
//////☆☆☆☆//////
Karna ada beberapa problem dengan masalah internal, novel ini sering tertunda.
Maka dari itu mulai hari dan seterusnya novel ini akan digarap oleh pengarang aslinya..
Maaf atas ketidaknyamanan ini, saya akan memperbaiki kinekerja lebih baik lagi.
#PenName: Arthur Utopia
//////☆☆☆☆//////
Kejadian kemarin memberi impak yang besar di seluruh akademi, hari ini akan diadakan upacara penyambutan murid baru akademi, dan apesnya aku harus memperkenalkan diriku dihadapan para junior dan senior sebagai Top 1 pada ujian kelolosan tempo hari, merepotkan.
Ku berjalan melalui lorong kelas.
Ugh tatapan mereka kenapa sinis sekali, ayolah aku hanyalah murid baru disini.
"Ohh jadi ini rakyat jelata yang sering dibicarakan itu."
Seseorang bicara dibelakang.
"Ohh kau berbicara tentangku*menoleh*, berkata bahwa aku sering dibicarakan, bukankah itu sedikit kasar, aku hanyalah murid baru disini Senpai." Senpai adalah sebuah panggilan dari senior.
"Yahh kau murid baru pembawa masalah, aku heran dengan trik kau bisa memasuki akademi ini, yah aku menantikan hal apa yang akan terjadi padamu nanti."
"Ohh Senpai kau mengancamku?" tatapan tajam ke mata.
"Apa apaan dengan tatapanmu itu, mirip sekali dengan binatang."
Orang2 tertawa.
"Yah mata ini muncul ketika ada mangsa di depan."
"Apa kau bilang.!"
Seseorang menahan.
"Sudah cukup, ayo kita pergi biarkan bocah jelata ini."
"Arggg, kau akan mendapatkan sesuatu nanti... menyebutku mangsa, akan ku tunjukkan siapa yang menjadi pemangsa dan siapa yang akan dimangsa."
Hahh ada juga kejadian seperti ini, apakah murid dengan latar belakang keluarga besar disini semua memandang rendah para rakyat jelata.
Tiba di aula penyambutan.
"Hai semua perkenalkan saya adalah pembawa acara penyambutan hari ini, pertama tama beberapa kata sambutan akan di berikan oleh Wakil Kepala Akademi Hakase Dorothy Corta." Hakase merupakan gelar seperti Professor.
Wakil kepala akademi Dorothy Corta, beliau adalah seseorang wanita yang berdiri di garda depan dalam pasukan khusus kerajaan, di masa lalu ketika kerajaan sedang berperang melawan negara tetangga dengan gagahnya dia menumpas pasukan musuh dengan cara yang tenang dan anggun, orang orang menyebutnya Puteri yang menari dengan membawa kematian, beliau Kuat.
"Ahheemm saya sebagai wakil kepala akademi dengan ini mewakili kepala akademi untuk memberi sambutan kepada murid baru, dikarenakan beliau ada halangan jadi tidak dapat menghadiri acara ini, Akademi Alvarez dengan wewenang yang diberikan kepadaku hari ini saya menyambut kalian dan mensahkan sejumlah 400 siswa untuk meraih ilmu berharga di Academy Alvarez dan menjadi diantara yang terbaik, persiapkan diri kalian karna rasio kelulusan di sini sangat kecil, dan kami akan memilih beberapa orang yang berkemampuan untuk bisa memasuki Aula Glory tempat dimana para ksatria berkumpul, bisa tidaknya kalian menggapainya itu tergantung ambisi kalian, tunjukkan padaku wahai anak muda mudi, pilihlah jalan mana yang akan kau tuju, itu saja sekian dan terima kasih."
Semua murid bertepuk tangan dengan meriah.
"Baiklah itu dia sambutan dari Wakil Kepala Akademi Hakase Dorothy Corta, selanjutnya adalah sambutan dari para peraih Top 1 Tes masuk pekan kemarin berdasarkan Class masing masing, dengan ini saya menyambut, Top 1 dari Class Warrior Arduin Deovare, Top 1 Class Alquimista Hylario Vanderba, dan seseorang tanpa marga Top 1 Magus Vallen dipersilahkan untuk naik ke panggung."
"Hmm di tahun ini semua Top 1 di dominasi oleh para laki laki kah.?"
"Yahh cukup menarik untuk dilihat apalagi seseorang tanpa marga manjadi Top 1 Class Magus, hal ini tentu saja menarik respon para petinggi, bagaimana tanggapan anda Hakase Dorothy.?"
"Aku tidak perduli dia berasal dari keluarga mana, yang pasti dia berbakat, aku bisa melihat aura nya disembunyikan dengan baik*menarik, seseorang yang sangat muda bisa mengontrol aliran mana di dalam tubuhnya.....* ."
Setelah mereka memberi sambutan akhirnya giliranku tiba kah....
Hhhuuuwww Turun2.
Dasar orang miskin.
"Diam". teriak Hakase
Whahh sorakan mereka meriah sekali ha ha ha.
"Etto aku tidak akan berlama lama disini jadi dengar, aku hanya mengucapkan beberapa kata saja, sejujurnya akademi ini hanyalah batu loncatan bagiku, aku tidak akan mengalah pada orang yang dengan suka menindas mereka yang lemah, orang yang hanya mengandalkan latar belakang keluarganya, intinya aku hanya ingin menjalani masa akademi dengan damai dan menjadi yang teratas, aku mempertaruhkan posisi ku sebagai Top 1 jika kalian ingin menantang untuk sebuah pertarungan maka aku akan ladenin kalian, siapapun itu datanglah, itu saja dari ku sekian...."
Wooahh sialan murid bau kencur menantang para senior.
*Crowd*
"Yah itu adalah sambutan yang meriah dari Top Class Magus, baiklah sambutan ini sudah selesai dan silahkan bubar."