Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Desa Quile



Tidak ada cara lain bagiku. Aku harus pergi ke lembah itu sekarang juga dan kalau tidak salah kakek mempunyai sebuah Kompas yang anehnya selalu mengarah ke arah Barat.


Apakah aku harus pulang ke rumah untuk mencari Kompas itu?


Ketika Vallen akan pergi, di saat matahari mulai sedikit terbenam. Vallen melihat cahaya berwarna emas di sekitar makam Kakeknya.


"Bukankah itu sebuah Kompas. Aku harus melihatnya."


Tentu saja itu adalah sebuah Kompas yang tak asing dimata Vallen dan jarum pada kompas ini selalu mengarah ke Barat.


"Tidak salah lagi ini punya Kakek. Kenapa ada disini?"


Bukankah agak terasa aneh dan lagi pula kenapa bisa ada Kompas yang di taruh di makam. Siapa yang menaruhnya?


"Tak ada waktu lagi. Meskipun hari beranjak malam aku harus berangkat sekarang."


Saat Vallen sudah melalui perbatasan, situasi sekitar terasa menyeramkan. Kamu tidak akan tahu Monster apa yang sedang mengintai di balik kegelapan malam.


Vallen merasa takut untuk maju, kakinya merasa berat untuk melangkah dan juga jalan ini sangat berbeda dengan tanah lapang dimana kau bisa melihat apapun.


"Aku tak punya waktu. Aku harus melangkah."


Setelah beberapa saat Vallen merasakan keberadaan yang tidak asing di belakangnya. Dia melirik tapi tidak ada siapapun. Vallen tidak perduli dan terus melangkah ke depan.


Vallen membulatkan tekad, dan tidak merasa capek. Dia terus berlari dan tidak punya waktu untuk beristirahat, Vallen akhirnya melewati malam dengan melompat ke satu pohon ke pohon lainnya.


Pagi hari yang cerah itu.


Vallen mencari sungai untuk menangkap ikan, dan mencuci mukanya.


Setelah memasak ikan dan memakannya.


"Hmmm, sepertinya aku mendengar sesuatu."


Vallen pergi melihat asal dari suara tersebut dan ternyata itu adalah sebuah desa yang cukup besar.


"Apakah ini desa yang pernah di ceritakan oleh Kakek?"


Vallen berjalan dan melewati pos penjagaan di gerbang.


"Selamat datang di desa Quile dan semoga hari ini keberuntungan menyertaimu." Ucap seorang penjaga


Vallen memasuki desa Quile dan melihat sekitar banyak pedagang, tempat penginapan, toko senjata, para Petualang, dan para Penduduk yang sangat ramah.


Baron adalah seorang pemimpin dari sebuah Desa yang tersebar di seluruh Kerajaan. Setiap desa memiliki Baron yang masing masing dari mereka bertugas di bawah Noble untuk mengawasi situasi ekonomi, pembangunan, dan penelitian yang dilakukan oleh para Penduduk.


Vallen kemudian bertanya untuk mencari informasi tentang Lembah yang menjadi tujuannya, dia juga diberikan banyak sekali makanan dari penduduk, dan pedagang di desa itu.


"Hei apakah kamu seorang petualang? Kamu bukan berasal dari sini. Perkenalkan namaku Dolas."


"Oh Hai, namaku Vallen, kamu juga bisa menyebutku seorang Petualang."


"Apakah kamu akan menuju ke Lembah? Aku dengar ditempat itu sangat berbahaya, kamu harus berhati-hati."


"Hm, terima kasih banyak atas sarannya. Para Penduduk di desa berkata bahwa Lembah itu tak bisa dimasuki oleh Manusia biasa. Apakah itu benar?"


"Ya, bisa bilang begitu karena ketika kau akan memasuki Lembah disaat itu juga kamu akan dipindahkan kembali ke luar Lembah, aku rasa itu di lakukan oleh sesuatu yang menurutku seperti sihir."


"Oh, pantas saja mereka bilang Lembah itu tak dapat dimasuki oleh siapapun."


"Tapi bukan berarti juga Lembah itu tidak dapat dimasuki, hanya Manusia tertentu saja yang dapat memasukinya. Baron di desa ini, beliau pernah memasuki Lembah itu sekali dan membawa banyak sekali emas."


"Apakah itu benar?"


"Yap tentu saja, karena emas itu juga para Penduduk di desa bisa makmur. Kami juga bisa membeli barang-barang terbaru dan modern dari Kerajaan. Tetapi ketika Beliau akan memasuki Lembah untuk kedua kalinya, beliau di pindahkan lagi keluar dari Lembah."


"Jadi artinya hanya bisa memasuki sekali dan hanya orang tertentu saja yang bisa memasukinya."


"Itu benar, dan tentu saja rumor dan berita itu mulai tersebar ke seluruh tempat dan banyak sekali orang orang dari luar daerah yang mencoba untuk memasuki Lembah itu, karena itulah akhirnya desa kami menjadi sangat ramai."


"Terima kasih atas informasinya Dolas. kamu sangat membantu."


"Tenang saja, kamu hanya harus bertanya kalau membutuhkan suatu informasi. Aku sarankan kamu istirahat saja dulu selama satu malam di desa ini. Apalagi kamu terlihat sangat capek."


"Benar juga, tetapi aku tidak punya uang untuk menyewa penginapan."


"Hahaha, kamu seorang Petualang yang menarik. Jangan khawatir, ikutlah denganku. kamu bisa menginap di penginapan kami."


"Hah, apa kamu yakin?"


"Ah, sudahlah ikut saja."


"Baiklah kalau begitu aku berhutang kepadamu."


"Ayolah teman, anggap saja ini hadiah selamat datang dari desa kami."