
Setelah kejadian itu, Vallen mengunjungi kediaman Ethan, yang merupakan anak dari kepala desa saat ini.
"Saya tidak menyangka bahwa akan ada Knight yang datang di tempat ini, setiap hari kami berfikir apakah Kerajaan sudah tidak memperdulikan kami."
"Yakinlah bahwa Kerajaan sudah mengumpulkan berbagai informasi, kedatanganku di tempat ini hanyalah untuk mencari tahu kebenaran informasi itu. Apabila keluarga Polac dan para pengikutnya terbukti bersalah, kami dari pihak Kerajaan akan membawanya ke jalur hukum."
"Tuan Knight yang terhormat, nama saya adalah Ethan, dan saya akan membantu apa saja, asalkan mereka bisa diseret ke pengadilan."
"Baiklah kalau seperti itu, aku mohon bantuanmu Ethan." Vallen mengulurkan tangan
Ethan kemudian menjabat tangan itu.
...
Sore hari, Ethan mengajak Vallen berkeliling di sekitar desa. Vallen merasa sangat terpukul melihat banyak penduduk yang sangat mengalami keterbatasan. Mereka terlihat lesu, sedih, wajah yang pucat, kekurangan gizi.
"Dulu tempat ini sangat menyenangkan, banyak anak-anak kecil bermain, orang-orang berjalan kesana kemari untuk berbelanja, para pedagang yang menjual barang dengan senyuman, para petani yang bersemangat untuk bekerja. Namun, lihatlah apa yang terjadi sekarang. Semua itu sudah menghilang."
"Aku ingin bertanya sesuatu. Tepatnya kapan desa ini mengalami kemunduran?"
"Sekitar 9 bulan yang lalu. Perubahan pertama yang terjadi adalah harga pupuk yang naik secara signifikan, yang kedua harga sembako mulai naik, dan yang terakhir adalah tarif pajak juga naik. Keadaan ini membuat keluarga Baron yang sudah memperhatikan kami diganti, dan diusir dari desa oleh keluarga Polac."
"Hmm, jadi bagaimana dengan kinekerja Baron yang baru ini?"
"Tidak ada harapan, saya yakin Noble dan Baron itu sudah bekerja sama."
"Ya, itu sangat masuk akal. Apakah kepala desa sudah pernah bertemu dengan Orev untuk membahas perubahan itu?"
"Ayah sudah sering pergi ke kediaman Polac, dan Baron di desa ini. Namun, selalu diusir atas alasan yang tidak jelas. Terakhir kali ayahku kesana, dia malah dipukuli, dan sekarang hanya bisa berbaring lemah di kasur, setiap hari aku merawatnya. Untuk mengobati ayah, aku juga menjual ladangku ke Baron desa, meskipun ditawar dengan harga yang murah."
(Jadi perubahan yang mereka alami mulai terjadi pada 9 bulan yang lalu. Ini fakta baru yang tidak tertulis di laporan.)
"Baiklah, aku mengerti situasinya."
"Tuan Vallen, seperti inilah pekerjaan kami sehari-hari. Pagi hari kami pergi berladang, berkebun, bertani, kemudian pulang di sore hari. Tetapi, seperti yang anda lihat, setiap hari kami kelaparan, anak-anak tidak pernah tersenyum, para orang-orang tua hanya bisa menunggu hari dimana mereka akan mati."
Vallen terkejut mendengar pengakuan dari Ethan, karena dia yakin, semua ini bukanlah hal yang sederhana. Pasti ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga Polac.
"Ethan, bisakah aku menemui ayahmu?"
"Aku akan mengantar anda di kediaman kami."
"Terima kasih."
Vallen menuju kediaman rumah kepala desa.
"Tuan, ini adalah rumah kami. Silahkan masuk."
"Permisi, maaf menggangu."
Ketika Vallen masuk, terlihat seorang pria yang terbaring lemas di tempat tidur.
"Ayah, aku pulang."
"Eeehhh."
Ayah Ethan tidak bisa berbicara karena kelumpuhan yang menyerang syaraf.
"Coba lihat siapa yang datang bertamu. Akhirnya Kerajaan akan menyelamatkan desa kita Yah."
"Salam kepala desa. Namaku Vallen, seorang Knight Tier 2. Kehadiran saya di desa ini adalah untuk menyelidiki keluarga Noble Polac serta bawahannya."
"Bolehkah aku memeriksa Ayahmu?"
"Eh? Tentu saja, silahkan tuan Vallen."
Vallen menyentuh tangan dan mengecek nadi dari kepala desa.
(Tekanan yang berat, dilihat dari tubuhnya terdapat benjolan, aku yakin itu karena pukulan. Aliran darah tidak stabil, jantung berdetak lemah. Apa mungkin ini...)
Vallen mengeluarkan jarum dan menusuk kulit kepala desa.
(Darah ini... bercampur dengan racun.)
"Ternyata benar dugaanku."
"Tuan? Sebenarnya ayahku sakit apa?"
"Kapan terakhir kali ayahmu mengalami kelumpuhan?"
"Sehari setelah diperiksa oleh seorang Tabib. Waktu itu ayahku dipukuli sampai parah, kemudian aku memanggil tabib dan hanya diberikan obat oles. Esok harinya ayahku sudah tidak bisa bergerak dan mengalami kelumpuhan, akhirnya aku memanggil tabib itu lagi, dan kemudian diberi obat."
"Apakah Tabib ini rutin memberi obat?"
"Tentu saja, Tabib itu bilang bahwa penyakit yang ayah alami, bisa sembuh dengan obat yang diberikan olehnya. Oleh karena itu, aku membeli obat yang mahal itu untuk merawat ayah selama beberapa bulan ini."
"Bisakah aku lihat obatnya."
"Tentu, tunggu sebentar."
Ethan mengambil obat dan menunjukannya ke Vallen.
"Ini dia obatnya, Tuan."
(Hmm, ternyata memang benar. Sesuai dugaanku sebelumnya.)
"Ethan, sebenarnya ayahmu tidak sakit sama sekali."
"Hah? Apa maksud Tuan Vallen?"
"Seseorang telah menaruh Parasit hidup di dalam tubuh ayahmu."
"Apa...! Tuan, jangan bercanda seperti itu."
"Aku serius. Tidak salah lagi ini merupakan sebuah Parasit."
"Jika memang itu benar, apakah anda bisa mengobati ayahku?"
"Sebenarnya tidak susah. Namun, ini akan sangat menyakitkan."
"Astaga, apa yang sebenarnya terjadi disini."
"Parasit ini hanya bisa dimasukan melalui makanan, kemungkinan ayahmu memakan sesuatu dari kediaman Polac. Kemudian untuk menghilangkan bukti, Polac membuat suatu alibi, yaitu dengan memukuli ayahmu hingga lumpuh. Aku yakin Tabib yang kamu maksud ini juga merupakan bawahan dari Polac, obat oles itu juga sebagai stimulan untuk parasit ini, dan apabila parasit itu terbangun, dan menemukan inang, maka tahap selanjutnya adalah kelumpuhan."
"Tidak mungkin... Apakah anda yakin, Tuan Vallen?"
Ethan terlihat sangat bersalah dan juga cemas.
"Obat ini berfungsi untuk menekan Parasit secara sementara, agar tidak merusak tubuh korbannya secara brutal. Namun, tetap saja sifat Parasit itu merusak, dan akhirnya inilah yang terjadi."
Ethan yang mendengar ini langsung duduk terjatuh, dia menangis, dia kesakitan, sekaligus kecewa.