Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Kepulangan



Satu Fakta baru terungkap..


Yaitu Ayah Vallen sebenarnya adalah seorang anggota kerajaan, bahkan calon bakal Raja yang akan memerintah kerajaan Estora, namun dia menolak untuk jadi Raja berikutnya karna ia lebih suka hidup sederhana dan jatuh cinta kepada gadis desa.


Karna hal inilah dia memutuskan untuk memutus rantai darah kerajaan di dalam tubuhnya dan seutuhnya menjadi orang sederhana tanpa pangkat dan jabatan.


Namun ada di saat2 tertentu ia akan di undang langsung oleh kerajaan untuk membahas masalah yang berkaitan dengan keamanan kerajaan.


"Dulu namaku adalah Julius Alxandria, putra pertama dari Raja Estora ke 74 Leonardo Alxandria, namun aku memutuskan rantai darah kerajaan di dalam tubuhku dan sekarang panggilanku adalah Louise, salam kenal kepala keluarga Esthera, Damian Esthera, aku yakin ini adalah pertemuan pertama kita."


"Yang Mulia.... Damian Esthera sedang menghadap." Damian berkata dengan menunduk.


"Hentikanlah... aku sekarang bukanlah seorang anggota kerajaan, ingatlah aku adalah Louise seorang rakyat biasa."


"Baik.. Tuan Lou.."


"Panggil Lou atau Louise saja...."


"Baiklah kalau begitu...Tuan Louise." mereka berjabat tangan.


Sedangkan itu Louise menghampiri Vallen yang sedang berbaring lemas.


"Aku kesini karna merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Vallen, ternyata tebakanku memang benar, apa yang sedang terjadi di sini Fafnir?"


"Jadi begini ceritanya..." Fafnir menjelaskan semua kejadian itu dengan rinci.


"Hehmm jadi seperti itu, aku sudah tau bahwa suatu saat kekuatan itu akan muncul namun aku tak menyangka akan secepat ini."


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Tuan Lou?"


"Untuk saat ini tidak ada masalah... karna Vallen sudah mengeluarkan semua energi dari Emperor, namun untuk kedepannya aku serahkan semua itu kepada Fafnir."


"Apa kau yakin dengan semua ini Louise?"


"Yahh kenapa tidak.. kau adalah Guru dari Anakku, dan kamu adalah satu2nya Naga yang menyayangi Manusia, yah walaupun ada beberapa kejadian yang membuatmu harus membunuh manusia."


"Aku adalah Naga yang adil, aku memberikan apa yang sudah mereka berikan."


"Yah.. karna itulah aku tidak membencimu, kau adalah Naga yang baik."


"Omong kosong... dulu kalau aku tak bertemu denganmu.. mungkin saat ini aku sudah tenggelam dalam kegelapan."


Mereka bertiga berbincang satu sama lain, sesekali mereka meminum Alè(Sejenis Arak), dan bercanda satu sama lain.


"Baiklah selalu jaga anakmu baik2."


"Baik.. terima kasih Tuan dan Master, sampai nanti."


Sedangkan itu Louise berjalan menuju rumah dimana Vallen berbaring.


"Yoo Nak, bagaimana perasaanmu?"


"Ayah... kenapa kau kesini?


"Aku merasakan sesuatu yang terjadi kepadamu mangkanya ayah langsung kesini."


"Hah.. bagaimana dengan Ibu dan juga Emma, apakah kau meninggalkan mereka sendirian?"


"Tenanglah Nak, mereka berdua aman."


"Tapi Ayah..."


"Sudah2(mengusap kepala Vallen)... yang terpenting kamu baik2 saja, dan bersiap siaplah aku disini untuk membawamu pulang."


"Hah.. pulang? tapi bagaimana dengan musuh2 yang ada dan bagaimana dengan Diana?


Fafnir memotong pembicaraan Vallen.


"Semua sudah diatasi Val, kelompok Mata Gerhana sudah dibasmi dan Diana Esthera sudah mendapatkan penawar racun yang seharusnya dia sudah sembuh sekarang, pulanglah untuk memulihkan kondisimu, tentang Akademi aku akan melakukan sesuatu nanti."


"Hahh syukurlah... jadi aku bisa tenang sekarang."


"Vallen aku hanya ingin memastikan sesuatu, apakah kamu ingat apa yang terjadi ketika kamu berhadapan dengan Fiasco?"


"Aku tidak ingat apapun... yang kuingat bahwa aku berada dalam suatu tempat yang gelap namun sangat hangat, setelah itu muncul cahaya putih yang menarikku dan ketika tersadar aku sudah berada di rumah ini."


"Hmmmm baiklah kalau begitu, kita akan segera pulang, Fafnir aku serahkan tempat ini kepadamu."


"Iya... serahkan padaku."


"Baiklah Val, apa kau sudah siap bertemu Ibu dan Adikmu?"


"Tentu saja aku siap Ayah."


"Kita akan menuju ke Desa Mura."