragment sepertiku bisa merasuki apapun, Makhluk Hidup, benda mati seperti senjata, dan juga memiliki hak untuk tidak memilih merasuki apapun."
"Yah, melihat sifat kalian yang banyak macam itu, aku sudah mengira jika kemungkinan seperti itu juga pasti akan terjadi."
"Vallen, aku merasakan kehadiran yang kuat."
"Ya, aku juga merasakannya." Vallen melihat kanan dan kiri. "Keluarlah..."
Bunyi tepukan tangan.
"Yah Yah, tak kusangka kau bisa merasakan Aura ku ya."
"Hmm Siapa kamu?"
"Sama seperti yang dikatakan Master Alex, kau sangat menarik Vallen."
Siapa orang ini, dan kenapa dia bisa tahu namaku juga Tuan Alex?
"Lambang itu adalah?" Vallen menyadari seragam yang dipakai orang itu.
"Benar, aku adalah bantuan yang dikirim oleh Raja Estora. Namaku Arthur De'Zeidan, Dominator termuda dari Kerajaan Estora."
Dominator, mereka adalah para petinggi, pejabat, prajurit terkuat yang melindungi para Raja-Raja terdahulu dibalik layar selama ratusan tahun yang lalu hingga sekarang. Tuan Alex Deovare pernah berkata bahwa mereka adalah seorang Manusia yang mempunyai kekuatan yang sanggup mengguncang suatu Kerajaan, karena mereka diberkahi oleh Dewa dan Dewi yang mempunyai wewenang tinggi.
"Hormat saya kepada Laksamana Dominator." Vallen berlutut.
"Bangunlah Prajurit. Laporkan kondisi saat ini."
"Baik."
Vallen melalorkan semua kejadian yang terjadi, mulai dari sebab, dan akibat.
"Baiklah, aku menerima laporan darimu."
"Baik Laksamana."
Arthur De'Zeidan, dia merupakan Laksamana termuda yang berada dalam jajaran Knight. Sosok rambut panjang terkuncir, memegang tombak berkah dari surga bernama Primodial Dragon Scale, serta membawa Blessing dari Dewi Athena. Seseorang yang sangat pantas untuk masuk ke dalam anggota Dominator.