
Karna keadaan yang darurat maka perintah resmi datang dari kerajaan, mereka langsung bertindak cepat untuk menyelesaikan kasus ini.
"Damian kau cepat pergi ke Medical untuk mengkonfirmasi keberadaan putri mu."
"Baik Master... saya akan segera menuju kesana."
"Vallen kau ikut denganku, kita akan menyambut tamu."
Owwaaahh.... setelah babak belur aku akan menghajar seseorang.. membuatku bersemangat..
"Ak.. jangan2 kau tipe M ya?" Bagi yang ndak tau silahkan Searching. *Lol
"Hahh mana ada Master.. sudahlah ini bukan waktunya bercanda.."
"Tenang saja... aku bisa melihat bahwa di mansion ini ada 3 penyusup, mereka semua bukanlah seorang amatiran, kau harus waspada dengan sihir hipnotis mereka... kau paham?"
"Baik master, jadi bagaimana kita menangkap mereka?"
"Gunakan Itu..."
"Maksud Master yang Itu...?"
"Yahh.. aku tunggu disini.. ada beberapa hal yang harus ku selesaikan."
"Baiklah Master... Ha ha ha... penyusup aku datang."
Vallen keluar ruangan..
Sementara itu.
"Keluarlah... aku ada tugas untukmu."
"Codename Titania menghadap Grandmaster Fafnir.." Memberi hormat.
"Okee Titania, lanjutkan rencana kedua dan secepatnya kirim laporan kepadaku..."
"Baik Grandmaster, saya mohon pamit."
"Ya pergilah."
...
..
.
Seperti yang dikatakan Master... ada 3 penyusup di mansion ini, tetapi baik mereka dan semua pelayan disini memiliki Aura yang sama.. bagaimana cara membedakan nya...? tentu saja menggunakan Itu.
Sudah lama aku tak memakainya....
"Dragon Eye..." Mata Vallen berubah menjadi bentuk mata naga dengan warna biru laut.... sebuah kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh Vallen berkat sisik dari naga Fafnir, membuat pemakainya dapat melihat aliran mana dan dapat menganalisa secara tepat dan cepat jenis sihir yang digunakan, untuk saat ini Level 1 sudahlah cukup.
"Baiklah.. aku menemukan 1.. Stealth..." Vallen mendekat dan memukul pundak musuh menyebabkan efek negatif dan membuat musuh pingsan.
"1 selesai 2 selanjutnya."
Akhirnya setelah menggunakan skill yang sama, ketiga orang ini sudah diamankan.
"Okee sudah selesai, saatnya menemui Master."
...
..
.
"Master penyusup sudah kutangka...., heh kenapa Master tidak ada?"
Aku menemukan secarik kertas di meja.
"Aku ada perlu, kau pergilah menuju Medical dan bantu Damian." Isi pesan yang ditulis oleh Master Fafnir.
Vallen segera menuju ke Medical, dirinya sempat ditahan oleh penjaga gerbang, sampai Damian segera menghampiri dan menyambut Vallen.
"Vallen silahkan masuk, penjaga dia adalah tamu ku."
"Baik Tuan Damian, maafkan atas perilaku kami yang meragukan anda, Tn Vallen silahkan masuk." ucap penjaga itu.
"Iyaa tidak2... wajar jika kalian merapatkan penjagaan melihat sedang ada kasus serius disini, Tetapi...."
Vallen melirik tajam ke salah satu penjaga.
"Ohh jadi begitu.. Light.." Vallen melesat dan mencekik leher penjaga itu dan membantingnya ke lantai.
"Vallen apa yang kau lakukan?" teriak Tn Damian.
"Tuan Damian aku khawatir penjaga ini adalah salah satu dari mereka."
"Apa kaubilang? hoi penjaga apa itu benar.?"
"Uhhaa ha ha" penjaga itu tertawa lebar.
"Sial ini adalah... hoi minggir ini sihir peledakan diri." Vallen berteriak.
"RASAKAN INI... HANCURKAN KERAJAAN ESTORA, BANGKITLAH MATA GERHANA, Ha ha ha."
SFX : BOOOOMMMMM
"Tuan Damian ini adalah... Barrier namun sangat tebal.. luar biasa." Berkat sihir Barrier milik Tn Damian, dampak kerusakan bisa di mininalisir, namun beberapa mengalami luka serius.
"Vallen kau tidak apa2?"
"Ya tuan.. saya baik2 saja berkat anda."
"Baiklah... hoi kalian bawa yang terluka ke pusat Medical sekarang."
"BAIK TUAN."
Meledakan diri sendiri, orang macam apa yang bisa membuat dirinya seperti ini, ternyata tidak salah lagi... Mata Gerhana harus di musnahkan.
Setelah keadaan sedikit kondusif... Vallen menuju ruangan tempat dimana Diana sedang dirawat.
Sesampainya disana dia melihat Diana tergeletak dengan cairan warna hijau memenuhi urat nadi di dalam tubuhnya.
"Tuan Damian... ini apa yang sebenarnya terjadi dengan Diana?"
"Dia diracuni.."
"Apa racun macam apa ini.?"
"Racun Ular Cendana atau biasa disebut Poisous."
"POISOUS...? terlalu kejam, tapi kenapa harus Diana?"
"Aku tidak tau kenapa tapi berkat batu sihir ini Diana masih bisa hidup, saat ini hanya batu sihir ini yang menompang hidupnya, memberi efek perlambatan aliran racun di dalam tubuhnya... tetapi jika dalam 2 jam dia tidak mendapat penawarnya, Diana akan...." Tuan Damian menahan kata dengan isakan di wajahnya, Diana adalah putri semata wayang nya, wajar hal seperti ini terjadi.
"Tuan yakinlah ketika kita mengetahui lokasi dari kelompok tersebut, saat itulah mereka akan mati."
"Hahh.. aku akan membalas perbuatan mereka.." mengeluarkan Aura..
Aku tersentak ketika melihat Aura dari Tuan Damian, perasaan ini sama dengan saat pertama kali aku berhadapan dengan Master Fafnir...
Disaat aku tercengang melihat Tuan Damian ada kebingsingan di luar Medical, kemudian kami memeriksa dan... Master Fafnir membawa serta ketiga anggota keturunan Guardian lainya.
Apakah kita akan berperang..? aku tau bahwa ini situasi berbahaya... aku tahu itu, tetapi pada saat aku membayangkan kita akan berperang dan melihat darah manusia tumpah.. entah kenapa aku terasa seperti tersenyum sendiri, dan tak sabar untuk mendengar jeritan manusia..
He he he.. hu ha ha ha ha..
Ada apa dengan Vallen? nantikan kelanjutan ceritanya besok.