Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Teman Sebelah Yang Menyebalkan Tetapi....



Di dalam suatu kelas exclusive Vallen akan memulai pelajaran pertamanya.


"Baiklah para siswa silahkan buka buku halaman ke 32."


Hemm perasaan aku tadi menaruh buku di rak, kemana ya?.


"Instruktur sepertinya Vallen lupa membawa bukunya." sahut wanita di sebelah Vallen.


"Hoiii Bitc#, jangan suka mengadu lah.."


Instruktur mendekat.


"Vallen apa benar kamu tidak membawa buku?"


"Ahh saya membawa tetapi hilang entah kemana."


"Aku tidak butuh alasan seperti itu, meskipun kamu murid baru tetapi peraturan harus tetap berjalan, pergi ke lapangan dan lari 100 kali."


"Hanya 100, heh baiklah cukup untuk pemanasan."


Murid2 mendengar pernyataan Vallen, dan mulai berbicara.


"Hanya 100 kau bilang, dengan tubuh fisik yang lemah seperti kita bisa dikatakan kalau itu sudah sangat berat."


Seperti yang pembaca ketahui bahwa golongan type Mage mempunyai ketahanan fisik yang sangat lemah dibandingkan type2 yang lain.


"Paling2 dia cuma membual kan, biarkan saja."


"Hehh bakalan ada korban lagi nih."


Vallen berdiri.


"Hoi2 kasar sekali ya kalian, yah untuk sekelas kalian pasti tidak akan kuat, kebetulan lapangan ada di sebelah kanan kan, kalian lihat 100 putaran akan ku selesaikan dalam waktu 10 menit."


"Hahh 10 menit.."


Seluruh kelas tertawa.


"Ahemm Vallen, berani berkata maka buktikan." balas Instruktur.


"Okkee instruktur bisa menghitung kalau begitu, 10 menit tidak akan menggangu pelajaran kan."


"Baiklah aku akan menghitung, tetapi jika kamu hanya membual maka hukumanmu akan jadi lebih berat."


"Deal..."


Vallen melirik gadis yang duduk disebelahnya.


"Kau sengaja menyembunyikan buku ku kan..?"


"Bweekkk(Menjulurkan lidah dan memasang wajah konyol)."


Vallen berbisik ke depan instruktur.


"Instruktur aku ada permintaan, jika aku bisa menyelesaikan tantangan ini maka aku ingin wanita itu untuk menerima hukuman juga."


"Hehmm kenapa Vallen, dia kan tidak ada hubungannya dengan hal ini."


"Tidakk... aku yakin dia yang menyembunyikan buku ku."


"Baiklah.. aku akan bicara kepadanya."


Instruktur menghampiri dan berbisik ke wanita itu.


"Okke Vallen permintaanmu kupenuhi, dia juga menambahkan kalau kau bisa menyelesaikan tantangan dalam 10 menit dia akan memperbolehkanmu duduk di sebelahnya."


"Hehh... hal mudah."


Vallen keluar dan memasuki lapangan, hampir semua siswa di kelas melihat ke luar jendela.


Instruktur sudah memegang jam penghitung dan ketika peluit berbunyi Vallen mulai berlari.


"Meakipun lapangan sangat luas tetapi ha**nya 100 putaran, ketika aku berlatih dengan guru Fafnir, setiap hari aku harus berlari sejauh 500 KM, hal seperti ini hanya sebuah semut."


Pluit berbunyi dan Vallen mulai berlari.....


efek ketika dia berlari menyebabkan badai angin yang kencang.


Murid di dalam kelas mulai heboh dan seakan tidak percaya.


"Ehh dia type kelas Mage kan?"


"Sungguh mencengangkan, apakah ini nyata."


"Ah sial seakan aku sesak nafas melihatnya."


Dalam waktu kurang dari 10 menit Vallen menyelesaikan tantangannya, dan memasuki kelas.


Instruktur dengan wajah serius.


"Vallen kau tidak berlari memutari lapangan dalam 100 kali kan?"


Seisi kelas bersorak.


"Hahahah ternyata hanya ilusi kah. haha, dia cuma membual."


"Tidak dengan kecepatan seperti itu aku yakin dia dapat menyelesaikannya."


"DIAM SEMUA..." Teriak instruktur.


Yah aku juga harus berterus terang.


"Maaf instruktur aku sudah berlari mengelilingi lapangan sebanyak 250 kali."


"Ternyata hitunganku benar, yah dengan kecepatan seperti itu hanya beberapa orang saja yang bisa melihatnya."


Instruktur ke depan.


"Ahhemm sudah ditentukan bahwa Vallen berlari sebanyak 250 putaran dalam 10 menit."


Kelas heboh.


"Hahh 250 putaran?"


"Apa itu benar?"


"Hoi itu sudah bukan level manusia kan."


Seseorang berteriak.


"Tidak... itu semua memang benar dia sudah berlari 250 putaran."


Kelas terdiam.


"Baiklah kesepakatan tetap berjalan, jadi bagaimana Diana?"


"Ohh jadi wanita disebelahku itu bernama Diana." Vallen dalam hati berkata.


"Yahh baiklah dia bisa duduk di sebelahku."


Kelas bersorak.


"Whooahh bunga kelas menerima seseorang duduk di sebelahnya."


Vallen mulai duduk.


"Ettoo sebelumnya namaku Vallen salam kenal dan mohon bantuannya."


"Namaku Diana Esthera."


"Esthera? Haahhh(Terkejoed) kau keturunan dari salah satu Guardian?"


"Yahh bisa dibilang begitu."


"Sungguh tidak dapat dipercaya."


"Salam kenal ya Vallen." Tersenyum dengan wajah licik.