Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Ke Sarang Serigala Mistik (Part 2)



Vallen, dan Tiffa menuju ke kediaman Deovare menaiki Naga milik Noir, bernama Pier.


"Tiffa, kau baik-baik saja disana?"


"Tenang saja Tuan, saya baik-baik saja."


"Syukurlah kalau begitu. Aku tahu kau takut ketinggian. Jangan memaksakan dirimu, mendekatlah."


Tiffa merasa takut, dan berpegangan dengan merangkul Vallen dari belakang.


Vallen hanya bisa tersenyum.


"Berpeganglah dengan erat."


"Ehhm..."


Akhirnya mereka telah tiba di wilayah kekuasaan Deovare.


"Jadi seperti ini pemandangan Sektor Utara jika dilihat dari udara, sangat luar biasa."


"Bangunan besar di depan itu adalah North Palace, tempat tinggal kita."


(Hebat sekali, Sektor Utara ini sangat megah. Bangunan berdiri dengan kokoh. Para Arma yang menjaga sektor ini beroperasi dengan menaiki Naga, beberapa juga beroperasi di daratan dengan berjalan kaki. Kondisi kota di Sektor Utara ini dipenuhi oleh pedagang, penempa, dan Arma. Ini lebih seperti Sektor Militer.)


"Seperti yang kamu tahu, North Palace kita diapit oleh berbagai markas komando Militer, ini adalah sektor yang terdalam disebut Area Militer, kemudian ada sektor yang di tengah itu adalah Area Perkotaan, sedangkan sektor bagian luar adalah Area Pedesaan, dan pertambangan."


"Ternyata seperti itu. Berapa jumlah keluarga Noble yang memimpin wilayah di sini?"


"Ada empat keluarga Noble di bagian kita. Salah satunya adalah Polac. Namun, karena tindak pidana yang telah dilakukan oleh Kepala keluarga-nya maka kami meminta Kerajaan agar memberikan posisi kepada Noble yang baru untuk menggantikan posisi Polac di wilayah itu."


"Hoh... Jadi siapakah Noble yang akan menggantikan Polac nanti?"


"Itu adalah keluarga Noble Linghart."


"Aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya."


"Yah, kau tahu. Keluarga Linghart telah melayani keluarga Deovare dengan sangat baik. Maka dari itu Patriack memberikan hadiah sebuah wilayah untuk dia kelola sendiri."


"Ah, jadi seperti itu cara kerja-nya."


"Kamu tahu kan, sebutan untuk para Kepala Keluarga Noble?"


"Ya, mereka mendapat gelar Count."


"Itu benar. Count keluarga Linghart itu juga calon Ayah mertua ku."


"Benarkah? Aku turut berbahagia untuk anda Noir-sama."


"Terima kasih Vallen."


"jadi, kapan anda mengadakan pesta pernikahan?"


"Itu masih lama. Tapi pesta pertunangan sebentar lagi akan diadakan. Oh, karena kamu berada di bawah tanggung jawabku. Di saat pesta pertunangan nanti, kuharap kamu bisa hadir sebagai perwakilan untuk memberikan sambutan kepada Keluarga Linghart. "


"HHAHHH...! Noir-sama, ini terlalu mendadak kau tahu."


"Ha ha ha... Tenang saja, kau masih punya waktu dua minggu untuk mempersiapkan kata-kata sambutan."


"HAHAHAHA.... Selamat datang di Keluarga Guardian Deovare."


Kemudian mereka tiba di North Palace.


Setiba-nya di North Palace. Vallen, dia sudah disambut oleh para Arma yang berbaris, dan memberi hormat kepadanya.


"SELAMAT DATANG NOIR-SAMA, VALLEN-SAMA."


(Hoah, jadi seperti ini rasanya dihormati. Aku merasa sungkan.)


"Seth, bawa Pier ke kandangnya."


"Baik Noir-sama."


(Hmm, sepertinya itu adalah orang yang merawat Naga milik Tuan Noir.)


"Ah Vallen, aku belum bilang ya. Para Naga yang ada di sini itu dirawat oleh beberapa orang yang memang sudah profesional di bidangnya."


"Oh, jadi begitu. Apakah para Naga ini jinak sehingga bisa disentuh oleh semua orang?"


"Kau salah, justru karena keberadaan orang-orang yang merawat merekalah yang membuat Naga-naga itu menjadi jinak."


"Luar biasa."


"Benar kan? Kau tidak bisa menganggap remeh suatu pekerjaan orang lain, karena belum tentu apa yang kita pikirkan itu tidak sesuai dengan kenyataan-nya."


"Aku sangat setuju dengan hal itu."


Vallen, Tiffa, dan Noir langsung menuju ke dalam Palace.


"Wah... Setelah melihat Istana Kerajaan, aku kira aku tidak akan terkejut lagi. Tetapi, tempat ini juga sangat berkelas."


"Benar kan? Istana tempat kami berada ini terbuat dari biji Mithril yang telah di proses oleh para Alkemis."


"Biji Mithril? Semua ini?"


"Itu benar. Maka dari itu, keamanan juga sangat terjaga."


"Aku dengar Sektor wilayah Utara ini dipercaya oleh Raja sebagai penghasil Arma dengan keterampilan bakat berpedang."


"Tentu saja. Ini sudah merupakan tradisi turun-temurun dari leluhur pertama kami, yaitu Guardian Deovare. Selain melatih teknik berpedang, kita juga melatih kekuatan jiwa, kekuatan tenaga dalam atau Ki, dan yang terakhir adalah kekuatan amukan atau Berserk."


"Kekuatan Ki, dan kekuatan Berserk.."


"Itu benar, kekuatan Ki. Pada dasarnya, orang yang mempunyai bakat berpedang mempunyai jumlah Mana yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan orang yang mempunyai bakat sihir. Namun, karena kita unggul di dalam kekuatan fisik, maka kita perlu melatih kekuatan dalam. Hasil dari pelatihan kekuatan dalam ini adalah Ki, dan Ki sangat berbeda dengan Mana. Nanti akan aku jelaskan secara rinci"


"Ternyata seperti itu, jadi tekanan yang aku rasakan ketika anda bertarung dengan Iblis itu adalah Ki?"


"Ki atau biasa disebut dengan Reiki, itu adalah sumber kekuatan dari Manusia dengan bakat berpedang seperti kami."


"Aku sangat beruntung bisa memiliki kesempatan untuk belajar tentang Ki ini."


"Yakinlah Vallen, kau juga akan mempelajari teknik Ki ini. Ah, ada beberapa entitas di dunia ini yang masih belum kita ketahui, dan Ki itu adalah salah satunya."


(Aku jadi makin penasaran tentang Reiki ini. Aku akan melihat seberapa kuat kekuatan yang dibanggakan oleh keluarga baru ku ini.)