Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Penyihir Petir



Sudah lama menanti dan sudah semakin dekat tuk di raih, akhirnya Academy akan membuka Ritual Incerenation kembali, menengok ke 1 tahun yang lalu aku masih tak mampu untuk menjadi Siswa disana, tapi untuk saat ini aku pastikan akan menjadi yang terbaik.


Musim gugur tiba dan dedaunan melayang di udara, aku menetapkan langkah menuju Academy sekali lagi dan berharap mimpiku terwujud, sesaat setelah memasuki gerbang itu suasana yang baru namun penuh kenangan kembali menghampiri.


"Yosh aku pasti bisa." Aku mengepalkan tangan dan memotivasi diri.


Kami mengantri untuk mendapatkan nomer antrian, aku melihat tahun ini lebih banyak yang mendaftar di Academy daripada tahun kemarin, juga karna aturan yang baru tes kali ini menggabungkan rakyat biasa dengan para bangsawan karna krisis yang melanda kerajaan ini adalah perbedaan kasta, bangsawan menghakimi rakyat biasa namun jarang terjadi kasus sebaliknya, maka dengan penggabungan ini diharapkan para Siswa/Siswi dapat menghilangkan perasaan deskriminasi.


Namun ada juga bagi sebagian bangsawan yang masih saja menerapkan perbedaan kasta bahkan beberapa dari mereka bahkan mengajarkan deskriminasi kepada anak2 dan keturunanya, sombong amat.


Salah satu Arma maju dan menyambut para calon murid.


"Selamat datang di Academy Alvarez....."


Aku merasa sambutan kali ini lebih lama daripada tahun sebelumnya.


"Perlu diketahui bahwa aturan baru pembagian kelas akan ditetapkan sesuai umur, bagi kalian yang berumur 17 tahun dan lolos melewati tes maka akan di tempatkan pada kelas tahun pertama, apabila berumur 18 tahun maka akan masuk tahun kedua, bagaimana jika umurnya 18 tahun ke atas maka tetap akan dimasukan ke tahun kedua, terima kasih atas perhatianya dan semoga keberuntungan menyertaimu, selesai."


"Hehh aturan ini cukup menarik, karna sekarang aku sudah berumur 18 tahun maka akan masuk tahun kedua kah, aku cukup bersemangat tentang hal ini."


Semua orang kulihat sangat bersemangat untuk menghadapi tes ini.


"Hoi kamu minggir..." Aku dengar suara yang samar2 dibelakang, ah biarlah aku masih memikirkan sesuatu, hehmm ku kira tes pertama adalah....


"Hei(menepuk pundak Vallen), apa kau tuli ku bilang menyingkir dari hadapanku."


"Hahh(menoleh), oyaa2 maafkan ketidaksopanan ku para bangsawan, apakah ada yang salah dengan posisiku sekarang?" Ternyata rombongan bangsawan toh, dilihat dari lencananya mungkin antara Count dan Duke.


"Kau menggangu jalan kami disini, minggir..."


"Heehh kulihat masih ada celah jika lewat kanan, kenapa aku harus minggir lagipula jalan masih lebar meskipun aku tak harus menepi."


"Cuma rakyat jelata dan kau sudah berani melawan, sialan..."


"Hoohh kenapa juga aku har...(ditarik)." Seseorang dari samping menarikku.


"Hehm tinggal menepi seperti itu apa susahnya, ayo maju(mengkode rombonganya)... akan kuingat kau(menatap mata Vallen)."


Aku melihat seseorang yang menarikku dan dia berkata.


"Hoi teman aku sarankan jangan cari2 masalah dengan orang bangsawan, atau kau nanti akan diincar."


"Hehmm tak masalah buatku, meskipun aku tak berniat menepi tapi kamu menarikku dan mencoba menyelamatkan ku, terima kasih."


"Hhaahh aku sampai kaget, kau tahu dia adalah anak dari seorang Duke yang kejam."


"Aku tak peduli."


"Hyaggh teman ku sarankan kau meminta maaf nanti kepadanya.."


"Yah2 baiklah tapi untuk sekarang mari fokus ke ujian dulu."


Aturan penempatan kelas dan juga bakat juga mengalami perubahan.


Bakat pejuang(Warrior) digambarkan dalam rune senjata fisik, bisa berbentuk pedang ataupun busur dan kebanyakan hanya bisa mengeluarkan sihir penguatan tubuh saja, walaupun begitu mereka sebenarnya mempunyai kekuatan tubuh/fisik yang luar biasa.


Bakat sihir(Magus) digambarkan dalam rune tongkat sihir, seseorang dengan bakat ini mempunyai kecocokan tinggi terhadap semua jenis sihir namun memiliki fisik yang rentan seperti manusia biasa, dan sihir penguatan sangat tidak cocok untuk tubuh mereka.


Bakat penempaan(Alkemis) digambarkan dalam rune buku, seseorang dengan bakat ini memiliki tubuh fisik yang kuat serta otak yang cerdas, kebanyakan dari mereka mempunyai Atribut api.


Bakat ganda(Rarest) digambarkan dalam rune ganda, seseorang dengan bakat seperti ini sangat langka dan kasus yang sangat jarang terjadi, namun juga sangat diistimewakan, mereka diharuskan memilih salah satu dari bakat itu untuk memasuki kelas.


Dan yang terakhir adalah tanpa bakat(Nonless) digambarkan dalam kekosongan, dan jika kau mendapat predikat Nonless maka dapat dipastikan kau akan langsung digugurkan dalam tes ini.


Tes kedua yaitu Attribute Identify bertujuan untuk mengetahui elemen apa di dalam tubuhmu, dari beberapa elemen itu adalah Api, Air, Tanah, Udara, Petir, Cahaya, dan yang terakhir adalah Kegelapan.


Tes terakhir yaitu Talent Ranking adalah sebuah kompetisi untuk mengklaim ranking dalam kelasmu, terdiri dari beberapa ujian seperti Duel dan Penciptaan, untuk bakat pejuang ya pastinya Duel, untuk bakat Sihir juga pasti Duel, namun untuk bakat penempaan pasti adalah ujian kreasi/membuat sesuatu.


Dan akhirnya tes dimulai dan lonceng raksasa berbunyi.


"Untuk para bangsawan dan rakyat biasa dipersilahkan untuk menjalani Ritual Awakening berdasarkan urutan nomornya, dan cara untuk menjalani tes ini mudah, kalian hanya perlu menyentuh bola kristal raksasa di depan kalian, total ada 10 bola kristal dan tiap kristal dijaga oleh 2 orang yang bertugas untuk mencatat bakat yang kalian miliki, nomor urut 1 sampai 10 silahkan maju."


Nomor urutku masih lama.... yah menonton orang membangkitkan bakat juga tak membosankan.... menit demi menit berlalu dan bakat2 sudah banyak bermunculan, dan ada juga yang gagal.


Setelah lama menunggu akhirnya....


"Nomor urut 131 sampai 140 silahkan maju."


Jantungku berdentak kencang rasanya seperti mau copot, ada beberapa perasaan campur aduk namun aku yakin aku bisa, karna aku mempunyai bakat ganda maka aku menyembunyikan salah satu bakatku, aku tidak mau jadi pusat perhatian dan aku lebih suka belajar sihir jadi aku akan menutup sementara bakat berpedangku.


"Nama mu Vallen ya... silahkan sentuh kristal yang ada di depanmu."


"Baik..."


Inilah saatnya aku memekakan sayap dan mulai terbang... muncul cahaya dan gambar rune tongkat sihir di kristal..


"Baik Vallen bakatmu adalah Magus, silahkan maju ke tempat tes selanjutnya."


Aku sejenak tak percaya....


Ujian kedua yaitu Attribute Identify... dan tentu saja tes ini juga sederhana yaitu hanya menyalurkan mana ke sebuah alat bernama Siris berbentuk kubus transparan dengan ukiran sirkuit mana di setiap sisi, warna dan bentuk yang keluar dari Siris akan mewakili Atribut masing2.


"Silahkan untuk peserta yang baru datang untuk mengambil antrian berbaris memanjang ke samping, aturannya sederhana kalian hanya perlu mengalirkan mana ke dalam Siris."


Setelah lama menunggu akhirnya giliranku.


"Nama mu Vallen dan berbakat sihir ya.... oke silahkan alirkan mana ke Siris."


"Ahhsiiyapp..."


Ketika aku mulai mendekatkan telapak ke Siris muncul percikan2 listrik skala kecil namun ketika aku sepenuhnya menyentuh Siris itu meledak.


"Apa yang terjadi ini... tidak mungkin, kau memiliki atribut petir dan itu sangat kuat sekali untuk dimiliki seorang bocah berumur 18 tahun sepertimu, hoi kamu sebenarnya siapa?"


"Aku adalah Vallen anak dari keluarga rakyat jelata, salam kenal."