Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Civil War (Part 2)



Iblis tersentak ketika terkena serangan balik dari Vallen.


"Ho... Manusia itu kuat."


"Domen, bagaimana menurutmu tentang Knight itu?"


"Bisa membalikkan tombak dengan serangan seperti itu, jika aku telat menghindar aku yakin kepalaku akan hilang."


"Heh, apakah sang Iblis Domen mengakui orang itu?"


"Dia kuat, tetapi aku lebih tertarik dengan orang yang memimpin pasukan ini."


"Maksudmu Noir Deovare?"


"Ya, jika bisa kukatakan. Dia berada di level yang sama denganku."


"Jika itu maumu, maka aku akan membuat panggung untuk duel kalian."


"Shaman, kau urus anak itu. Sedangkan aku akan melawan si Deovare itu."


"Baiklah jika itu yang anda inginkan."


Di sisi lain.


"Vallen, bagaimana menurutmu tentang iblis itu?"


"Agak menjengkelkan untuk mengatakannya. Tetapi, Iblis itu lebih kuat daripada saya. Jika saya bisa membandingkan, level anda setara dengan iblis itu."


"Maka aku akan melawan Iblis itu, sedangkan kamu akan memimpin pasukan. Kemungkinan kau akan melawan Shaman itu."


"Tidak masalah."


Tidak menunggu lama.


SERANG...!!!


Kedua kubu melancarkan serangannya. Mereka berlari dengan perkasa.


"Firebomb."


Vallen membentuk sebuah peledak menggunakan Elemen api, dan melemparkannya ke musuh.


"Barrier."


Shaman membalas serangan Vallen dengan sebuah penghalang, melindungi pasukannya dari ledakan.


"Heh, lumayan untuk seorang Shaman. Tapi, bisakah kau mengatasi ini."


Vallen menyentuh pasir, dan merafalkan sihir.


(Roh tanah, pasir merupakan serpihan darimu. Bawalah aku menuju kemenangan.)


"Sand Storm."


Perpaduan Elemen antara angin, dan tanah. Menciptakan badai yang memperlambat laju musuh, mengganggu penglihatan mereka.


"Aku sudah menantikan hal ini. Hahaha. Membuat suatu badai? Aku akan menaruh parasitku di dalam badai itu."


Shaman mengeluarkan parasit di antara badai itu, dengan tujuan untuk menyebarkan parasit ke seluruh tempat.


"Reverse Spell."


Shaman merafal mantra yang membuat sihir berganti arah, menyerang balik ke arah Vallen.


"Ah, sial. Kalau begitu."


(*Roh angin, menarilah dengan anggun di dalam badai.)


"Tornado*."


Vallen mengubah badai itu menjadi pusaran angin raksasa, parasit yang terbawa badai, menjadi berputar-putar di dalam Tornado.


"Sekarang adalah saatnya."


(Dewa petir, iringi dengan musikmu.)


"Lightning Strike."


Petir itu bergabung di dalam Tornado, dan membunuh semua parasit di dalamnya.


"Sial, berapa banyak Elemen yang bisa digunakan oleh bocah itu?"


"Kau tampak kesulitan, Shaman?"


"Domen?"


"Spear Blast."


Domen menghempaskan tongkatnya, dan menghancurkan seketika Tornado itu.


Mengetahui hal ini, Noir melompat melewati pasukan, dia mengayunkan pedang Claymore, dan menebas Domen.


"Wohoo... Akhirnya kau muncul juga, Noir...!"


"Diamlah Iblis, lawanmu adalah, AKU...!"


Tebasan pedang Noir di tahan oleh Domen, namun karena terlalu kuat. Domen terlempar beberapa ratus meter kebelakang.


"Lumayan..."


Noir melesat, mengejar Domen.


Pertempuran antara Domen melawam Noir berlangsung dengan sengit.


Suara dentuman antara pedang, dan tongkat terdengar sampai ke medan perang.


Sedangkan itu.


Bersama Knight Tier 3, Vallen mengalahkan banyak Prajurit bayaran.


"Wasapada, pasukan Shaman melakukan sesuatu."


Para Shaman itu membentuk Array(Formasi Spiritual), dan memanggil hewan Giant Worm.


"Lima ekor Giant Worm. Akh, merepotkan."


Pasukan Knight terhalang oleh Giant Worm, sementara itu pasukan Polac menyerbu dengan Momentum ini. Dan memukul mundur Pasukan Knight.


Giant Worm yang ganas menyerang, dan memakan sejumlah pasukan Knight.


"Senior, kalian hadang ketiga hewan itu. Dua sisanya serahkan padaku."


"Oke Vallen, kami Knight tier 3 tidak akan kalah hanya dengan seekor cacing."


Para Senior berhasil menahan ketiga Giant Worm.


"Baguslah mereka bisa memberi perlawanan."


Vallen melesat menerjang barisan musuh, dengan pedangnya dia menebas semua musuh yang ada di depan matanya.


"Light Step."


Vallen mengaktifkan langkah cahaya, gerakannya secepat kilat. Bahkan pasukan Polac tidak dapat melihat gerakan Vallen.


Beberapa pasukan Polac terbunuh dengan sangat cepat, hal ini membuat Polac menyuruh pasukannya agar cepat mundur.


"Mau lari? Dalam mimpimu."


Vallen tidak mensia-siakan kesempatan ini, dan menebas pasukan Polac.


"ARRGG...!!"


"Iblis... Dia, IBLIS.!!"


"Kalian tidak akan bisa lari, semua hama harus dimusnahkan."


Perlawanan Vallen membuat Morale dari pasukan Knight meningkat, mereka berteriak dengan semangat.


"MAJU...!! Hadapi Cacing itu."


Para Knight dengan berani membunuh kedua Giant Worm itu. Ketiga sisa dari Giant Worm juga sudah dimusnahkan oleh para Knight tier 3.


Sedangkan itu disisi lain di waktu yang sama.


"Noir Deovare. Keturunan dari Guardian Deovare, dan anak dari ahli strategi keluarga Deovare. Dengan ini aku menantangmu duel 1 lawan 1."


"Sebelum aku menerima duel, sebutkan namamu wahai kaum Iblis."


"Namaku Domen, untuk asal-usulku. Aku memilih untuk tidak menjawabnya."


"Heh, tipikal Iblis. Penuh tipu muslihat."


"Dengan ini duel..."


"DIMULAI..!!" Noir dan Domen berteriak.


Duel mereka dimulai.


Noir dan Domen saling bertukar serangan.


"Pedang Claymore yang cantik, apa namanya?"


"Pedang ini bernama Experza. Ah, kebetulan ini adalah pedang yang cocok untuk membasmi Iblis."


"Hahaha. Nama yang bagus, aku juga merasakan ada cahaya suci di dalam pedang itu."


"Tentu saja... Boost."


Noir memperkuat tubuhnya, dan menaikkan kecepatannya.


Domen menangkis serangan Noir.


"Tombakmu, bukan tombak biasa."


"Tentu saja, tombak ini adalah Artefak kuno. Dan keistimewaan dari tombak ini adalah, dimanapun aku melempar tombak ini, dia(tombak) akan segera kembali ke tangan pemiliknya."


"Cukup merepotkan."


"Dash."


Domen menjaga jarak dari Noir, dan melemparkan tombak ke arah Noir.


"Rasakan ini..."


"Sial... Barrier."


Noir merafal sihir untuk membuat suatu tameng sihir yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Hooh... Sampai kapan kau bisa bertahan?"


"Sial... Akan kubunuh kau."


Noir melesat, dan menghindari beberapa serangan dari Domen.


"Kena kau, Doman.."


"Heh, lumayan."


Iblis itu mengeluarkan sayap kelelawar dari punggungnya, dan terbang untuk menghindari serangan Noir.


"Heh... Ternyata kau bisa terbang ya."


"Hahaha... Dengan ini, kau tidak akan bisa menyerangku."


Domen terus menyerang Noir dengan tombaknya.


(Tombak ini memiliki penetrasi yang sangat tinggi, 4 serangan lagi sebelum perisaiku hancur.)


"Spear Blast."


Iblis itu melapisi tombaknya dengan Aura api dan melesat ke arah Noir.


"Serangan ini... Berbahaya."


BOOM(Ledakan)....!!!


Pasir bercampur debu berhamburan akibat dari ledakan itu.


"Hah... Padahal aku masih ingin bermain, tampaknya keturunan Guardian tidak sekuat itu."


"Kau berbicara tentangku?"


Iblis itu terkejut melihat Noir masih berdiri kokoh.


"APA..! Kau bisa bertahan dari serangan itu."


"Gravity Devastation."


Langit seakan bergemuruh, seketika medan Gravitasi menarik paksa Domen, dan menghantam tanah.


"I-Ini... Bagaimana kau bisa mengeluarkan sihir sekuat ini?"


"Sihir? Jangan salah sangka, ini bukanlah sihir. Melainkan Aura dari tubuhku sendiri."


Aura yang sangat besar itu membuat langit ketakutan, disekitar Noir terdapat tekanan yang sangat mengintimidasi, seketika membuat Iblis itu tertunduk.


"Dengan ini, aku akan menghukum dirimu, Iblis."


Noir mengangkat Claymore ke udara, dan menghujam Iblis itu.


Satu hujaman mengakibatkan tanah bergetar. Noir menghujam Iblis itu berkali-kali.


Sedangkan di tempat lain.


"Sial, Giant Worm sudah dimusnahkan."


"Pertahankan formasi, aku akan menghadapi bocah itu."


"Baik, Ketua."


Shaman melompat menghampiri Vallen.


"Yo... Akhirnya kau muncul juga, Shaman."


"Luar biasa, aku tidak menyangka Kerajaan Estora memiliki bocah sekuat dirimu."


"Karena ini sebuah duel, maka kita akan mencari tempat yang tepat. Aku tidak mau mengganggu pasukan Knight dalam membantai pasukanmu."


"Hahahah... Cukup percaya diri kau bocah. Baiklah kita akan mencari suatu tempat."


Vallen dan Shaman menjauh dari medan perang dan menemukan tempat yang pas untuk bertarung.


"Ingatlah ini Shaman, seranganmu tidak akan berguna melawanku."


"Heh, Bocah sombong. Rasakan ini."


"Hooh, kemarilah. Hibur aku dengan kekuatanmu."


"Paralyze Hornet."


(Tawon pelumpuh. Aku harus menjaga jarak.)


"Firespread."


Vallen mencoba untuk membakar tawon itu dengan Elemen Api.


"Percuma kau memakai sihir itu."


"Apa? Sebuah penghalang?"


"Sengat dia."


"Sial."


Vallen dalam posisi bertahan, namun tawon itu menyengat dengan cepat.


(Pandanganku mulai kabur. Sial, tawon ini juga membawa parasit.)


"Woah lihatlah dirimu sekarang, kau seperti anjing. Hahaha."


"Bukankah curang memasang Barrier ke tawon itu."


"Curang? Hahaha, ini dinamakan strategi."


Shaman menghunuskan pedang.


"Dengan ini, kau akan mati."


(Sial, aku tidak bisa bergerak. Racun di tawon itu sangat kuat. Aku harus menggunakan itu.)


"Hyaaa..."


Shaman ingin menusuk Vallen. Namun...


"Eh, tubuhnya hilang. Kemana perginya dia?"


"Mencariku, Shaman?"


"W-wujud itu?"


"Tak kusangka kau bisa membuatku untuk mengeluarkan teknik ini."


"K-Kau... Siapa kau sebenarnya?"


"Kau tidak perlu tahu."


Dragon Form... Adalah teknik yang sudah dikuasai Vallen setahun yang lalu. Dia berlatih dengan Fafnir pada saat sebelum menjadi seorang Knight. Terakhir kali dia menggunakan teknik ini adalah disaat pertarungan melawan ketua Gerhana Malam, Vallen pernah kehilangan kendali, dan menyebabkan bencana yang dahsyat.


(Dulu aku pernah kehilangan kesadaran karena teknik ini, dan sekarang aku bisa mengendalikannya sesuka hati.)


"Baju zirah Naga hitam. Aku kira ini hanyalah Legenda, kau memiliki kekuatan sebesar ini? Padahal kau hanyalah bocah."


"Cukup bicaranya Shaman, ketika kau melihat wujudku, maka saat itulah kau juga akan mati."


"Dark Field."


Vallen menciptakan sebuah medan lingkaran, mengurung Shaman di dalamnya.


"Gelap sekali... Tidak ada yang mengatakan aku harus melawan seekor Monster."


"Monster? Ya, sepertinya aku paling cocok dipanggil seperti itu."


Di sana Shaman hanya bisa melihat sepasang mata berwarna biru dari kegelapan.


"Erg, sial... Lamp."


"Percuma, kau tidak akan bisa merafal mantra apapun ketika berada di dalam Dark Field ku."


Shaman melihat sepasang mata itu semakin mendekat.


"I-Ini... Bukankah ini curang?"


"Curang? Apa kau lupa? Ini dinamakan strategi."


Vallen mencengkeram kepala Shaman, kemudian dia menghisap Energi kehidupan dari Shaman.


"AAARRGGG....!!! SAKIT.... SAKIT..."


"Semua orang yang sudah kau bunuh, tidak setara dengan apa yang aku lakukan."


Setelah teriakan terakhir, Shaman itu menghilang. Hanya menyisakan sebuah jubah tanpa tubuh yang memakainya.


"Teknik penghisap jiwa. Kuharap Naga di dalam tubuhku bisa kenyang kali ini."


(Sialan.)


Vallen kembali ke wujud Manusianya, kemudian dia menuju medan perang untuk melihat keadaan pertempuran, disana pasukan Knight sudah memenangkan perang melawan pasukan Polac.


Dengan ini Kerajaan akhirnya bisa mengadili keluarga Polac.


Vallen menghampiri Orev yang sudah terantai dan di jaga oleh Knight.


"Dengan ini kuharap kau akan mendapatkan hukuman yang berat."


"Ya, aku menerima nasibku."


Vallen pergi mencari Noir.


"Hei, apakah Noir-sama sudah kembali?"


"Belum, dia belum kembali ke tenda."


(Gawat, aku harus segera mencarinya.)


Di sisi lain.


Domen yang sudah mendapatkan banyak hujaman masih bisa berdiri dan melawan Noir.


"Kekuatanmu tak terhingga, Noir."


"Bisa bertahan selama ini ketika melawanku, kau cukup mengesankan."


"Aku belum mengatakan siapa aku sebenarnya. Aku adalah Doman Erph, mantan Komandan pasukan Iblis tingkat C."


"Aku dengar jajaran pasukan Iblis dibagi menjadi beberapa bagian, dengan tingkat S adalah yang terkuat."


"Ya itu benar, dan alasanku membantu Orev Polac untuk melawan kalian adalah, aku hanya ingin bersenang-senang."


"Kurang ajar kau, akan kubunuh kau Domen."


"T-Tunggu... Meskipun aku hanya bermain, tetapi aku juga mendapatkan perintah dari Panglima Kekaisaran untuk mencari informasi tentang Kerajaanmu. Jadi, jika kau membunuhku, maka secara tidak langsung kau berarti mengibarkan bendera perang antara Kerajaan Manusia dengan Kekaisaran Iblis."


"K-Kau..."


"Bagaimana jika kita membuat ketentuan, kau melepaskanku, dan aku akan merahasiakan semua informasi yang sudah kudapatkan tentang Kerajaanmu, dan Kerajaanmu juga akan aman dari ajakan perang bangsa Kami. Sebaliknya, laporkan kepada Rajamu jika keberadaan Iblis di perang ini adalah Iblis liar yang disewa oleh keluarga Polac. Jujur saja, aku juga tidak mau berperang dengan Kerajaanmu, itu akan menodai perjanjian damai yang sudah tercipta ratusan tahun yang lalu."


"Itu... Sebenarnya cukup menguntungkan."


"Benar kan? Ini adalah keuntungan 50/50. Meskipun aku seperti ini, aku cukup berharga lho. Dengan keadaan Kerajaanmu saat ini. Aku yakin jika kita berperang, Kerajaanmu akan kalah dengan cepat. Kau tahu sendiri bagaimana kekuatan tempur Kekaisaran Iblis saat ini, bukan?"


"Baiklah, aku akan menerima ketentuan ini. Pergilah, dan jangan pernah dekati Kerajaan kami. Untuk kali ini, aku akan melepaskanmu, tetapi ketika kita bertemu kembali..."


"Ya... Aku mengerti."


"MAKA KITA AKAN BERTARUNG SAMPAI MATI..." Mereka mengucapkan bersama.


Setelah itu.


"Noir-sama... Bagaimana keadaanmu?"


"Tidak masalah, aku baik-baik saja."


"Apakah anda mengalahkan Iblis itu?"


"Tentu saja, dia hanyalah Iblis liar yang disewa oleh Orev Polac."


"Hahaha. Noir-sama gitu loh, anda memang sangat kuat."


"Oh, Vallen bagaimana keadaan pasukan kita?"


"Siap, Noir-sama. Pasukan kita menang, dan Orev Polac beserta seluruh keluarganya sudah diamankan."


"Kerja yang bagus, Vallen. Bagaimana dengan Shaman itu?"


"Sudah kubereskan. Anda tidak perlu khawatir."


"Hahaha, benar saja. Baiklah mari kita kembali."


Vallen bersama Noir, Panglima, dan Knight 3 berada dalam satu tenda.


"Bersulang..."


Mereka minum anggur, dan berpesta.


"Kerja yang bagus, kalian berhak mendapatkannya."


"Terima kasih, Panglima."


"Berkat strategi tempur yang anda rencanakan, kita bisa mengalahkan 700 pasukan Polac."


"Itu benar Panglima. Anda juga hebat."


"Hahaha, Terima kasih. Malam ini kita berpesta. Hahaha..."


Vallen keluar dari tenda.


"Hahh... Perang pertamaku melawan penghianat Kerajaan. Entah kenapa aku merasa tidak puas, melawan Shaman juga cukup membuatku terhibur, lagipula jiwa dari orang itu cukup untuk menekan rasa lapar Naga yang berada di dalam tubuhku selama beberapa bulan."


Noir menghampiri Vallen.


"Vallen, berkat kontribusimu kita bisa memenangkan perang ini."


"Tidak Noir-sama. Semua ini berkat mereka semua."


"Kamu benar. Vallen aku akan langsung ke intinya. Apakah kamu bersedia menjadi seorang Noble dari keluarga Guardian?"


"Apa...!! Tuan, anda tidak bercanda bukan?"


"Tentu saja tidak, menjadi Noble dari Guardian itu kesempatan yang jarang terjadi, kebanyakan jika Civiliant diangkat menjadi Noble, dia akan bergabung dengan keluarga Noble biasa. Sementara itu dalam beberapa kasus, ada seorang Civiliant yang direkrut untuk menjadi Noble keluarga Guardian."


"I-Ini... Saya akan sangat bersedia Noir-sama."


"Jika kamu disuruh memilih, keluarga Guardian mana yang akan kamu inginkan untuk menjadi nama Margamu?"


"Jika saya bisa mendapatkan kesempatan seperti itu, maka saya akan memilih keluarga Deovare."


"Hehm? Apakah ada alasan khusus?"


"Karena pada saat masih kecil, saya sangat terobsesi dengan Guardian Deovare, bahkan pada saat itu, saya ingin bertemu dengan beliau. Sampai sekarang pun, saya masih sangat menghormati, dan menjadikan sosok Guardian Deovare sebagai pedoman hidup. Sifat tidak pantang menyerah."


"Baiklah..."


Noir memegang pundak Vallen, dan menyuruhnya untuk berlutut.


"Dengan wewenang yang diberikan oleh kepala pemimpin Klan Deovare, dengan ini saya sebagai perwakilan Klan Deovare, menerima seorang Knight bernama Vallen untuk memasuki keluarga, dan menyandang nama Vallen Deovare."


"Saya menerima kemurahan hati anda..."


Dengan ini, sekarang dia bernama Vallen Deovare.