
Di suatu pagi yang sangat cerah, lelaki dan perempuan menapak jalan menuju akademi, mereka berseragam lengkap berwarna dominasi hitam dengan garis putih....
Di sana salah satu anak muda kita berada.
"Haaahhh(sigh), hari pertama di akademi.... cukup menarik."
Vallen memandang banyak siswa yang dalam perjalanan sepertinya, mereka diantar menggunakan kereta kuda, yang lain dengan maid nya, dan sisanya berjalan, para siswa dengan gelar bangsawan mendapat pin khusus yang disematkan di seragam mereka, yaitu berbentuk mahkota sedangkan rakyat biasa yang tidak ada prestasi maka tidak mendapat pin apapun, tetapi bagi siswa Top 10 mendapat pin dengan lambang bintang.
Dan aku termasuk salah satu Top 10 angkatan kedua.
Berjalan dengan memakai pin ini membuat ku menjadi perhatian, sial kenapa aku jadi malu.
Aku belum bertemu dengan Tony saat ini, kira2 dia di kelas mana ya...? Kalau tidak salah dia ada masuk kelas Alkemis.
Vallen memasuki ruangan dan bertemu dengan orang dikelasnya.
Uwwaahh Tatapan yang sinis, apakah ada yang aneh denganku.
"Oh hai... Saya murid pindahan tahun kedua, Vallen."
Para siswa di kelas tersebut tidak menanggapi.
"Arrgg sakitnya dicuekin."
Seseorang datang dan berbicara kepadaku.
"Ahh kamu pasti murid yang akhir2 ini sedang hangat dibicarakan, perkenalkan namaku Hunt Floyd murid angkatan kedua Rank 12."
"Apa maksudnya... Ohh namaku Vallen siswa angkatan kedua Rank 10 salam kenal."
"Wooahh kamu menggeser peringkat 10 yah, boleh ku tahu berapa rank mu pada ujian kemarin?"
"Rank 1 sih."
"Woahh luar biasa, jika kamu masuk ke angkatan 1 mungkin rank mu dapat dipertahankan... tapi ketika masuk di angkatan tahun ke 2 Rank mu disesuaikan ke 10."
"Yah tidak masalah bagiku, yang jelas aku mendapat benefit dari Rank ini."
"Ya... berhati hatilah karna di kelas ini 100 siswa dan siswi saling berebut Rank, kau harus bisa mempertahankan peringkatmu, siapa yang tahu mungkin aku akan menantang mu di pertandingan."
"Heehh cukup berterus terang yah kau orangnya, datanglah saja aku akan melayani tantanganmu."
saling bertatap serius....
"Bercanda2... hahahah, posisi ke 10 cukup istimewa lagipula duel tidak dapat dilaksanakan jika salah satu pihak tidak menuetujui nya."
"Ehh tapi siapapun yang menantangku pasti aku terima kok."
"Okke2 sudah cukup, kelihatanya yang lain melihat kita bicara di depan, aku cukup menghormatimu sebagai rakyat biasa yang bisa masuk kelas exclusive Top 100."
"Menarik yah.... oke aku menanti apa yang bisa kau perlihatkan, sampai nanti ya Vallen." Melambai
"Hooh."
Hunt Floyd kah, dia cukup kuat aku bisa merasakan auranya yang pekat.
Tidak lama Instruktur memasuki ruangan.
"Selamat pagi murid2, aku kira kalian sudah tahu kalau kita kedangan murid baru, tapi untuk lebih jelasnya murid yang bersangkutan silahkan maju dan memperkenalkan dirinya."
"Owwhh apakah aku harus memperkenalkan diriku lagi, merepotkan.... Etto nama ku Vallen murid angkatan tahun ke 2 Rank 10, ya seperti yang kalian fikirkan aku adalah rakyat jelata, dan aku bukanlah bangsawan seperti kalian, tapi aku gak akan diam saja ketika ada seseorang dari kalian semua yang ingin mengajakku duel untuk menaikkan Rank, majulah akan ku terima tantangan kalian, itu saja dari saya, salam kenal dan mohon bantuannya."
*Clap *Clap, Ehh yang tepuk tangan hanya 2 orang saja, instruktur dengan si Hunt.
"Oke perkenalan yang menakjubkan, silahkan duduk Vallen."
"Terima kasih Instruktur."
Vallen melihat2 tempat duduk yang kosong.
"Ahhh permisi lega sekali bisa duduk disini."
"Hoi apa maksudmu....?"
"Oohh halo cewek cantik... kau tidak keberatan kan aku duduk di sebelahmu.?"
"Menyingkirlah atau mati."
"Dinginnya ayolah kita kan satu kelas... lagipula sudah tidak ada tempat lagi yang kosong."
"Tinggal berdiri saja kan."
"Sialan , eh tapi....."
Instruktur menyela.
"Hoi diam pelajaran akan dimulai, dan Vallen cepat duduk."
"Baik instruktur, hei ayolah cuma satu kali ini aja yah.." Memasang wajah memelas.
Arrrgg harga diri ku sebagai lelaki kandas..
"Humpf terserah kau, tetapi besok kau harus pergi dari bangku ini."
"Iya iya, dasar bawel."
Yahh bagaimanapun juga ini adalah masa sekolahku dan orang2 di kelasku memandang rendah seorang rakyat jelata seperti ku, tapi tidak terlalu buruk.