Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Phase Two : Munculnya Panglima Monster



Aku melihat ketiga anggota keluarga Guardian berkumpul.


Diantara mereka aku merasakan tekanan yang luar biasa yaitu dari keturunan Deovare, Anak pertama dari keluarga Deovare... dengan julukan Singa Emas Vladimir Deovare.


"Salam tuan Damian Esthera saya perwakilan dari keluarga Deovare, Vladimir Deovare siap menghadap."


"Saya perwakilan dari keluarga Vorpha, anak ke tiga, Greg Vorpha, siap membantu anda."


"Saya mewakili ayah saya, dari keluarga Moriel, Aster Moriel akan mendukung anda."


Mereka bertiga adalah keluarga Guardian, 4 Pilar yang menjaga dan menompang kerajaan.


"Saya Kepala Keluarga Esthera, Damian Esthera menyambut kalian semua."


"Terima kasih Tuan Damian, saya telah mendengar rincian dari Grandmaster Fafnir perihal kondisi kerajaan, dikarenakan ayah saya sedang dalam perjalanan diplomatik maka saya yang akan menggantikan beliau." ucap Vladimir.


"Ahh tenang saja Vlad, dengan adanya kalian semua disini aku merasa aman dan tenang."


"Tuan menurut intelejen kami, posisi Mata Gerhana adalah di sebuah desa di luar kerajaan, hutan yang lebat membuat mereka mendirikan suatu rencana di tempat itu." Ucap Aster Moriel.


"Seperti yang diharapkan dari keluarga Moriel, dengan gabungan antara keluarga Moriel dan keluarga Vorpha kita bisa membuat suatu alat yang dapat melacak dan menghitung lokasi yang tepat, atau bisa kami katakan alat ini dinamakan Radar." kata Greg Vorpha.


"Hehmm kerja bagus dari kalian semua... aku sangat menghargai bantuan kalian." Dengan tersenyum Damian mengakui kontribusi mereka.


Mereka adalah masing2 anak dari kepala Guardian saat ini, aku yakin mereka sangat kuat terutama Anak pertama dari keluarga Deovare, Vladimir Deovare..... Dia sangat kuat... mungkin dia jauh berada di atas levelku sekarang.


"Ahh dan kalian belum tau anak ini kan, perkenalkan dia adalah muridku Vallen." Kata Master Fafnir dengan riang.


"Ahh salam semuanya, saya adalah murid dari Grandmaster Fafnir, Vallen dari rakyat biasa, saya mengikuti operasi kali ini jadi mohon bantuannya."


"Hehhh kamu murid dari Grand Fafnir..? sangat menarik." Kata Greg Vorpha.


" Yahh saya hanya dilatih selama 1 tahun saja."


"Hehmm sudah 1 tahun tapi aku merasakan kekuatan yang besar dalam dirimu, neh bolehkah aku menelitimu, aku suka mengoprasi orang. haha ha"


"Ahh maaf tuan tapi saya hanya orang biasa dengan kekuatan biasa."


Vladimir Deovare memotong pembicaraan.


"Ohh tentang itu jangan khawatir, aku sudah membuat rencana matang, dari kondisi kali ini kita punya 3 cara untuk mengalahkan mereka.... sekarang dengarlah ini." Greg Vorpga melepas kacamata dan menatap serius.


Setelah beberapa menit akhirnya kami menjalankan operasi, Aku dan Master Fafnir akan langsung menyerbu di depan markas mereka membuat dan kekacauan.


"Master... rencana ini bukankah terlalu ekstrim, kita bisa saja bertemu dengan bos mereka yang dikatakan bahwa kekuatannya hampir setara dengan anda."


"Tidak.. menurutku ini adalah rencana yang paling bagus, he he."


"Aku merasakan hal yang tidak enak sekarang, tapi Master bagaimana jika rencana ini tak dapat dilanjutkan karna kondisi tertentu.?"


"Strategi adalah pertaruhan Muridku... ini merupakan pertaruhan, jika ini menyangkut tentang kerajaan artinya keluargamu akan dalam masalah jika Evil Group ini bisa menguasai kerajaan, apakah kau mau hal seperti itu terjadi.?"


"Tentu tidak Master, maaf aku sudah plin plan dalam memutuskan sesuatu, aku akan berjuang sampai akhir."


"Bagus2 aku mengharapkan mu."


Tiba tiba tanah bergemuruh...


"Woahh apa yang terjadi."


"Seperti rencana sebelumnya, kita akan membunuh monster yang pernah membinasakan manusia di daratan ini, Monster Auhmar."


"Monster Auhmar, bukankah dulu monster itu sudah di musnahkan dan di segel di dalam dungeon, kenapa bisa keluar?."


Salah satu dari Monster yang ditaklukan dan dimasukan ke dalam sel Dungeon, menurut legenda Monster ini sangat ganas, sekali dia merasakan darah manusia, ia akan segera terbangun dan akan terus memburu darah manusia.


"Ini adalah salah satu dari kekuatan Bos dari Mata Gerhana, dia bisa menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati menggunakan sihir pengikat jiwa, namun tak semua makhluk dapat ia hidupkan."


"Monster Auhmar.. sang panglima Monster"


Tak lama kami melihat sesuatu keluar dari dalam tanah, wujudnya bertanduk dengan warna kulit merah, dia membawa kapak dan rantai, sepertinya dia sangat kuat.


"Vallen ingat ini, dia bukanlah lawanmu saat ini, aku akan turun dan meladeni dia, kau tetaplah pada rencana."


"Baik Master."


Baiklah sekarang... waktunya aku bersinar.