Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Pertemuan Tak Terduga



Di malam itu, Patriack dari keluarga Guardian Deovare dengan bangga mengumumkan bergabungnya pemuda luar biasa bernama Vallen. Banyak pihak yang terkejut akan perekrutan ini, namun mereka semua bersyukur karena Vallen bergabung ke dalam anggota salah satu dari keluarga Guardian.


Di dalam pesta itu, Alex dan Nevile berbincang.


"Yang mulia, setelah Vallen menjadi bagian dari keluargaku, aku akan membawa dia selama 6 bulan untuk mengikuti latihan serta kegiatan keluarga kami."


"Ya, tentu saja. Karena dia sudah menjadi bagian dari keluargamu, maka lakukan sesukamu. Jadi, apa ada yang perlu dikhawatirkan, wahai temanku?"


"Tidak yang mulia, tetapi Vallen sekarang telah menjadi pengawal pribadi Puteri Illeria. Apakah anda tidak keberatan jika aku membawa Vallen selama 6 bulan itu?"


"Hem, tidak masalah. Masalah ini akan aku bicarakan dengan Illeria nanti. Kamu tidak perlu khawatir."


"Baiklah yang mulia, mari kita bersulang."


"Ouh, kamu mau menantangku Alex? Terakhir kali Wine yang kau bawa terlalu lemah."


"Seperti yang diharapkan dari yang mulia. Hahaha."


Mereka berdua bersulang dan meminum Wine yang nikmat.


Sedangkan di Aula pesta.


"Ibu, Ayah..."


"Oh Vallen. Bagaimana keadaanmu?"


"Ya... Aku senang." Vallen tersenyum manis kepada Celia.


"Vallen, Ibu dan Ayah sangat bangga kepadamu."


"Terima kasih Ibu. Aku akhirnya menggapai impianku dulu."


"Ya, kamu selalu berbicara tentang Guardian Deovare. Sekarang kamu sudah menjadi anggota dari keluarga Deovare." Celia memeluk Vallen.


"Ibu..."


(Aku akan selalu melindungi semua orang yang kusayangi.)


Setelah beberapa saat, Vallen menuju balkon dan menjauhi keramaian.


"Vallen...."


Sistine, dan Ren menghampiri Vallen.


"Selamat atas pencapaianmu saat ini."


"Hohh... Terima kasih, tanpa kalian berdua mungkin aku tidak akan bisa berdiri di tempat ini sekarang."


"Lagi-lagi... Kamu terlalu berlebihan, semua itu karena kemampuanmu dan ketekunanmu. Tapi karena itulah, kami juga mencintaimu."


Vallen memeluk mereka berdua di bawah sinar bulan yang terang.


Setelah itu, Vallen mencari Fafnir.


"Master..."


"Yo, muridku yang bodoh."


"Eleh... Master, bilang saja kalau kamu malu. Muridmu ini bisa menjadi anggota Guardian lho. Hahaha."


"Ya-ya-ya aku senang kamu bisa menjadi anggota mereka. Ngomong-ngomong, apakah kamu menemukan buku legendaris itu?"


"Ehem... Master, ini edisi terbatas lho. Aku dapat ini dari kediaman Polac."


"Oke, berikan itu. Aku sudah tidak sabar. Ehehehe."


"Kaulihat ini Master?" Vallen menunjukan buku legendaris itu.


"Hoahh... Ini... Versi gadis kelinci, yang satunya tante nakal. Hahahaha, ini memang legendaris."


"Heh, ini masih sampulnya saja lho Master. Aku yakin di dalamnya banyak terdapat berkah surga."


"Mana... Mana... Berikan itu. Ehehehehe."


"Ambil ini, dasar Master mesum." Vallen melempar buku itu keluar dari jendela.


"Akkhh... Buku legendarisku. Aku datang..."


Fafnir melompat dari balkon, berusaha mengambil buku itu.


Buku itu jatuh di depan kaki seseorang.


"Oahaha... Buku legendarisku."


"Seperti biasa kamu tidak berubah ya, Fafnir."


"Hehm?" Fafnir melihat wajah orang itu.


"Apa kamu sudah lupa?"


"H-HELMINE...!!! Ada apa kamu kesini?"


"Ada apa? Yang mulia mengundangku lho."


"Hah? Aku tidak pernah mendengar dia mengundangmu."


"Yah, karena aku yang bilang untuk merahasiakannya."


"Apa?"


"Ne...Fafnir, padahal aku sudah memutuskan untuk menikah denganmu di perkumpulan terakhir."


"Akh... Fafnir, kamu nakal. Kamu suka SM ya sekarang?"


"Ah... Maaf aku tidak sengaja, dan jangan pernah berkata seperti itu lagi di depanku." Fafnir tersipu malu.


"Oh iya, perkenalkan ini adalah muridku."


"Heh... Kamu merekrut murid juga ya?"


"Tentu saja, dia sangat cantik kan?"


Gadis itu maju dan memberi salam.


"Salam kenal Master Fafnir, saya adalah murid dari Master Helmine. Nama saya Natasha Elovanska."


(Gadis ini... Mata bersinar merah cerah, kulit yang putih pucat, dan rambut berwarna pirang agak perak. Mungkinkah?)


"Helmine, apa dia ras Vampir dari Kekaisaran Iblis?"


"Hehm, kau benar. Aku menjadikan dia sebagai murid untuk mewakili Kekaisaran Avalon pada Festival Ragnarok tahun depan."


"Hooh... Sangat menarik, aku juga kebetulan sudah mempunyai murid juga."


Seketika Vallen muncul di samping Fafnir.


"Master, aku merasakan kehadiran yang kuat? Apakah dia..."


"Ya, kekuatan orang-orang ini yang membuatmu gelisah. Kuperkenalkan, dia adalah muridku Vallen Deovare."


"Hoho... Vallen Deovare. Anggota dari Guardian ya."


"Iya, itu benar. Saya adalah anggota keluarga Guardian Deovare."


"Hehm, pemuda yang tangguh."


"Vallen, aku yakin kamu masih belum tahu mereka jadi akan kuperkenalkan mereka kepadamu. Dia adalah Helmine De'Arc, salah satu dari Naga kuno yang masih hidup sampai saat ini, kau bisa menyebutnya Silver Dragon."


"Silver Dragon? Mohon maaf atas ketidaksopanan saya karena tiba-tiba muncul dihadapan anda Master Helmine."


"Oho... Pemuda tampan yang sangat sopan. Aku menyukaimu, apakah kamu mau hadiah, Vallen?"


"Ehemm, lebih baik kita lanjutkan perkenalannya. Gadis di sebelah Helmine ini adalah Natasha Elovanska, murid dari Helmine, dan dia adalah ras Vampir dari Kekaisaran Avalon."


(Apa? Ras Vampir. Berarti dia adalah Iblis.)


"Melihat dari ekspresimu, apakah ada yang aneh denganku?"


"Ah tidak, bukan seperti itu maksudku. Salam kenal nyonya Elovanska."


"Salam kenal Tuan Deovare." Natasha merendahkan lututnya dan sedikit mengangkat rok gaunnya.


Note: Kebiasaan menyapa ini sudah umum dikalangan bangsawan pada zaman dahulu.


(Gadis ini... Aura dia sangat kuat, dan...sangat dingin.)


"Fafnir, aku sudah kedinginan lho, ayo masuk ke Istana."


"Ehh baiklah mari... Hehehe." Fafnir dan Helmine saling mengapit lengan.


"Vallen, tolong kamu yang antar Natasha ya."


"Ah... Baik, Master Helmine."


"Helmine, tunggu sebentar. Aku harus mengambil buku legendarisku."


"Apa kamu mencari ini?" Helmine memegang buku itu.


"Ha, Itu dia. Eh..."


"Sayang sekali."


WUSHHH....!!! Buku itu terbakar di tangan Helmine.


"Woahh....Buku legendarisku."


"Kau ini, mulailah hilangkan kebiasaanmu itu. Sudah ada wanita cantik di sebelahmu, dan kau masih mencari buku itu. Dasar Naga mesum."


"Hehmm... Hoohh.. Hem... Hem... Aku baik-baik saja."


"Apa kau yakin? Air matamu keluar semua lho."


Sedangkan itu dibelakang mereka, Vallen dan Natasha juga saling mengapit lengan mereka.


"Heh, Tuan Deovare. Mastermu cukup menarik ya."


"Oh Nyonya Elovanska, apakah hal seperti itu menarik?"


(Master Fafnir, akan kubunuh kau nanti. Sebagai muridmu aku sangat malu saat ini. Hah, kenapa aku punya Master yang mesum seperti dia.)


"Moo... Sudahlah jangan menangis Fafnir. Akh, sebagai gantinya nanti malam kamu datang ke kamarku ya." Helmine sambil mengedipkan salah satu matanya.


"YOSSSHAA....!!! Aku tahu kamulah yang terbaik Helmine."


"Ah masak? Kamu gak berbohong?."


"Ho, tentu saja. Malam ini aku akan bermain denganmu. Persiapkan dirimu... HELMINE...!"


"Kya... Fafnir-chan nakal."