Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Perjumpaan Kekasih



Beberapa hari setelah kejadian penyerangan oleh organisasi mata gerhana. Vallen kembali ke rumahnya. Beberapa hal menjadi lebih berbeda ketika dia datang di tempat dimana dia dilahirkan.


Vallen kembali berjumpa dengan adik kecilnya, yang bernama Emma. Selama di rumah dia selalu menghabiskan waktu dengan adik kecilnya. Mereka Bermain, Dan Bercanda.


"Emma. Coba lihat. Disana adalah tempat dimana ayah dan ibu bercocok tanam."


"Kebetulan hari ini adalah waktu panen. Aku akan pergi melihatnya."


Aku dan Emma pergi menuju ladang. Tampaknya di ladang sudah ada beberapa orang dan juga ayah serta ibu. ni


"Ayah, Ibu ... Aku akan ikut membantu panen."


"Ohh ...Vallen. Akhirnya kau datang juga. Cepat kesini." Ayah memanggilku.


Oh ... Tampaknya banyak sekali panen kali ini. Buah buahan seperti Mangga, Apel, dann juga Pir. Juga banyak sekali sayur yang sudah masuk periode panen.


Aku memetik beberapa buah buahan itu namun pandanganku teralihkan, aku melihat Ren dan Sistine.


"Heh ... Kenapa mereka ada disini ?"


Kemudian ibuku mengatakan sesuatu kepada mereka.


"Ohh ... Ren dan juga Sistine sudah datang kah. Mari sini bawa beberapa buah dan sayur itu."


"Terima kasih bibi. Wahh tampaknya sangat enak."


"Hem ... Sayurnya juga kelihatan sangat segar." ucap Sistine


Kalau Ren ada disini itu bukanlah hal yang mustahil. Tetapi kenapa ada Sistine.


"Hai ... Ren dan Sistine lama tak berjumpa."


Mereka berdua tampak terkejut. Dan mengatakan hal yang sama.


"Hah ... Vallen."


"Yo ... Bagaimana kabar kalian?"


Setelah aku mengatakan hal itu mereka berdua memelukku dengan erat.


"Aku merindukanmu Val." ucap Ren dengan tersedu.


"Lama tak berjumpa yah. Aku senang bisa melihatmu lagi."


"Yah ... Aku juga sangat merindukan kalian berdua."


Ayah dan Ibu datang dan berkata kepadaku.


"Ahem ... Mungkin tak lama lagi kita akan mendapatkan seorang menantu nih. Benar gak Sayang?" tanya ayah kepada ibu.


"Ara ... Tampaknya Vallen sudah bukan anak kecil lagi. Dia sudah mulai belajar Poligami."


Seketika aku terkejut dan melompat kebelakang.


"Ayolah jangan malu. Kau menyukai mereka berdua kan. Hayo ngaku." ucap ayah sambil menyenggolku.


"Iya ... Aku menyukai mereka berdua dan aku sudah berjanji akan menikahi mereka berdua. Tetapi untuk saat ini bukankah umur kami masi terlalu muda."


"Tidak apa apa kok. Ayah dan Ibu juga menikah di pada umur yang muda."


"Ehem ... Sayang jangan mempengaruhi anakmu." ucap ibu


"Hehe ... Baiklah sayang."


"Vallen. Ibu dan Ayah sudah merestui hubungan kalian, Jadi ... Aku berharap kamu sebagai seorang laki laki harus bertanggung jawab secara penuh."


"Baik bu. Aku akan menjaga perkataanku."


"Hem. Anakku memang baik."


Setelah itu aku melihat kedua orang tuaku mendekati Ren dan Sistine dan tampaknya sedang membicarakan sesuatu. Aku tak dapat mendengar pembicaraan mereka akan tetapi. Ekspresi mereka semua terlihat bahagia.


Dewa. Aku berharap kebahagiaan seperti ini akan terus terjaga.


Tak lama hari menjelang sore. Mereka semua sudah bersiap-siap siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Ren dan Sistine mendekatiku. Mereka berdua memanggil namaku dan mencium pipiku.


"Vallen..."


Ah. Mereka berdua keliahatan agresif hari ini. Sebenarnya apa yang terjadi.


"Aku tau lo kamu bilang akan menikahi kami berdua. Dasar cowok serakah." ucap Ren dengan nada menggoda.


"Iyah ... Hahaha apakah kalian tidak bersedia?"


"Bukan itu. Kami sangat bahagia sekarang. Tapi sepertinya kamu gak cukup hanya dengan 2 wanita bukan?" tanya Sistine


"Heh ... mana kutahu. Ahahaha ... Tapi apakah boleh?"


Mereka berdua menghembuskan nafas panjang.


"Yah ... Asalkan kamu tetap mencintai kami berdua dengan sepenuh hati. Kami tak keberatan."


Ahh ... mereka berdua seperti malaikat. Untung Author memberiku wajah yang tampan.


(Authornya lagi halu jadi mohon maklum buat readers.)


Akhirnya aku bersandar dengan nyenyak dalam dekapan dua wanita cantik. Sementara aku tak dapat menahan diri kemudian kami terjatuh dalam kenikmatan tenggelamnya matahari secara perlahan-lahan.


(Gunakan Imajinasimu Jomblokers.)


Keesokan paginya keluarga kami mendapat panggilan langsung dari kerajaan. Dikatakan bahwa Raja mengundang Ayah secara pribadi untuk membahas beberapa persoalan. Jadi benar jika ayahku dulu adalah seorang anggota kerajaan berdarah Guardian Alxandria.


Selain mengundang Ayahku secara pribadi. Raja juga mengundangku dalam pesta kerajaan. Ah tentu saja termasuk Ibu, Emma, dan Nenek.


Aku penasaran seperti apa seorang Raja di kerajaan ini.