
Eksekusi mati terpidana Korupsi dari kalangan bangsawan telah dilaksanakan, dikatakan Parlemen Ares berhak mengambil kembali aset keluarga bangsawan tersebut dan membaginya ke rakyat yang telah menjadi korban.
Castel Ares mempunyai kedudukan istimewa di dalam kerajaan, konon pada jaman dahulu disaat Guardian membantu Manusia di dunia ini, mereka membuat suatu aturan mutlak menggunakan sihir tingkat legenda, dan aturan itu kini menjadi hukum yang harus ditaati.
...
..
.
"Oke Vallen mari menuju ruang pemeriksaan."
"Baik tuan Alec."
...
..
.
Aku masuk di ruangan yang besar, disana terdapat banyak orang yang sedang bekerja, mereka berlarian membawa buku, membawa dokumen.
"Masuk ke ruangan no 32." Seorang berkata kepada kami.
"Ruang 32 ? bukankah itu ruangan khusus, Pak dia masih status pemeriksaan kenapa harus ke ruang itu?" Alec menegur.
"Ini atas perintah terbaru dari atasan, aku harap kau mengerti hal ini."
"Kapan dan atas hal apa dia masuk ke ruangan itu?"
"Kau berani menolak perintah atasan?"
"Mohon maaf pak, tetapi....."
"Sudah tak ada tapi-tapi an, hei namamu Vallen? kau masuk ke ruangan 32, ikut aku." Membentak.
"Vallen, berhati hatilah... tunggu aku disana, aku akan mengkonfirmasi berita acara tersebut."
"Tenanglah Tuan Alec, apapun yang terjadi nanti di dalam, aku pasti akan menyelesaikannya." Vallen percaya diri.
"Maaf Vallen, aku hanya diperintahkan bahwa kamu masuk ke ruangan pemeriksaan, maaf aku tak dapat menemanimu di ruangan 32 ini.."
"Apa yang anda katakan Tuan, semua itu tidak masalah, sampai jumpa nanti Tuan Alec, Itupun jika nanti aku bisa keluar hidup2, di ruangan ini aku merasakan pancaran Aura yang mengerikan, aku tahu ini bukan ruangan biasa... pasti ini ruangan penyiksaan."
...
..
.
Sedangkan itu di Akademi.
"Kamu Instruktur yang bertugas mengawasi Duel antara Vallen melawan Diana bukan?"
"Iya Betul Hakase... Saya yang mengawasi jalannya pertandingan."
"Baik, aku yakin kamu membutuhkan jawaban atas panggilan dari Kastil untuk salah satu murid mu yaitu Vallen... benar bukan?"
"Iya betul Hakase, Duel itu adalah resmi dan saya sebagai saksinya."
"Hehmm, tetapi laporan yang aku terima dari pihak Kastil mengatakan bahwa kasus Vallen adalah Penyerangan, yang artinya bisa dikatakan bahwa Vallen adalah berstatus Terpidana."
"Apa...! Tidak mungkin seperti itu, bukankah anda mengetahui detail laporan dari saya kemarin?"
"Meskipun Laporan itu benar adanya, tetapi jika aku menjelaskan kepada mereka, apakah mereka akan menerimanya begitu saja? hal ini bukan hanya menyangkut tentang Castel Ares tetapi juga menyangkut keluarga besar Guardian, kekuasaanku tidak dapat menandinginya."
"Tidak mungkin.... jadi bagaimana cara kita menyelesaikan kekacauan ini Hakase..?"
"Jika saja Kepala Akademi hadir disini..."
"Namun saat pertama aku menjadi Instruktur disini, aku tidak pernah sekalipun melihat wajah Headmaster..."
"Headmaster sangat misterius, dan beliau adalah orang yang sangat kuat, selama ini aku hanya bisa berbicara langsung dengannya sebanyak 2 kali, sisanya kami hanya menggunakan alat sihir komunikasi, tetapi jika Headmaster turun tangan menyelesaikan masalah ini.... pasti akan cepat selesai seakan debu yang diterpa angin..."
"Apakah beliau sekuat itu?"
"Ya dia kuat dan dia sangat berkuasa."
"Tetapi aku tidak sekuat itu kok... Oh sepertinya sudah lama sekali aku tidak tau situasi Akademi, Hakase Dorothy, bisakah anda katakan ada masalah apa sekarang ini?" Ucap seseorang yang baru masuk dari pintu.
"Headmaster....?" Dorothy terkejut.
...
..
.
Aku dipaksa memakai penutup mata sebelum memasuki ruangan, aku dapat mencium bau darah dimana mana.. bau busuk yang menyengat.
Ketika sampai aku merasakan bahwa kedua kaki dan tangan ku di rantai, pada saat itu aku merasakan keahadiran yang sangat kuat membuat diriku sulit untuk berdiri, rantai ini menyebabkan aliran Mana dalam tubuh berhenti, aku tidak dapat lolos dalam situasi ini..... untuk saat ini hanya bisa menerima permainan mereka.
"Vallen, atas perbuatan penyerangan terhadap keturunan darah Guardian, aku sebagai Hakim akan memberi hukuman, apakah ada yang akan kau sampaikan?"
"Hahh penyerangan... maaf yang mulia, tetapi kami sedang berduel secara adil dan bahkan Instruktur kami bertindak sebagai wasit."
"Dia berbohong, Pukul dia."
SFX : Buukkk.
"Akh...." pukulan di perut.
"Sekali lagi ku tanya... apakah kau mengakuinya?"
"Yang mulia, Aku dan Diana berduel dengan kesepakatan dan tidak ada sama sekali unsur pemaksaan."
"Dia berbohong lagi, pukul dia."
SFX : Brakkk...Bukkkk..
Vallen dipukul berkali kali, dijambak, dicambuk, sampai dia tak dapat berdiri lagi.... meski begitu dia tetap diterpa pertanyaan yang sama, kemudian dia diinjak dan ditendang dengan sadis.
"Arrrgg sial, kesadaranku mulai hilang... aku harus bertahan."
Tak terduga tiba2 pintu ruangan terdobrak dan angin kencang masuk.
"Siapa yang berani mengganggu jalannya persidangan." Hakim berteriak.
"Etttoo, aku baru kembali dari Akademi dan mengetahui bahwa salah satu muridku terlibat dalam Drama, bisakah kau melepaskan nya.?"
"Melepaskannya...? ha ha ha siapa kau berani meminta hal yang mustah......." sebelum selesai berbicara dia terkena sihir pembekuan.
"Aku yakin kamu adalah salah satu anggota Erebus, apakah kamu tidak tau siapa aku?"
"Maafkan saya Headmaster." *Berlutut.
Rantai mulai dilepaskan dari tubuh Vallen.
"Sebentar yah akan ku buka penutup mata nya."
"Suara ini... tidak asing."
"Oyah oyyah... sepertinya parah sekali keadaanmu."
SFX : Craasssh Kristal es itu memecah tubuh hakim dan membuatnya menjadi debu es.
"Aduhh sepertinya aku kelepasan, kamu tidak keberatan kan aku membunuh salah satu hakim mu.?"
"Tidak sama sekali Headmaster."
"Hehm syukurlah2 ha ha ha."
Vallen mulai sedikit tersadar.
"Suara ini... Guru Fafnir?"
"Yahhm... halo murid ku, sepertinya kau sudah mulai tersadar, keadaanmu cukup memperihatinkan yah."
"Agak lucu... penglihatanku masih agak kabur, he he wajah Guru Fafnir agak lucu... Tak pernah kubayangkan pertama kali aku membuka mata harus melihat wajah mesum mu Guru, he he."
"Haihhh kau tidak dapat mengatakan Guru mu seperti itu lo... padahal kamu sudah membuat Harem, Guru mu iri lo... ahhuu hu hu."
"Guru..... maaf aku..."
"Sudahlah... tidak apa2, ada gurumu disini..."
"Hhemm... aku bisa istirahat sebentar." Memejamkan mata dan tertidur.
"Are are... dia tertidur yah.."
Fafnir mengangkat dan membawa Vallen dengan sihir terbangnya..
"Erabus... sampaikan salamku kepada Kepala keluarga Esthera, AKU AKAN MENGUNJUNGI KEDIAMAN NYA NANTI, jangan sampai dia tidak ada atau dia akan terima akibatnya.... bisakah kau sampaikan kepadanya nanti?" Tatapan tajam dan menusuk.
"Baik Tuan, saya akan segera menyampaikan nya."
"Baiklahh... aku akan membawa murid bodohku ini."
Fafnir keluar ruangan, sesaat itu semua anggota Parlemen dengan suka hati memberi hormat menunduk dan berlutut di sepanjang jalan.
Siapakah identitas sebenarnya dari Guru Fafnir ini, dan kenapa dia bisa berkuasa atas parlemen Ares.?
Nantikan kelanjutanya Besok...