
Perasaanku damai, aku merasa hangat dalam kegelapan, aku melihat sebuah pintu yang dirantai, pintu yang besar dan bergambar sosok menakutkan bertanduk..
"Ohhh ini pertama kalinya kau melihat pintu itu.."
Suara ini darimana asalnya.
"Akulah yang ada dibalik pintu ini..."
Kamu... siapa kamu dan dimana ini..?
"Aku..? aku adalah kamu, dan ini di dalam jiwamu."
Jiwa? kenapa sangat gelap disini? dan apa maksud dari kamu adalah aku?
"Kau akan menyadarinya suatu saat, tunggu saja hingga waktu yang telah ditentukan."
Apa maksud dari perkataan itu, aku tak memahaminya.. namun cahaya mulai bersinar di atas dan menarikku.
"*membuka mata, Ehmm... ini dimana? dan kepalaku pusing."
"Oh kau sudah bangun murid bodoh?".
"Guru Fafnir..? apa yang terjadi denganku?" Aku melihat Guru sedang asik membaca sebuah buku.
"Kau tidak ingat apa yang terjadi? kau pingsan selama 2 hari."
"2 hari? aku mulai mengingat sebelumnya telah dibawa ke kastil untuk menjalani pemeriksaan, namun bukan itu yang sebenarnya terjadi, aku malah mendapat ketidak adilan, yah Master aku mulai mengingatnya meskipun agak samar2." Dari sini Panggilan Guru akan saya GANTI menjadi Master.
"Hemm kejadian itu tidak patut untuk diingat2, lebih baik kau melupakannya."
"Master apa yang terjadi dengan mu, siapakah sebenarnya Master Fafnir?"
"*Sigh, aku harus menjelaskan nya tetapi tidak sekarang, yang jelas posisiku disini sebagai Kepala Academy Alvarez dan Pelatih resmi dari pasukan khusus Erabus regu Naga."
"Hehh keren sekali Master, yah meskipun anda adalah orang yang mesum ketika melihat janda atau wanita muda."
"Aku tidak akan menyangkal hal itu.... tetapi lihat dirimu, kau sudah menemukan dua calon istri, kau cukup rakus ya Murid bodoh."
"Hehhh aku tidak mau dinasihati oleh Kepala Akademi yang sedang menunggu pasien dengan membaca buku P*rno, perhatikan sedikit etikamu dasar Master mes*m."
"Tolong rahasiakan ke Hakase Dorothy, aku sudah menjaga imej ku selama ratusan tahun dan hanya kau yang tahu kebiasaanku."
"Baiklah... beri aku Artifak dan aku akan tutup mulut."
"Hahh dasar murid rakus..."
"Hoi deal atau tidak.?"
"Ahhhh baik2 Deal.. ini Artifak terbang, kau dapat memakainya 5x dalam 1 hari."
"Nahh gitu dong... he he he..."
"Murid sialan padahal aku mau pamer dan ngajak terbang gadis kembang di desa sebelah, Ehemm kau sudah bangun dan ku harap kamu sudah baik2 saja."
"Eh Master mau pergi kemana?"
"Aku akan mengunjungi kediaman keluarga Esthera, kau ikut? bagaimanapun juga aku harus meminta penjelasan mereka."
"Tunggu aku Master, aku akan bersiap2 sebentar."
Vallen dan Fafnir bersiap2 untuk berangkat.
"Val, gunakan Artifakmu kita akan pergi sekarang."
"Baik Master."
"Baik master ke arah mana?"
"Kita akan ke arah barat, tepatnya kita akan menuju West Palace, kediaman keluarga besar Esthera."
"*Gulp, Master apakah kita akan berperang.?"
"Sudah kau diam saja."
West Palace merupakan bagian dari Istana yang berada di sebelah barat, sektor ini meneliti tentang sihir dan menghasilkan produk2 untuk dijual di Timesquare atau Alun2 kerajaan, kebanyakan produk alat2 sihir dan ramuan, sektor barat juga menghasilkan pasukan Arma di bidang sihir setiap tahun.
"Apakah kita akan melewati gerbang istana dengan terbang Master?"
"Tentu saja.... lagipula aku sudah mendapat ijin dari sang Raja."
"Kenapa Master bisa mempunyai reputasi sebesar ini... aku mulai curiga."
"Ha ha tenang saja, nanti akan kuceritakan."
Tidak lama kita sampai di West Palace dan langsung menuju kediaman Mansion Esthera.
"GrandMaster Fafnir sudah tiba...." teriak seorang prajurit penjaga gerbang mansion.
SFX : Wrruuggggghh suara gerbang besar terbuka.
Setelah gerbang terbuka aku melihat banyak pelayan di sepanjang jalan memberi hormat dan menundukkan kepala, mereka berbaris dengan rapi.
Di ujung aku melihat ada Diana dan beberapa orang... mungkin itu keluarga Esthera.
"Selamat datang Grandmaster Fafnir, sungguh senang menyambut kehadiran anda di kediaman saya, dan anak muda ini pasti Vallen kan?"
" *memberi hormat menundukan kepala, Iya yang mulia saya Vallen mohon izin untuk menyambut anda."
"Ah tidak2 akulah tuan rumah di sini dan akulah yang menyambut mu, Master Fafnir dan Vallen silahkan masuk untuk menikmati jamuan."
Aku dan Master memasuki Mansion, dan aku sangat keheranan Mansion ini lebih besar dari yang pernah aku lihat sebelumnya...
"Tuan Esthera, tidak... Kepala Keluarga Damian Esthera, aku tidak bermaksud berlama lama dengan suguhan ini, bisakah kita berbicara sebentar saja."
"*Gulp, baiklah Master silahkan menuju ruangan saya."
"Vallen kau tunggu disini dan nikmati jamuan tanpa kita terlebih dahulu."
"Baik Master."
Diana menghampiriku.
"Vallen aku mohon maaf, setelah duel itu aku tidak tau rencana apapun dari Ayahku tentang dirimu yang dipaksa ke Kastil Ares, jika aku tau kamu dibawa kesana aku pasti akan segera menghampirimu, maafkan aku."
"Sudah2 Diana, lagipula aku tidak apa2 kamu jangan khawatir."
"*Nod, hehmm tetapi setidaknya biarkan aku meminta maaf kepadamu."
"Yahh aku memaafkanmu Diana."
Kita berdua bersalaman.
Apa ini... aku merasakan Tekanan Aura yang besar dari Master Fafnir... apa yang terjadi..?