Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Harapan Dan Perang



"Bangunlah wahai para Manusia. Dewa menjawab doa kalian, maka aku sebagai penduduk langit akan membantu kalian, dan kita akan membasmi kemungkaran serta kejahatan yang telah dilakukan oleh para bangsa Monster. Kita akan menghukum mereka yang tidak patuh atas perintah langit."


Para Manusia bersorak.


"Jadikan Monster sebagai musuh abadi kalian, hancurkan mereka dan jadikan semua yang disini sebagai saksi kehebatan kaum langit. Kalian semua yang sudah bertahan hingga detik ini akan diberkati kekuatan seperti kami."


Ucapan Alxandria memberi harapan kepada Manusia


Seketika itu Manusia mulai merasakan perbedaan dalam dirinya. Didalam tubuh Manusia terdapat suatu benih kekuatan, Ketika sinar cahaya dari mahkota Exstrada menyentuh tubuh para Manusia, benih itupun mulai berkembang dan menjadikan kekuatan Absolut bagi para Manusia.


Pada hari itu kekuatan mereka secara perlahan mulai bangkit dan bersumpah akan menyerang balik para Monster. Mereka tidak takut, karena didepan mereka para Guardian berdiri, sedangkan dibelakang mereka adalah seorang Raja Alxandria sebagai ahli strategi.


Alxandria kemudian memerintahkan Esthera membuat sebuah sihir berskala besar dengan menggunakan Ligra yang akan mengelabui pasukan pengintai bangsa Monster. Ketika para pengintai masuk ke wilayah pegunungan secara tidak sadar mereka akan di teleportasi ke hutan dan pegunungan lainnya, dan karena sihir ini pasukan Monster akan terpencar ke segala tempat, dan Manusia akan selalu aman.


Dengan keamanan yang sudah terjamin itu, Raja dan keempat Guardian serta kelima ahli dari bangsa Manusia sebagai perwakilan ikut bersama untuk mulai mengatur strategi mereka. Raja membagi, dan menugaskan para Guardian untuk mengatur sebuah arena pelatihan dan persenjataan perlengkapan perang. Pembagian kerja ini diatur oleh Raja, dan memberikan tugas itu kepada Deovare. Kemudian Deovare membagi arena pelatihan dengan berbagai kriteria.


Arena itu terbagi menjadi pelatihan fisik dilatih oleh Deovare, arena latihan perapalan sihir dilatih oleh Esthera, dan arena penjinak hewan buas dilatih oleh Moriel, untuk pembangunan dan juga pembuatan senjata akan diserahkan kepada Vorpha serta dibantu oleh para Manusia.


Satu tahun sudah berlalu.


Pembalasan Manusia kepada pasukan Monster, akhirnya akan sampai pada titik puncaknya. Pasukan Manusia yang dipimpin langsung oleh Raja mereka Alxandria, mereka semua menuju medan pertempuran.


Setelah keluar dari pegunungan, dan juga hutan. Mereka semua terkejut, pasukan Monster seperti lautan yang tak berujung. Mereka terdiri dari garda depan sejumlah 40.000 pasukan, garda tengah sejumlah 60.000 pasukan, garda akhir atau belakang sejumlah 130.000 pasukan.


Manusia tak gentar. Mereka yakin pasti akan membawa palu penghakiman dari Dewa kepada para Monster. Akhirnya dengan sebuah tiupan terompet raksasa, bangsa Manusia menyerang. Mereka bersatu kembali untuk membalaskan dendam atas keluarga mereka yang telah dibunuh oleh para Monster.


Moriel merapalkan sebuah sihir yang membuat pepohonan di hutan menjadi bergerak, dan membantu para manusia untuk menghancurkan garda terdepan dari pasukan Monster.


Deovare menembus garda depan bangsa iblis dengan Durandal, dia memanggil sebuah hewan sihir berwujud Naga yang berdiri di sampingnya dan menghempaskan seluruh garda depan dengan satu tebasan. Mayat Monster yang berhamburan dibersihkan oleh semburan Naga yang membuat sebuah jalan agar mudah dilewati oleh pasukan Manusia. Para prajurit bersorak dan melaju ke medan perang untuk membunuh para Monster yang tersisa.


Kekuatan Fisik dan perapalan mantra yang dilakukan oleh Manusia membunuh seluruh garda depan bangsa Monster


Selanjutnya setelah serangan pertama dari Deovare yang dibantu oleh Moriel.


Vorpha terbang menuju pasukan garda tengah pasukan monster. Para Monster sadar akan kedatangan Vorpha kemudian menyerangnya dengan ribuan anak panah. Namun usaha mereka sia-sia, anak panah yang mereka lesatkan tidak ada satupun yang dapat menyentuh tubuh Vorpha, seakan-akan ada sebuah barrier yang berada desekitar Vorpha. Barrier itu adalah sihir yang dirapal oleh Esthera, Barrier yang sangat kuat dan bahkan tidak bisa ditembus hanya dengan panah biasa. Para Monster mengeluarkan sebuah busur dan ketapel raksasa yang kemudian langsung mengujam barrier tersebut, suara dentuman anak panah dan batu besar yang menyentuh Barrier itu kemudian mengeluarkan gelombang kejut yang membuat Monster tertegun.


Vorpha yang tidak menyia-nyiakan waktu langsung menciptakan sebuah mesin tempur bernama Pandora lewat Grimmoare-nya. Pandora itupun mewujudkan keinginan tuannya, Pandora itu berbentuk seperti sebuah kumpulan senjata, dengan kerangka berbentuk lingkaran lengkap dengan tempat duduk Vorpha, dengan di setiap sisinya ada selongsong rudal dan peluru serbuan serta lubang meriam laser di tengah-tengahnya. Vorpha melepaskan rudal yang membasmi sebagian garda tengah.


Monster yang lari berhamburan kemudian ditembak menggunakan peluru serbu dan meratakan mereka.


Manusia yang sudah menjinakkan hewan sihir dari hutan menyerbu dengan ganas sisa pasukan Monster di area garda tengah. Setelah garda tengah telah di basmi, garda belakang yang berjumlah 130.000 prajurit ternyata dipimpin oleh seorang Raja Monster yang sangat kuat yaitu bernama Ladd, kekuatannya setara dengan kelima guardian.


Manusia dan para Guardian terkejut mengetahui sosok Raja Monster itu. Ladd yang tengah bersiap-siap membangun serangan balik dengan merapal sebuah mantra yang membuat seluruh pasukannya dalam mode Berserk, efeknya akan membuat Buff atau peningkatan pada pasukan Monster berupa kekuatan yang meningkat dan terus ditingkatkan berkali-kali.